Apa Itu Lie Detector? Ini Penjelasan Medis soal Alat Pendeteksi Kebohongan

Tantrum | Suara.com

Rabu, 07 September 2022 | 16:02 WIB
Apa Itu Lie Detector? Ini Penjelasan Medis soal Alat Pendeteksi Kebohongan
Alat lie detector. (New Scientist)

TANTRUM - Setiap orang bisa saja berkata bohong di depan orang lain. Namun kalau sudah bermain dengan lie detector alias alat pendeteksi kebohongan, setiap orang tentu tidak bisa berdalih lagi saat dinyatakan berbohong

Penasaran bagaimana cara kerja alat pendeteksi kebohongan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Lie detector atau alat pendeteksi kebohongan adalah salah satu rangkaian tes yang sering digunakan oleh pihak berwenang saat melakukan investigasi. 

Terdiri dari rangkaian sistematis yang sampai saat ini masih digunakan dalam mengungkap fakta dan kebenaran suatu kasus kriminal.

Alat pendeteksi kebohongan bekerja secara ilmiah dan hasilnya berkaitan langsung dengan kondisi fisiologis subjek. Juga didukung oleh beberapa pertanyaan yang diberikan oleh penguji. 

Dengan demikian, bohong dan jujurnya seseorang ketika menjawab setiap pertanyaan akan dibuktikan dengan sikap tubuh pasien.

Menurut DR. Scientia Inukirana dari HonestDocs dicuplik Rabu, 7 September 2022, tes ini dilakukan untuk melengkapi fakta-fakta yang ada, diharapkan melalui pemeriksaan ini dapat membuktikan fakta baru dan menyelesaikan setiap kasus. 

Meskipun penggunaannya masih tetap eksis hingga kini, namun sebagian pihak juga turut melontarkan kritik. 

Tidak sedikit yang menganggap bahwa keakuratan fakta yang diberikan cenderung lebih lemah untuk dijadikan sebuah bukti baru dan menguatkan sebuah kasus. 

Hal itu didukung dengan banyaknya orang atau tersangka yang berhasil mengelabui proses dan tes kebohongan ini. 

Sehingga setiap pertanyaan yang dilontarkan dapat dijawab dengan tenang dan dianggap telah lolos uji.

Sebelum menjalani tahapan wawancara dengan menjawab beberapa pertanyaan, maka subjek akan duduk di sebuah kursi yang dilengkapi beberapa alat dan kabel yang melilit sebagian besar bagian tubuhnya. Biasanya terpusat pada saraf, area detak jantung, dan nadi.

Ada beberapa prosedur yang akan dilewati oleh setiap orang yang melakukan alat pendeteksi kebohongan ini, antara lain:

1. Pretest

Anda akan berhadapan langsung dengan penguji yang akan memberikan beberapa pertanyaan, layaknya sedang melakukan ujian lisan. 

Selain dinilai dari pengaruh detak nadi dan saraf, penguji juga akan melihat reaksi ketika subjek menjawab setiap pertanyaan.

2. Pertanyaan desain

Pada tahap ini, para penguji bertugas untuk menyelidiki beberapa bukti yang kemudian diubah menjadi pertanyaan. 

Layaknya sebuah interogasi, maka pertanyaan desain biasanya mampu menjebak Anda apabila melakukan kebohongan.

3. In test

Pada tahap in test, Anda akan melakukan ujian yang sebenarnya dengan menerima beberapa pertanyaan dari penguji. 

Jumlah pertanyaan disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan, sehingga dapat lebih banyak atau lebih sedikit. 

Jenis pertanyaan yang digunakan mencakup pertanyaan kontrol yang bersifat umum. Selebihnya, sebanyak 3 dari 4 pertanyaan yang disajikan berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti.

4. Post test

Rangkaian tes kebohongan ini diakhiri dengan kegiatan post test, bertujuan untuk memeriksa data respon yang diberikan. 

Dengan demikian, setiap tanggapan yang diberikan subjek dapat menghasilkan sebuah kesimpulan, apakah subjek sedang berbohong atau tidak.

