TANTRUM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendapatkan pinjaman lahan dan gedung dari Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Lahan seluas 1.635 meter persegi dan luas bangunan 630 meter persegi di Jalan Surya Indah tersebut dipinjamkan akan diperuntukkan bagi SDN Suryalaya.
Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan pinjam pakai lahan ini sebagai bentuk sinergi Pemkot Bandung dengan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Ia menyambut positif sinergi ini. Menurutnya, keterbatasan sumber daya alam menjadi salah satu faktor Kota Bandung harus terus mengakselerasi kualitas sumber daya manusia.
"Terima kasih. Insyaallah, akan kami gunakan sebaik-baiknya (lahan yang dipinjamkan) untuk pendidikan dasar SD Suryalaya,” kata Yana, usai Penandatanganan Pinjam Pakai Lahan dari Bank Indonesia kepada Pemerintah Kota Bandung untuk SDN Suryalaya, di Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Jalan Braga No 108, Senin (23/5/2022).
Yana juga menyebut akselerasi SDM ini sejalan dengan tujuan Pemkot Bandung dalam memulihkan ekonomi pascapandemi Covid-19.
Lebih lanjut, ia juga memastikan tidak boleh ada anak usia sekolah di Kota Bandung yang tidak bersekolah. "Sebab kunci membangun Kota Bandung, salah satunya adalah peningkatan sumber daya manusia," ujar Yana.
Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan BI Jabar Herwanto menyebut, sinergisitas ini sejalan dengan salah satu tujuan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, yakni menghadirkan sumber daya manusia yang unggul di Jawa Barat.
Menurutnya, kolaborasi dan sinergi antara Bank Indonesia Provinsi Jabar dan Pemkot Bandung, khususnya terkait isu perkembangan SDM menjadi sangat pemting sebagai modal utama pemulihan ekonomi di Jawa Barat.
"SDM berkualitas di masa depan, bisa dilihat dari pendidikan di masa kini," ucapnya.
Ia juga berharap, kolaborasi ini bisa menjadi manfaat, khususnya bagi pelajar di SDN Suryalaya, yang nantinya akan menggunakan lahan tersebut.
"Ini jadi motivasi dan penyemangat bagi siswa-siswi SDN Suryalaya dalam menuntut ilmu," harap Herwanto.
Sebagai informasi, Pemkot Bandung sempat mengalami kontraksi ekonomi hingga minus 2,28 persen saat terpaan pandemi tahun 2020. Angka tersebut meningkat jadi 3,68 persen pada 2021. Sedangkan pada 2022, angka pertumbuhan ekonomi Kota Bandung diproyeksikan mencapai 5,5 persen.