Kapan Niat Puasa Syawal Diucapkan?
Puasa Syawal memiliki kesamaan dengan puasa Ramadan dalam hal tata cara pelaksanaannya. Jika dalam puasa Ramadan niat harus diucapkan sebelum fajar, maka dalam puasa Syawal, seseorang masih diperbolehkan berniat di siang hari selama belum makan atau minum sejak fajar.
Adapun bacaan niat puasa Syawal yang dianjurkan adalah:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Niat ini dapat diucapkan pada malam hari sebelum berpuasa atau saat siang hari jika belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar.
Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal
Puasa Syawal dapat mulai dikerjakan sehari setelah Hari Raya Idul Fitri, yakni pada tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan Syawal. Waktu pelaksanaan yang dianjurkan adalah selama enam hari, namun boleh dilakukan secara berurutan maupun terpisah.
Seseorang dapat memilih waktu yang paling sesuai untuk menjalankannya, asalkan masih dalam bulan Syawal. Jika melewati bulan tersebut, maka puasa ini tidak lagi termasuk dalam puasa Syawal, meskipun masih dapat melaksanakan puasa sunnah lainnya.
Demikian penjelasan mengenai niat puasa syawal beserta dalil, kapan diucapkan, waktu pelaksanaannya. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Rishna Maulina Pratama