Ramadan tahun ini sudah berada di 10 hari terakhir. Umat muslim berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadahnya di 10 hari terakhir Ramadan untuk mendapatkan pahala di malam lailatul qadar.
Malam lailatul qadar merupakan satu malam istimewa yang hanya ada di bulan Ramadan. Malam ini digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Ciri-ciri malam lailatul qadar menjadi perhatian banyak orang. Tidak ada yang mengetahui kapan malam lailatul qadar datang.
Setiap muslim dianjurkan meningkatkan ibadah dan amal saleh di 10 hari terakhir Ramadan. Hal tersebut bertujuan agar tidak kehilangan malam lailatul qadar.
Berikut ciri-ciri malam lailatul qadar dikutip dari suara.com, Jumat (22/4/2022).
1. Udara Terasa Sejuk dan Tenang
Ciri-ciri datangnya malam lailatul qadar yang pertama yaitu adanya udara dan angin yang tenang. Ciri-ciri ini tercantum dalam sebuah hadist riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:
"Malam lailatul qadar adalah malam yang sejuk tidak panas dan tidak dingin, di pagi harinya cahaya mentarinya lembut dan berwarna merah”.
2. Langit di Malam Hari Terlihat Bersih
Pada malam lailatul Qadar, langit terlihat bersih, tidak adanya awan, suasana tenang dan sunyi serta tidak adanya panas maupun dingin.
Ciri-ciri malam Lailatul Qadar ini sebagaimana dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda:
“Malam lailatul qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak, dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas”. (HR. Ahmad)
3. Matahari Terbit dengan Cerah dan Teduh
Pada pagi hari setelah malam lailatul qadar, matahari terbit tidak terasa menyengat dan terkesan teduh.
Hal ini sebagaimana "Dari Ubaiy bin Ka'ab, Rasulullah SAW bersabda, 'Pagi hari dari malam lailatul qadar terbit matahari tidak menyengat bagaikan bejana sampai meninggi." (HR. Ahmad).
4. Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadan
Malam Lailatul Qadar terjadi pada 10 hari terakhir pada tanggal ganjil di bulan Ramadan. Artinya malam yang mulia ini terjadi pada malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29.
Ibnu Hajar al Asqalani menyebutkan bahwa malam lailatul qadar terjadi pada tanggal ganjil antara tanggal 21 dan 23.
Sementara itu sebagian ulama menyebutkan lailatul qadar pada 27 Ramadan. Meski demikian tidak ada satupun orang yang tahu kapan pastinya malam lailatul qadar.
Ibnu Hajar al Asqalani dalam Fathul Bari menyatakan bahwa hikmah tidak diberitahukannya waktu malam lailatul qadar adalah untuk memotivasi umat Islam agar bersungguh-sungguh melakukan ibadahnya.
Sementara itu, cara Rasulullah menyambut lailatul qadar yang bisa kita terapkan di 10 hari terakhir Ramadan yaitu.
1. Melakukan Iktikaf
Iktikaf adalah berhenti (berdiam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu dengan niat semata-mata beribadah hanya untuk Allah SWT.
Iktikaf merupakan momen untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dengan melakukan serangkaian ibadah.
Ada beberapa syarat untuk sahnya iktikaf, antara lain beragam Islam, sudah baligh, dilaksanakan di masjid (baik masjid jami’ maupun masjid biasa), dan memiliki niat iktikaf.
2. Membaca Alquran
Dengan niat beribadah hanya pada Allah SWT, membaca Alquran bisa mendatangkan pahala yang berlipat ganda di malam-malam sepertiga terakhir bulan Ramadan.
Apalagi bila disertai dengan meresapi arti dan makna dari setiap ayat yang dibaca, kita bisa lebih khusyuk lagi dalam menunaikan amalan ini.
3. Memperbanyak Doa
Perbanyak doa di malam-malam sepertiga terakhir bulan Ramadan untuk meningkatkan peluang meraih kemuliaan malam lailatul qadar.
Rasulullah SAW memerintah Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa di malam-malam itu. Aisyah berkata,
“Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam lailatul qodar, apa yang harus aku ucapkan?”, beliau menjawab: “Ucapkanlah; Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anna”.
Artinya, “(Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku).” (HR. Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Al Albani).
4. Menunaikan Salat Malam
Setelah salat tarawih dan tadarusan, kita bisa tidur terlebih dahulu. Lalu saat tengah malam atau menjelang sahur kita bangun untuk menunaikan salat malam.
Dengan menunaikan ibadah salat malam ini, maka peluang untuk mendapat malam lailatul qadar juga akan meningkat. Fokuskan ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.
5. Perbanyak Taubat
Manusia tak pernah luput dari yang namanya salah dan dosa. Di saat masih ada waktu di sepertiga terakhir Ramadan, isi malam-malam dengan memperbanyak taubat dan permohonan ampun.
Kalau bertepatan dengan malam lailatul qadar, berkahnya akan sangat luar biasa.