PPATK Buka Suara Soal Temuan Rp 1 Triliun Aliran Uang dari Kejahatan Lingkungan ke Partai Politik

Serang | Suara.com

Selasa, 08 Agustus 2023 | 17:52 WIB
PPATK Buka Suara Soal Temuan Rp 1 Triliun Aliran Uang dari Kejahatan Lingkungan ke Partai Politik
Ilustrasi Partai Politik (Suara)

Suara Serang - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mengungkapkan bahwa sejumlah dana senilai Rp 1 triliun telah mengalir ke partai politik sebagai hasil dari tindak pidana kejahatan lingkungan.

Ivan Yustiavandana, Kepala PPATK, mengungkapkan bahwa temuan ini telah disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) beberapa waktu yang lalu.

"Dalam sebuah penyajian di Forum Diskusi Sentra Gakkumdu 'Wujudkan Pemilu Bersih' di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (8/7/2023), Ivan menjelaskan bahwa salah satu temuan penting PPATK adalah adanya aliran dana senilai Rp 1 Triliun dari kejahatan lingkungan yang masuk ke partai politik," kata Ivan.

Ivan juga menambahkan bahwa saat ini PPATK sedang fokus dalam menginvestigasi tindak kejahatan keuangan yang berkaitan dengan lingkungan.

Dalam laporannya, Ivan mengklaim bahwa berdasarkan hasil penyelidikan PPATK, tidak ada peserta Pemilu yang dapat dianggap bebas dari keterlibatan dalam kejahatan tersebut.

"Karena PPATK sekarang sedang fokus pada green financial crime, ini yang ramai. Lalu apa yang terjadi? Nah kita menemukan kok sepertinya tidak ada rekening dari para peserta kontestasi politik yang tidak terpapar," kata Ivan.

Lebih lanjut, Ivan menjelaskan bahwa PPATK telah mengidentifikasi adanya risiko terhadap tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam penggunaan dana kampanye di beberapa provinsi. Paling tinggi risikonya terdeteksi di Provinsi Jawa Timur.

"Kami telah mengidentifikasi tujuh provinsi utama dengan tingkat risiko TPPU tertinggi dalam penggunaan dana kampanye, yaitu Jawa Timur (9), DKI Jakarta (8,90), Sumatera Barat (7,91), Jawa Barat (7,57), Papua (7,30), Sulawesi Selatan (7,24), dan Sumatera Utara (7,02)," papar Ivan.

Ivan juga menyoroti adanya aliran dana hasil tindak pidana yang terjadi sepanjang tahapan Pemilu. Oleh karena itu, PPATK kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hal ini.

Dengan temuan ini, terungkap bahwa dana hasil kejahatan telah digunakan sebagai biaya dalam kontestasi politik.

Dalam kerangka upaya menjaga integritas, sambung Ivan, PPATK mengkaji sejauh mana aliran dana dari tindak pidana ini masuk ke dalam dinamika politik dan menginduksi potensi tindak pidana pencucian uang. [*]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pencucian Uang Buat Kampanye Pemilu Hasil Kejahatan Lingkungan Mengalir ke Tujuh Provinsi Termasuk Sumatera

Pencucian Uang Buat Kampanye Pemilu Hasil Kejahatan Lingkungan Mengalir ke Tujuh Provinsi Termasuk Sumatera

| Selasa, 08 Agustus 2023 | 17:02 WIB

Dibongkar PPATK! Ternyata Ada Uang Kejahatan Lingkungan Rp 1 Triliun Ngalir ke Parpol

Dibongkar PPATK! Ternyata Ada Uang Kejahatan Lingkungan Rp 1 Triliun Ngalir ke Parpol

News | Selasa, 08 Agustus 2023 | 16:20 WIB

Minimalisir Efek Rumah Kaca dan Kerusakan Lingkungan, PPLI Kenalkan Teknologi Pengolahan Limbah B3 Eco-friendly

Minimalisir Efek Rumah Kaca dan Kerusakan Lingkungan, PPLI Kenalkan Teknologi Pengolahan Limbah B3 Eco-friendly

Bisnis | Selasa, 08 Agustus 2023 | 14:43 WIB

Terkini

Lawan Arus Tren Horor, Agung Saputra Optimis Film Drama 'Jangan Buang Ibu' Laris Manis

Lawan Arus Tren Horor, Agung Saputra Optimis Film Drama 'Jangan Buang Ibu' Laris Manis

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:10 WIB

Jadwal Lengkap Grup F Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Tantang Jepang Hingga Thailand

Jadwal Lengkap Grup F Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Tantang Jepang Hingga Thailand

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:09 WIB

30 Ucapan Mothers Day 2026 Singkat dan Menyentuh Hati untuk Ibu Tersayang

30 Ucapan Mothers Day 2026 Singkat dan Menyentuh Hati untuk Ibu Tersayang

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:09 WIB

Budaya Konsumtif Gen Z: Risiko Masa Depan Bumi di Tangan "Generasi Checkout"

Budaya Konsumtif Gen Z: Risiko Masa Depan Bumi di Tangan "Generasi Checkout"

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Benarkah Sampo Selsun Ditarik BPOM? Ini Faktanya!

Benarkah Sampo Selsun Ditarik BPOM? Ini Faktanya!

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!

Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:04 WIB

Kritik Sosial pada Standar Menantu Ideal di Buku Cinta Laki-Laki Biasa

Kritik Sosial pada Standar Menantu Ideal di Buku Cinta Laki-Laki Biasa

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:54 WIB

Harapan Mauricio Souza Jelang Laga Sengit Persija vs Persib

Harapan Mauricio Souza Jelang Laga Sengit Persija vs Persib

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:39 WIB

Tanda-tanda WhatsApp Disadap dan Tips Mengamankannya

Tanda-tanda WhatsApp Disadap dan Tips Mengamankannya

Tekno | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:33 WIB