- Megawati Hangestri Pertiwi resmi mengundurkan diri dari tim nasional voli putri Indonesia karena berbagai pertimbangan pribadi.
- Keputusan tersebut diambil menjelang pemusatan latihan untuk menghadapi tiga turnamen internasional yang berlangsung sepanjang pertengahan tahun 2026.
- PP PBVSI memastikan program pemusatan latihan tetap berlanjut di Sentul meski kekuatan tim berkurang tanpa kehadiran Megawati.
Suara.com - PP PBVSI mengonfirmasi bahwa Megawati Hangestri Pertiwi memutuskan mundur dari tim nasional voli putri Indonesia menjelang pemusatan latihan untuk menghadapi sejumlah turnamen internasional.
Keputusan tersebut diambil setelah federasi menerima surat resmi dari pevoli asal Jember itu. PP PBVSI menyatakan menghormati langkah Megawati yang didasari berbagai pertimbangan, mulai dari kondisi fisik, perjalanan karier profesional, hingga rencana pribadi ke depan.
Federasi tetap memberikan dukungan penuh kepada Megawati yang selama ini menjadi salah satu pilar utama tim.
Pengunduran diri pemain berposisi opposite tersebut terjadi menjelang pelatnas untuk tiga ajang penting pada pertengahan 2026, yakni AVC Nations Cup for Women di Filipina (Juni), SEA V League for Women di Vietnam dan Thailand (akhir Juli hingga awal Agustus), serta AVC Continental Cup for Women di Tianjin pada 21–30 Agustus.
Absennya Megawati tentu mengurangi kekuatan tim. Meski begitu, PP PBVSI memastikan program pelatnas tetap berjalan demi menyiapkan skuad terbaik.
Sebelumnya, sebanyak 17 pemain telah dipanggil mengikuti pemusatan latihan. Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi terkait pengganti Megawati.
Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, menegaskan seluruh pemain harus segera bergabung di lokasi latihan.
"Pemain yang dipanggil harus tiba di Padepokan Bolavoli Jenderal Kunarto, Sentul, maksimal pada 4 Mei 2026," ujarnya.
Saat ini, skuad Garuda Pertiwi masih diperkuat sejumlah pemain andalan seperti Mediol Stiovanny Yoku, Tisya Amallya Putri, dan Maradanti Namira. Selain itu, ada nama baru, Shindy Sasgia Dwi Yuniar, yang mendapat panggilan perdana ke timnas senior.
Di bawah arahan tim pelatih, timnas voli putri Indonesia tetap berupaya menjaga kekompakan dan tampil kompetitif di level internasional meski tanpa salah satu pemain kuncinya.
(Antara)