Lokasi ketinggian merupakan akses termudah bagi seseorang yang dilanda depresi berat dan pasien psikotik untuk melakukan hal tersebut.
Teddy mengungkapkan bunuh diri paling banyak dilakukan adalah dengan gantung diri atau dengan minum cairan beracun.
"Tapi sebenarnya cara bunuh diri itu lebih ditentukan oleh dengan mudahnya akses untuk mendukung hal tersebut," ungkap Teddy.
Teddy mengatakan istilah terjun dengan ketinggian, sangat memudahkan pelaku percobaan bunuh diri. Apalagi kata Teddy yang tinggal di apartemen akan lebih mudah dilakukan saat memiliki ide bunuh diri.
Teddy menjelaskan agar usaha bunuh diri itu tidak terlaksana, seseorang yang memiliki resiko gangguan kejiwaan sebaiknya tidak tinggal di tempat yang tinggi.
"Kan loncat dari ketinggian itu kan paling gampang," tukas Teddy.
Dia menambahkan dari 40 persen pasien depresi, mempunyai ide bunuh diri dan 15 persen diantaranya berhasil melakukannya.
Berdasarkan data yang dimiliki perkumpulannya di Indonesia setiap tiga menit, satu orang bunuh diri. Sehingga dalam satu hari terdapat 5.500 orang yang melakukan hal serupa.
"Dalam setahun angkanya mencapai 1,5 juta orang," sebut Teddy.