TANTRUM - Sebanyak 56 ton beras bantuan Pemda Provinsi Jawa Barat telah disalurkan kepada warga terdampak banjir di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.
Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, bencana banjir itu telah merendam 517 hektare sawah produktif milik warga yang mengakibatkan kerugian para petani Paledah.
"Perlu kerja sama semua stakeholders menyelesaikan persoalan banjir menahun di kawasan ini," ujar Ulum ditulis Bandung, Minggu, 22 Mei 2022.
Ulum mengatakan Pemda Provinsi Jawa Barat, Pemda Kabupaten Pangandaran, Pemda Kabupaten Ciamis, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy harus berkolaborasi.
Sebab, air yang menggenangi kawasan Paledah (Pangandaran) berasal dari luapan Sungai Citanduy yang mengalir dari Lakbok, Kabupaten Ciamis.
"Sebelumnya saya pernah ke sini juga perkara banjir, solusinya tidak bisa satu daerah, karena nyambung dengan Ciamis di antaranya daerah Lakbok," kata Ulum.
Sebelumnya Pemda Provinsi Jawa Barat sempat merencanakan membangun embung di kawasan Lakbok, Kabupaten Ciamis.
Sehingga air yang meluap di aliran Sungai Citanduy dapat ditampung.
"Embung juga dapat berfungsi sebagai sarana irigasi di kala musim kemarau," ucap Ulum.
Selain itu, pengerukan dan penyodetan Sungai Citanduy juga dapat menjadi solusi.
Ulum menegaskan seluruh rencana kerja itu dapat terlaksana, asalkan terjadi kolaborasi dengan lintas pemangku kebijakan.
"Atau pengerukan aliran sungai dan lainnya, kemudian sodetan agar air mengalir lancar," tukas Ulum.
Diperlukannya inovasi dan kolaborasi di kawasan Paledah, Pangandaran agar terhindar dari bencana banjir langganan.
Pasalnya kerugian hampir selalu diterima oleh masyarakat akibat pesawahannya tergenang air.
"Kami akan segera adakan rapat dengan mengundang BBWS dan perwakilan dari orang daerah sini, mudah- mudahan ini dapat berjalan lancar," tambah Ulum.