Ranah - Pencarian terhadap putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz, yang hilang saat berenang di Sungai Aare, Swiss, masih terus dilakukan.
Hingga saat ini, Emmeril Kahn Mumtadz yang hanyut di Sungai Aare pada Kamis (26/5/2022), masih belum ditemukan.
Doa dari masyarakat Indonesia pun terus mengalir agar Emmeril Kahn Mumtadz bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Salah satunya datang dari Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi.
Mahyeldi mendoakan anak Ridwan Kamil selamat dari musibah tenggelam di Sungai Aare, Swiss. Ia pun mengajak semua warga Sumbar berdoa.
Anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz pergi ke Swiss dengan niat mulia untuk menuntut ilmu, karena itu ia berharap yang terbaik untuk keselamatannya.
Mahyeldi mengatakan perantau Minang memegang falsafah di mana bumi dipijak, di situ langit di junjung.
Meskipun memiliki akar budaya dan latar belakang dari Minangkabau. Namun setelah merantau dan mencari hidup di luar Sumbar, juga harus meninggikan seranting bagi pemimpin di daerah domisili.
"Mari kita doakan yang terbaik bagi keselamatan anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Mudah-mudahan Allah memberikan yang terbaik," ujarnya ketika melakukan pertemuan dengan perantau Minangkabau di Bandung, Jawa Barat, dikutip dari suara.com pada Senin (30/5/2022).
Salah satunya dengan mendoakan yang terbaik bagi pemimpin daerah tempat mencari penghidupan.
Mahyeldi juga berharap agar Ridwan Kamil dan keluarga diberikan kekuatan untuk menerima musibah yang menimpa.
Sementara itu halal bi halal antara Pemprov Sumbar dengan perantau di Jawa Barat dihadiri oleh seribuan orang dari berbagai daerah.
Inisiator pertemuan yang juga merupakan pemilik Hotel Asrilia, bandung Asril Das mengatakan ada sekitar 2.500 orang yang direncanakan hadir dalam halal bi halal tersebut.
Dalam pertemuan itu digagas upaya menyatukan perantau Minang dalam satu organisasi saja, tidak terpecah-pecah.
"Banyak tokoh-tokoh Minang yang senior merasa sedih melihat perantau ini terpecah-pecah karena itu kita coba usahakan untuk menyatukan semua dalam satu organisasi besar yang sementara ini kita sebut Masyarakat Minang Bersatu," katanya.
Upaya itu mendapatkan dukungan dari Gubernur Sumbar Mahyeldi karena menurutnya persatuan perantau akan bisa memaksimalkan segala potensi sehingga bisa pula bersama-sama mendorong kemajuan Sumbar.