Beberapa ulama, termasuk Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, telah menegaskan bahwa shalat khusus ini adalah amalan bid'ah yang tidak diperbolehkan.
Shalat yang disyariatkan hanya yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, seperti shalat fardhu lima waktu, shalat sunnah rawatib, shalat Dhuha, dan lainnya.
Mengada-adakan shalat baru dengan niat tertentu tanpa dalil yang jelas adalah perbuatan yang dilarang.
Penting untuk membedakan antara tradisi dan syariat. Tradisi adalah kebiasaan yang dilakukan masyarakat, sedangkan syariat adalah hukum yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.
Jika sebuah tradisi bertentangan dengan syariat, maka tradisi tersebut harus ditinggalkan.
Dalam hal ini, keyakinan akan hari sial dan ritual-ritual tolak bala' yang tidak berlandaskan dalil yang kuat tidak sejalan dengan ajaran Islam yang murni.
Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa berikhtiar dan bertawakal kepada Allah, bukan mengandalkan hari atau ritual tertentu.
Jadwal Rabu Wekasan 2025
Untuk Anda yang ingin mengetahui kapan jatuhnya Rabu Wekasan di tahun 2025, Anda bisa merujuk pada kalender Hijriyah. Tanggal Hijriyah dimulai pada malam hari.
Jadi, hari Rabu terakhir di bulan Safar adalah hari Rabu yang jatuh pada tanggal 28 Safar 1447 H. Berdasarkan kalender Hijriyah, bulan Safar 1447 H akan berakhir sekitar pertengahan tahun 2025.
Perhitungan tanggal Hijriyah memang sedikit berbeda dengan Masehi, dan bisa bergeser satu atau dua hari tergantung pada metode penentuan awal bulan (rukyatul hilal atau hisab).
Namun, secara umum, tanggal 28 Safar 1447 H akan jatuh pada hari Rabu, 20 Agustus 2025. Jadi, Rabu Wekasan tahun 2025 diperkirakan jatuh pada tanggal 20 Agustus 2025.
Perlu diingat bahwa tanggal ini adalah perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada hasil sidang isbat atau perhitungan yang digunakan oleh lembaga-lembaga keagamaan.
Namun, terlepas dari tanggal pastinya, yang lebih penting adalah pemahaman kita tentang bagaimana seharusnya menyikapi hari tersebut dari sudut pandang Islam yang benar.
Amalan pada Rabu Wekasan
Meskipun ritual-ritual khusus seperti Shalat Rebo Wekasan tidak dianjurkan, bukan berarti Anda tidak bisa melakukan amalan baik pada hari tersebut.
Sebagaimana hari-hari lainnya, hari Rabu juga merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah.
Namun, amalan yang dilakukan haruslah amalan yang memang disyariatkan, bukan amalan yang dibuat-buat.
Berikut adalah beberapa amalan yang bisa Anda lakukan, tidak hanya pada hari Rabu, tetapi setiap hari sebagai bentuk ikhtiar menolak bala'.
- Memperbanyak Doa: Doa adalah senjata utama bagi seorang mukmin. Memohon perlindungan dari segala musibah dan bala' adalah amalan yang sangat dianjurkan. Anda bisa membaca doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah, seperti doa mohon perlindungan dari fitnah dan musibah.
- Bersedekah: Sedekah memiliki kekuatan luar biasa dalam menolak bala' dan mendatangkan keberkahan. Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah itu dapat memadamkan kemurkaan Allah." Dengan bersedekah, Anda tidak hanya membantu orang lain tetapi juga menjauhkan diri dari musibah.
- Memperbanyak Zikir dan Istighfar: Mengingat Allah dan memohon ampunan adalah cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Zikir seperti "La haula wa la quwwata illa billah" (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) adalah zikir yang bisa Anda amalkan untuk memohon perlindungan.
- Shalat Fardhu dan Sunnah: Menjaga shalat fardhu lima waktu dengan khusyuk adalah kewajiban yang paling utama. Ditambah dengan shalat-shalat sunnah, seperti shalat Dhuha, shalat tahajjud, dan shalat rawatib, Anda akan mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Allah.
Secara keseluruhan, Rabu Wekasan menurut Islam bukanlah hari yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
Fokuslah pada amalan-amalan yang disyariatkan dan tinggalkan tradisi yang tidak memiliki dasar.
Dengan begitu, Anda akan mendapatkan ketenangan dan keberkahan dari Allah SWT.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri