Ramadan Masuki 10 Hari Terakhir, Mari Kenali Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar

Ranah Suara.Com
Sabtu, 23 April 2022 | 20:00 WIB
Ramadan Masuki 10 Hari Terakhir, Mari Kenali Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar
canva.com

Ramadan tahun ini sudah berada di 10 hari terakhir. Umat muslim berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadahnya di 10 hari terakhir Ramadan untuk mendapatkan pahala di malam lailatul qadar

Malam lailatul qadar merupakan satu malam istimewa yang hanya ada di bulan Ramadan. Malam ini digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Ciri-ciri malam lailatul qadar menjadi perhatian banyak orang. Tidak ada yang mengetahui kapan malam lailatul qadar datang.

Setiap muslim dianjurkan meningkatkan ibadah dan amal saleh di 10 hari terakhir Ramadan. Hal tersebut bertujuan agar tidak kehilangan malam lailatul qadar.

Berikut ciri-ciri malam lailatul qadar dikutip dari suara.com, Jumat (22/4/2022).

1. Udara Terasa Sejuk dan Tenang

Ciri-ciri datangnya malam lailatul qadar yang pertama yaitu adanya udara dan angin yang tenang. Ciri-ciri ini tercantum dalam sebuah hadist riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

"Malam lailatul qadar adalah malam yang sejuk tidak panas dan tidak dingin, di pagi harinya cahaya mentarinya lembut dan berwarna merah”.

2. Langit di Malam Hari Terlihat Bersih

Pada malam lailatul Qadar, langit terlihat bersih, tidak adanya awan, suasana tenang dan sunyi serta tidak adanya panas maupun dingin.

Ciri-ciri malam Lailatul Qadar ini sebagaimana dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda:

“Malam lailatul qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak, dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas”. (HR. Ahmad)

3. Matahari Terbit dengan Cerah dan Teduh

Pada pagi hari setelah malam lailatul qadar, matahari terbit tidak terasa menyengat dan terkesan teduh.

Hal ini sebagaimana "Dari Ubaiy bin Ka'ab, Rasulullah SAW bersabda, 'Pagi hari dari malam lailatul qadar terbit matahari tidak menyengat bagaikan bejana sampai meninggi." (HR. Ahmad).

4. Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadan

Malam Lailatul Qadar terjadi pada 10 hari terakhir pada tanggal ganjil di bulan Ramadan. Artinya malam yang mulia ini terjadi pada malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29.

Ibnu Hajar al Asqalani menyebutkan bahwa malam lailatul qadar terjadi pada tanggal ganjil antara tanggal 21 dan 23.

Sementara itu sebagian ulama menyebutkan lailatul qadar pada 27 Ramadan. Meski demikian tidak ada satupun orang yang tahu kapan pastinya malam lailatul qadar.

Ibnu Hajar al Asqalani dalam Fathul Bari menyatakan bahwa hikmah tidak diberitahukannya waktu malam lailatul qadar adalah untuk memotivasi umat Islam agar bersungguh-sungguh melakukan ibadahnya.

Sementara itu, cara Rasulullah menyambut lailatul qadar yang bisa kita terapkan di 10 hari terakhir Ramadan yaitu.

1. Melakukan Iktikaf

Iktikaf adalah berhenti (berdiam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu dengan niat semata-mata beribadah hanya untuk Allah SWT.

Iktikaf merupakan momen untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dengan melakukan serangkaian ibadah.

Ada beberapa syarat untuk sahnya iktikaf, antara lain beragam Islam, sudah baligh, dilaksanakan di masjid (baik masjid jami’ maupun masjid biasa), dan memiliki niat iktikaf. 

2. Membaca Alquran

Dengan niat beribadah hanya pada Allah SWT, membaca Alquran bisa mendatangkan pahala yang berlipat ganda di malam-malam sepertiga terakhir bulan Ramadan.

Apalagi bila disertai dengan meresapi arti dan makna dari setiap ayat yang dibaca, kita bisa lebih khusyuk lagi dalam menunaikan amalan ini.

3. Memperbanyak Doa

Perbanyak doa di malam-malam sepertiga terakhir bulan Ramadan untuk meningkatkan peluang meraih kemuliaan malam lailatul qadar.

Rasulullah SAW memerintah Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa di malam-malam itu. Aisyah berkata,

“Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam lailatul qodar, apa yang harus aku ucapkan?”, beliau menjawab: “Ucapkanlah; Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anna”.

Artinya, “(Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku).” (HR. Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Al Albani).

4. Menunaikan Salat Malam

Setelah salat tarawih dan tadarusan, kita bisa tidur terlebih dahulu. Lalu saat tengah malam atau menjelang sahur kita bangun untuk menunaikan salat malam.

Dengan menunaikan ibadah salat malam ini, maka peluang untuk mendapat malam lailatul qadar juga akan meningkat. Fokuskan ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

5. Perbanyak Taubat

Manusia tak pernah luput dari yang namanya salah dan dosa. Di saat masih ada waktu di sepertiga terakhir Ramadan, isi malam-malam dengan memperbanyak taubat dan permohonan ampun.

Kalau bertepatan dengan malam lailatul qadar, berkahnya akan sangat luar biasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI