“Kemasan besar isi 25 biji kita jual ke warung 10 ribu, untuk kemasan sedang isi 10 seharga 5 ribu, dan kemasan ekonomis isi 5 biji kami pasarkan seharga 2 ribu,” ungkapnya.
Acep yang mengaku betah tinggal di Sokanandi RT 3 RW 1 sekaligus sebagai lokasi produksi, saat ini tinggal bersama anak istri beserta beberapa karyawan.
Pihaknya berharap, momen bulan Agustus yang sebentar lagi didepan mata bisa menambah produksi dan pendapatan kerupuk miliknya.
“Biasanya saat Agustusan banyak yang memesan untuk lomba makan kerupuk yang seakan menjadi tradisi memperingati hari kemerdekaan RI,” pungkasnya.***Alwan