serang

HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Berharap Polri Dapat Antisipasi Informasi Hoax Jelang Pemilu 2024

Serang Suara.Com
Jum'at, 30 Juni 2023 | 07:32 WIB
HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Berharap Polri Dapat Antisipasi Informasi Hoax Jelang Pemilu 2024
pengamat intelijen dan keamanan, Dr. Ngasiman Djoyonegoro, Jumat (30/6/2023) (Dok.Istimewa/Suara.com)

Serang.suara.com - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-77 Polri yang bertemakan Polri Presisi untuk Negeri, Pemilu Damai Menuju Indonesia Emas ditanggapi oleh pengamat intelijen dan keamanan, Dr. Ngasiman Djoyonegoro. 

Menurutnya, Polri akan menghadapi tantangan besar cukup besar di tahun 2023 ini. Apalagi, nantinya akan ada pesta demokrasi serentak 2024. 

Ia menyebut dalam pesta demokrasi itu kepolisian harus dapat mengantisipasi  maraknya hoax yang dibungkus dengan politik identitas jelang Pemilu 2024. 

Selain itu, Polri juga harus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri pasca kasus Ferdy Sambo, tragedi di Stadion Kanjuruhan, dan kasus Teddy Minahasa.

Kemudian, Polri juga harus bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan perkembangan Police 4.0 untuk peningkatan pelayanan masyarakat.

“Penyebaran berita bohong atau hoax, ujaran kebencian/hate speech, dan juga fitnah yang dibungkus dengan politik identitas harus diantisipasi sejak awal oleh Polri. Apalagi dengan dibumbui isu-isu agama. Jangan sampai timbul polarisasi dan situasi memanas seperti yang terjadi pada Pemilu 2019,” kata Ngasiman dalam keteranganya, Jumat (30/6/2023).

Simon, panggilan akrab Ngasiman Djoyonegoro menilai di tengah masifnya penggunaan media sosial sekarang ini, penyebaran disinformasi, berita hoax dan agitasi yang mengarah pada polarisasi masyarakat pada Pemilu 2024 berpeluang sangat besar.

Baginya, faktor utama yang menyebabkan politik identitas yaitu adanya pemahaman yang belum tuntas untuk menjaga toleransi dan eksistensi tiap identitas di NKRI. Kemudian, rendahnya literasi digital masyarakat. Faktor lain adalah kecerobohan atau kesengajaan individu atau elit politik tertentu dalam berkomunikasi yang menyinggung psikologi massa.

“Tapi saya percaya, Polri dalam hal ini telah mengantisipasi dengan berbagai tindakan pencegahan dan pelayanan publik, baik yang bersifat proaktif maupun penerimaan aduan dari masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga: Layanan BRI Mempermudah Produk UMKM Sumsel ke Pelosok Negeri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI