Valentino Rossi Ungkap Postur Ideal Pembalap MotoGP, Ternyata Cuma Segini

Angga Roni Priambodo, Gagah Radhitya Widiaseno

Sabtu, 25 Juli 2020 | 20:12 WIB
Valentino Rossi Ungkap Postur Ideal Pembalap MotoGP, Ternyata Cuma Segini
Pebalap Monster Energy Yamaha Valentino Rossi mengalami kerusakan mesin dalam balap di sirkuit Jerez, Minggu (19/7/2020). [AFP]

Suara.com - Postur tubuh memang sangat berpengaruh terhadap performa seorang pembalap salah satunya di balap MotoGP. Bahkan Valentino Rossi mengungkapkan postur tubuh ideal untuk pembalap MotoGP.

Dalam salah satu keterangannya, Rossi mengaku, tubuh tinggi justru menyulitkan pembalap bermanuver di lintasan. Lho kok bisa?

Sebab, selain tekukan kaki terlalu dalam, mereka juga harus merundukkan kepalanya lebih ke bawah sehingga tingkat kenyamanannya kurang maksimal.

Pembalap bernomor 46 ini memiliki tinggi 180 cm. Ia mengaku kalau dengan tinggi segitu ternyata tidak cukup ideal.

“Bertubuh tinggi memang baik jika kau adalah atlet basket. Tapi kalau kau pembalap, itu merupakan masalah besar,” ujar Rossi dikutip dari Crash.net.

“Tubuh saya cukup tinggi, tapi saya beruntung karena saya kurus. Malahan, saya selalu berusaha untuk menjaga berat badan.

Soalnya, saat tubuh pembalap menggemuk lima kilogram, maka posisinya saat balapan bisa merosot hingga 10 peringkat lebih rendah. Ini serius, tidak bercanda,” tambahnya.

Rossi pun berkaca dari rivalnya, yakni Marc Marquez. Ia melihat kalau Marc Marquez hanya memiliki tinggi 169 cm.

Pebalap Repsol Honda Marc Marquez saat menjalani hari kedua tes MotoGP 2020 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (8/2). [AFP/Mohd Rasfan]
Pebalap Repsol Honda Marc Marquez saat menjalani hari kedua tes MotoGP 2020 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (8/2). [AFP/Mohd Rasfan]

Dengan tinggi badan segitu, Marquez lebih banyak mendulang poin dibandingkan dirinya.

baca juga

Hal ini dikarenakan Marquez mampu lebih lincah di atas motor dan melakukan manuver-manuver gesit di lintasan.

Rossi menambahkan juga pembalap yang gemuk tidak disarankan untuk ikut berlaga. Hal ini membuat konsumsi BBM motor jadi lebih boros.

“Saya juga bicara soal bahan bakar. Jika tubuhmu besar, maka BBM kendaraan pasti cepat berkurang. Begitu logikanya.

Motor juga menjadi semakin lambat dan lambat. Ini yang menjadi masalah jika tubuhmu tidak ideal,” ujar The Doctor.

Berarti cocok juga ya orang Indonesia ikut berlaga di MotoGP!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dovi: Harus Siap Hadapi Marquez, Kalau Tidak Dia Akan Menghancurkan Anda

Dovi: Harus Siap Hadapi Marquez, Kalau Tidak Dia Akan Menghancurkan Anda

Sport | Sabtu, 25 Juli 2020 | 19:04 WIB

Hasil FP3 MotoGP Andalusia: Vinales Tercepat, Marc Marquez Nyaris Terakhir

Hasil FP3 MotoGP Andalusia: Vinales Tercepat, Marc Marquez Nyaris Terakhir

Sport | Sabtu, 25 Juli 2020 | 18:00 WIB

Valentino Rossi: Saya Butuh Dukungan dan Kepercayaan Yamaha

Valentino Rossi: Saya Butuh Dukungan dan Kepercayaan Yamaha

Sport | Sabtu, 25 Juli 2020 | 15:23 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×