TANTRUM - Angka neraca perdagangan dan ekspor yang menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah diklaim membuktikan bahwa ekonomi Indonesia semakin tangguh.
Neraca perdagangan, dinilai determinan dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan menjaga ketahanan sektor eksternal Indonesia.
"Kita bersyukur bahwa salah satu engine utama pertumbuhan ekonomi ini terus mengalami performa gemilang dan bahkan kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (19/5).
Menko Airlangga menegaskan, pemulihan kondisi perekonomian pascapandemi terus menjadi fokus pemerintah dalam pengambilan kebijakan dan menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan global yang kian masif ke depannya.
Ia menuturkan, berbagai kebijakan yang telah diambil pemerintah guna menjaga kestabilan kinerja fundamental perekonomian juga menunjukkan sinyal positif pada tiap leading indicator.
Salah satunya, neraca perdagangan yang kembali melanjutkan tren surplus pada April 2022 dengan nilai mencapai 7,56 miliar dolar AS, yang merupakan rekor tertinggi dan melampaui rekor sebelumnya pada Oktober 2021 dengan nilai 5,74 miliar dolar AS.
"Pencapaian tersebut kian membawa perekonomian Indonesia menjadi lebih tangguh mengingat neraca perdagangan merupakan salah satu indikator utama dalam meningkatkan cadangan devisa dan menjaga ketahanan sektor eksternal Indonesia," ucapnya.
Kinerja positif juga ditunjukkan pada indikator ekspor yang mengalami surplus dengan nilai 27,32 miliar dolar AS yang juga mampu mengungguli rekor tertinggi sebelumnya pada Maret 2022 sebesar 26,50 miliar dolar AS.