Suara.com - Perusahaan telekomunikasi raksasa Vodafone mengakui adanya kabel rahasia yang memungkinkan pemerintah untuk mendengarkan percakapan melalui jaringan mereka.
Vodafone menyebut, penyadapan itu terjadi di 29 negara tempat perusahaan itu beroperasi. Perusahaan itu mengungkapkan hal tersebut dalam laporan 20 halaman dengan judul “Law Enforcement Disclosure”.
Dalam laporan itu, Vodafone mengatakan, kabel rahasia itu memungkinkan komunikasi yang tengah dilakukan oleh pelanggannya bisa didengar dan direkam.
Kabel rahasia itu juga memungkinan untuk mendeteksi lokasi penelepon. Menurut Vodafone, mereka tidak bisa menolak permintaan dari pemerintah setempat untuk menyadap pembicaraan komunikasi.
“Menolak untuk mengikuti undang-undang yang berlaku di negara tersebut bukan pilihan,” kata Vodafone dalam laporan itu.
Vodafone menyebut, di enam negara tempat mereka beroperasi, menyadap pembicaraan telepon diatur dalam undang-undang. Namun, Vodafone menolak untuk menyebut di negara mana saja percakapan telekomunikasi itu disadap oleh pemerintah.
Vodafone mengeluarkan laporan itu dalam rangka memberikan kontribusi terhadap perdebatan seputar penyadapan yang dilakukan oleh pemerintah. Mantan kontraktor di Badan Intelijen Amerika (NSA) Edward Snowden merupakan orang pertama yang membocorkan tentang penyadapan yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat di sejumlah negara. (AFP)