TANTRUM - Kita sering berkhayal ingin kembali menjadi anak - anak. Biasanya hal itu dipicu oleh beban kehidupan dan aktivitas rutin yang menjemukan.
Namun anggapan itu melenceng dari harapan kita. Karena ternyata anak - anak juga dapat terkena stres.
Menurut psikolog anak yang merupakan Co - Founder Children Cafe Nuri Indira Dewi, banyak faktor yang menyebabkan anak stres.
Seperti jadwal harian yang terlalu padat, persaingan, sekolah, ketergesaan dalam hidup, masalah di rumah, berita yang mengerikan, dan orang tua yang stres hanya sebagian pemicu anak tertekan.
Agar terhindar atau pun keluar dari zona stres, kita sebagai orang tua harus menemukan solusi yang tepat bagi sang buah hati.
"Seperti kita, anak juga butuh waktu yang berkualitas untuk memulihkan dirinya dari tekanan yang dihadapi atau tuntutan sehari-hari terutama di hari-hari mereka bersekolah. Nah, akhir pekan atau weekend selalu jadi kesempatan baik untuk meredakan ketegangan mereka sekaligus mengembalikan energi yang terkuras akibat masalah dan penyebab stres tersebut," kata Nuri ditulis Bandung, Kamis, 26 Mei 2022.
Pada akhir pekan, banyak aktivitas yang dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan dengan riang gembira tanpa harus merogoh ongkos yang besar.
Selain me-restart ulang energi anak, juga meningkatkan keintiman dengan orang tua.
Terdapat beberapa aktivitas yang dapat dipilih untuk anak di akhir pekan. Hal itu disesuaikan dengan rentang usia mereka.
Untuk usia 1-3 tahun, anak senang sekali mengeksplorasi lingkungan dan memanipulasi obyek apapun yang ada disekitarnya, sehingga hampir semua obyek bisa dijadikan sarana bermain bagi mereka.
Contoh yang mudah diantaranya bermain tanah dengan ikut kita berkebun, bermain air dengan menyiram tanaman, atau bermain warna dengan membuat cap tangan atau kaki di selembar kain kanvas.
"Selain menyenangkan, kegiatan-kegiatan ini juga menstimulasi indera dan meningkatkan inisiatif," ujar Nuri.
Sementara anak di usia 3-6 tahun, suka meniru apa yang kita lakukan dan mulai mengembangkan hubungan sosial dengan anak-anak lain.
Kegiatan memasak bersama bisa jadi sesuatu yang menyenangkan bagi mereka. Bahkan, berdandan bersama ibu juga dapat dilakukan oleh anak perempuan.
Untuk anak laki-laki, kita bisa mengajaknya 'membangun' ruang kokpit pesawat dan berperan menjadi pilot atau membuat kapal-kapalan dari tumpukan bantal dan menjadi bajak laut.