Serta KH Zaenul Abidin Tanah Laut, KH Ahmad Junaidi Palangkaraya, KH Imam Tenggarong, KH Abdus Syukur Tenggarong, dan Habib Yahya Bin Muhsin Alidrus Banjarmasin.
Dalam pertemuan yang dipimpin oleh KH Muhammad Idror Maimoen atau Gus Idror, putra bungsu dari Mbah Moen, Ganjar dan para ulama menyepakati beberapa hal sebagai berikut:
1. Memajukan prestasi Jawa Tengah dan memperluas program kebersamaan nasionalis religius, terutama dalam pengelolaan dan penghimpunan zakat melalui Baznas.
2. Meningkatkan akses komunikasi langsung dari warga ke pemerintah hingga skala nasional.
3. Menyelaraskan pembangunan Infrastruktur Kalimantan dengan pembangunan keagamaan, guna memastikan keseimbangan sosial, ekonomi, dan budaya di masa depan.
4. Mendorong penerapan Undang-Undang Pesantren secara nasional dan meningkatkan jumlah guru ngaji, imam masjid, atau mushola, sebagaimana telah dilakukan di Jawa Tengah, serta menjadikan program ini sebagai program nasional dengan fokus pada kesehatan di lingkungan pesantren.
5. Terus melanjutkan silaturahmi antara ulama dan umara, dan berharap pertemuan semacam ini menjadi awal munculnya Jam'iyyah Masyayikh yang dapat bekerja bersama pemerintah untuk mewujudkan keberlangsungan dan kedamaian bangsa.
6. Untuk daerah Papua dan daerah baru yang sedang berkembang, program keagamaan yang telah berjalan atau sedang berkembang tidak boleh dihentikan. Lebih lanjut, pemerintah harus memastikan adanya pemerataan lulusan pesantren yang didukung oleh pemerintah, agar alumni pesantren dapat mengamalkan ilmu mereka dan membantu masyarakat di daerah terpencil, seperti Papua.
7. Pemerintah harus serius dalam mengatasi masalah radikalisme, karena hal ini dapat merusak
Baca Juga: Kabar Timnas: Indonesia Akan Lakoni Laga FIFA Match Day Kontra Turkmenistan