Lie Detector mampu mengetahui dan mendeteksi kebohongan melalui reaksi magnetik dari beberapa titik tubuh terpenting. Sensor yang dipasang di tubuh akan melakukan tracking dan menunjukkan hasil.

Berikut ini beberapa jenis sensor pendeteksi yang digunakan dalam alat pendeteksi kebohongan, antara lain:

1. Sensor pneumonograph

Sensor pneumonograph biasanya diletakkan di sekitar dada dan perut, sehingga dapat mendeteksi kontraksi pada otot dalam tubuh pasien yang sedang diteliti.

2. Sensor blood pressure cuff

Sensor ini berfungsi untuk mengecek perubahan tekanan darah dan detak jantung. Biasanya diletakkan di bagian lengan supaya mampu mendeteksi aliran darah dan suara denyut jantung pasien.

3. Sensor Skin Resistance

Sensor terakhir yang digunakan dalam tes kebohongan yakni sensor skin resistance, fungsinya untuk mendeteksi keringat di bagian tangan.

Biasanya diletakkan pada jari tangan sehingga mengetahui kondisi pasien ketika sedang berbohong ataupun terpojok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemungkinan Tidak Dilecehkan, Psikolog Forensik Sebut Putri Candrawathi Lakukan Malingering

Kemungkinan Tidak Dilecehkan, Psikolog Forensik Sebut Putri Candrawathi Lakukan Malingering

| Rabu, 07 September 2022 | 10:46 WIB

Lirik "Kamu Bohong" Dihubung-hubungan dengan Kasus Penembakan Polisi, Wali Menjawab

Lirik "Kamu Bohong" Dihubung-hubungan dengan Kasus Penembakan Polisi, Wali Menjawab

| Minggu, 04 September 2022 | 23:01 WIB

Jabar Saber Hoaks Klarifikasi 4.265 Berita Bohong

Jabar Saber Hoaks Klarifikasi 4.265 Berita Bohong

| Kamis, 25 Agustus 2022 | 16:02 WIB

Penggunaan Ganja Medis Harus Berbasis Bukti Klinis

Penggunaan Ganja Medis Harus Berbasis Bukti Klinis

| Selasa, 05 Juli 2022 | 09:02 WIB

MUI Siapkan Fatwa Ganja Untuk Medis

MUI Siapkan Fatwa Ganja Untuk Medis

| Selasa, 28 Juni 2022 | 18:10 WIB

Terkini

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Viral Menu Buruk Makan Gratis, Kepala Badan Gizi: Itu Hanya Sebagian Kecil dari 25 Ribu Titik

Viral Menu Buruk Makan Gratis, Kepala Badan Gizi: Itu Hanya Sebagian Kecil dari 25 Ribu Titik

Bogor | Rabu, 15 April 2026 | 19:25 WIB

5 Pelembap Viva untuk Hilangkan Flek Hitam Segala Usia, Harga Mulai Rp6 Ribuan

5 Pelembap Viva untuk Hilangkan Flek Hitam Segala Usia, Harga Mulai Rp6 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 19:25 WIB

Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Bayern Munich vs Real Madrid Dinihari Nanti

Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Bayern Munich vs Real Madrid Dinihari Nanti

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 19:23 WIB

Daftar 6 iPhone Paling Worth It Dibeli di Tahun 2026 dan Harganya

Daftar 6 iPhone Paling Worth It Dibeli di Tahun 2026 dan Harganya

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 19:22 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Teruntuk Pak Pram, Menyapu Ikan Sapu-sapu Saja Tak Cukup

Teruntuk Pak Pram, Menyapu Ikan Sapu-sapu Saja Tak Cukup

Liks | Rabu, 15 April 2026 | 19:20 WIB

Lepas Imej Kalem, Mawar de Jongh Tampil Beda di Serial Luka, Makan, Cinta

Lepas Imej Kalem, Mawar de Jongh Tampil Beda di Serial Luka, Makan, Cinta

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 19:20 WIB