Menangkan Film yang Dinilai Sudutkan Islam, Polri Dicibir

Ruben Setiawan

Rabu, 28 Juni 2017 | 08:55 WIB
Menangkan Film yang Dinilai Sudutkan Islam, Polri Dicibir
Cuplikan film Kau adalah Aku yang Lain. (Facebook)

Suara.com - Sebuah film pendek yang menjuarai kategori film pendek dalam Police Movie Festival IV 2017, sebuah kompetisi yang diselenggarakan Polri bagi para pelaku kreatif perfilman, mengundang kontroversi di media sosial. Film pendek berjudul “Kau Adalah Aku yang Lain” itu dinilai menyudutkan umat Islam.

Police Movie Festival kali ini mengusung tema “Unity in Diversity”, sebuah tema yang erat kaitannya dengan persatuan dalam perbedaan (Bhinneka Tunggal Ika). “Kau Adalah Aku yang Lain”, film karya sutradara asal Semarang, Anto Galon, juga memiliki ‘nafas’ yang sejalan dengan tema tersebut.

Film ini diunggah oleh akun Facebook Divisi Humas Polri pada hari Kamis, 23 Juni 2017 lalu. Hingga kini, sudah disaksikan 239.850 kali dan dibagikan 3.694 kali.

Film ini menggambarkan soal toleransi beragama di Indonesia. Film berdurasi 6 menit 50 detik itu diawali dengan adegan sebuah ambulans yang membawa pasien beragama non-Muslim ke rumah sakit. Namun, sebuah jembatan yang hendak dilalui rusak, sehingga ambulans harus mencari jalan lain.

Ketika jalan alternatif sudah ditemukan, ternyata jalan tersebut ditutup karena sedang digunakan untuk sebuah acara pengajian. Seorang jemaah berusia lanjut menghadang ambulans dan melarangnya lewat karena khawatir bakal mengganggu pengajian yang sedang berlangsung.

Seorang polisi yang bertugas jaga di acara tersebut kemudian membujuk sang jemaah yang disapa “Mbah” itu untuk membiarkan ambulans lewat. Namun si “Mbah” ngotot dengan pendiriannya.

“Seharusnya polisi menjaga warga yang sedang beribadah. Jangan malah mengganggu. Dosa kamu,” kata si “Mbah”.

Sang polisi pun tetap sabar dan terus memberikan pengertian kepada jemaah tersebut.

“Pak, saya lebih baik berdosa membantah omongan Bapak daripada saya berdosa membiarkan orang mati di sini,” ujar sang polisi.

Seorang jemaah lain kemudian membantu sang polisi untuk membujuk si “Mbah”. Ia mengingatkan si “Mbah” pada ceramah Kiai pengajian yang menekankan umat untuk menyayangi seluruh umat manusia tanpa membeda-bedakan.

“Sampean itu berarti tidak mendengarkan ceramah pak Kiai tadi, Kau adalah aku yang lain, Mbah,” kata si Jemaah.

Singkat cerita, si “Mbah” luluh dan sepakat untuk membuka jalan bagi ambulans untuk lewat.

Dialog dan jalan cerita film inilah yang kemudian menuai kontroversi. Banyak yang mengapresiasi, namun tak sedikit pula yang menilai isi film ini mendiskreditkan dan menyudutkan Islam.

Seperti tampak di deretan komentar yang muncul di postingan video tersebut.

“Ya ampun sampe segitunya buat film .. seolah olah ko menyudutkan ya.
niatnya baik buat film gini tapi coba deh pihak kepolisian liat respond masyarakat..
pasti tidak yg di harapkan oleh kepolisian..,” ujar Gyas Pangestiono.

“Kepolisian sekarang ini mau'a apa siihh, mau mecah belah umat islam, mau provokasi umat islam sma agama yg lain??
Bro & sis polisi klo mau buat vidio itu toh yg bener" realistis, islam ga seperti itu bro & sis polisi, kalian ga tau apa itu kasus satu keluarga yg mau bawa pulang keluarga'a utk dikuburin malah di persulit sma polisi sendiri
*NGACA DONG KALO MAU BERTINDAK BOOOSS* !!!” ujar Eka Rachmat Hidayat.

“Namanya juga ***aparat, sama dengan semboyan 3M nya.. Memftnah, Memprovokasi, Memecah Belah Persatuan,” ujar Muhamad Qodri.

“Kalau Polri sudah jadi provokator ulung...siapa yang mau menangkap mereka????? Ini negara mau dibawa kemana??? Aparat penegak hukumnya saja sudah separah ini...hiks hiks hiks...bukannya mengayomi malah jadi pengadu domba rakyat…” ujar Dadan Hamdani.

Tetapi, masih ada pula yang mencoba objektif dan melihat sisi moral dari film tersebut.

“Nice film, menurut gua nih ada dakwah juga. Ya menurut gua memang kenyataannya ada lah oknum dan satunya orang yang ngerti arti toleransi itu sendiri. Tapi tolong juga untuk yang bikin film jangan terlalu soal agama saja. Karena nggak semua bisa mencerna isi film ini sendiri,” ujar Mohammad Ilham Yepa Jalasena.

“Biasanya yg marah itu ntah ga mengerti sisi moral dalam film tersebut atau emang ga punya rasa toleransi . Jadi langsung kesinggung aja wkwoakao . Pdhl ini menjunjung tinggi semua agama agar selalu bergotong royong walaupun beda keyakinan . Hidup di indonesia ragam budaya dan keyakinan tapi masih aja saling membully minoritas . Saya islam tapi saya mengerti apa itu toleransi yg di ajarkan di SD saya . Klo yg ga ngerti SD ngapain aja ?” tutur Avriandi Harsena Amoeba.

“Ini bukan provokatif tapi memberitahu toleransi akan kemanusiaan, kalian cerna pake akal dan hati coba..
Ngenes kabeh ieu mah komentar2 na teh,” ujar Asep Hakim.

Hampir sepekan film itu diunggah, hari ini, Rabu (28/6/2017), di lini masa Twitter muncul tagar yang berkaitan dengan kontroversi tersebut: #PolriProvokatorSARA. Isinya, lagi-lagi mengecam film tersebut, juga Polri yang memilihnya sebagai pemenang festival.

Kicauan-kicauan yang muncul pun sebagian besar menyalahkan Polri karena dinilai tidak sensitif dan cenderung menyudutkan Islam.

“Bukannya saling memaafkan, #PolriProvokatorSARA instansi negara malah menyebarkan kebencian,” kicau @wahidhumam_habi.

“Siapa sebenarnya yang sedang menguasai polri hari ini sehingga begitu benci ummat Islam ? #PolriProvokatorSARA,” kicau @MuhtarGarsel

“Pencitraan, pencitraan & pencitraan, dunia di kejar & akhirat di belakangkan Inget pak Islam ga sejahat itu !!! #PolriProvokatorSARA,” kicau @FajriMengatakan.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Polri mengenai film tersebut.

Berikut film tersebut yang kami tautkan dari akun Facebook Divhumas Polri:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi vs Polisi di Palangka Raya: Kanit Reskrim Ribut dengan Kasat Lantas, Satu Orang Luka

Polisi vs Polisi di Palangka Raya: Kanit Reskrim Ribut dengan Kasat Lantas, Satu Orang Luka

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Mahasiswa UIN Jakarta Cium Aroma Intervensi Politik

Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Mahasiswa UIN Jakarta Cium Aroma Intervensi Politik

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Viral Video Botok Hendak Dibawa Polisi, AMPB Buka Suara

Viral Video Botok Hendak Dibawa Polisi, AMPB Buka Suara

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Pengantin Pesanan: Saat Pernikahan Jadi Modus Perdagangan Orang

Pengantin Pesanan: Saat Pernikahan Jadi Modus Perdagangan Orang

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Lawan Praperadilan Febrie Adriansyah, Polri Siapkan Bukti Surat dan Ahli Besok

Lawan Praperadilan Febrie Adriansyah, Polri Siapkan Bukti Surat dan Ahli Besok

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:42 WIB

Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul di Luar Izin, Ahli Sebut Tak Sah

Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul di Luar Izin, Ahli Sebut Tak Sah

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:56 WIB

Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah

Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:25 WIB

Yakin Menang? Tim Hukum Febrie Sebut Jawaban Polri dan Kejagung Perkuat Permohonan Praperadilan

Yakin Menang? Tim Hukum Febrie Sebut Jawaban Polri dan Kejagung Perkuat Permohonan Praperadilan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:13 WIB

Bantah Sewenang-wenang, Polri Beberkan Alasan Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Bantah Sewenang-wenang, Polri Beberkan Alasan Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:57 WIB

Polri Tegaskan Pencegahan Febrie Adriansyah ke Luar Negeri Bukan Tindakan Sewenang-wenang

Polri Tegaskan Pencegahan Febrie Adriansyah ke Luar Negeri Bukan Tindakan Sewenang-wenang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×