Trump Akui Twitter Jadi "Senjatanya" Memenangkan Kursi Presiden

Dythia Novianty Suara.Com
Senin, 23 Oktober 2017 | 07:22 WIB
Trump Akui Twitter Jadi "Senjatanya" Memenangkan Kursi Presiden
Ilustrasi Donald Trump dan Twitter. [Shutterstock]

Suara.com - Donald Trump telah membela penggunaan Twitter dan mengakui bahwa dia yakin, tidak akan memenangkan kursi kepresidenan tanpa itu.

Pemimpin AS tersebut mengatakan bahwa media sosial adalah "platform yang luar biasa" yang memungkinkan dia memotong apa yang dia klaim sebagai liputan media yang tidak adil dan berbicara langsung kepada para pemilih.

Trump secara teratur menggunakan Twitter untuk melakukan serangan kuat terhadap lawan politik, gerai berita dan orang-orang yang telah mengkritiknya. Dia sering mengirimkan posting di pagi atau malam hari.

Bahkan, pemimpin Partai Republik sendiri telah mendesaknya untuk mengendalikan penggunaan Twitter-nya dan Trump mengakui bahwa beberapa teman telah menyarankan penggunaan media sosialnya dapat merusaknya. Tapi dia membantahnya.

"Saya ragu saya akan berada di sini jika bukan karena media sosial, jujur ​​saja dengan Anda," ujarnya.

Dalam sebuah wawancara di saluran Jaringan Bisnis Fox, Presiden menambahkan, tweeting seperti mesin tik.

"Saat saya mengeluarkannya, Anda langsung menayangkannya di acara Anda. Ketika seseorang mengatakan sesuatu tentang saya, saya bisa pergi bing, bing, bing dan saya mengurusnya. Dengan cara lain, saya tidak akan pernah mengeluarkan kata-kata," katanya.

Komentarnya muncul setelah saingannya untuk menjadi presiden, Hillary Clinton, mengutuk tiruan Twitternya yang "berbahaya".

Demokrat yang kalah mengatakan kepada The Graham Norton Show bahwa dia "mengabaikan" sebagian besar tweet Presiden.

"Hal paling berbahaya yang dia lakukan adalah melakukan diplomasi di Twitter. Dia memperdagangkan hinaan dengan Kim Jong-un, yang sama seperti catnip untuk Kim Jong-un," ucapnya.

Baca Juga: Konten Porno di Facebook dan Twitter Paling Sukar Diblokir

Kecanduan Trump tentang Korea Utara telah banyak dilihat karena meningkatkan ketegangan di tengah ancaman perang nuklir. Pada bulan Agustus, dia mengancam akan melepaskan "api dan kemarahan" pada negara tersebut sebelum bulan lalu memperingatkan rezim Korea Utara "tidak akan lama lagi".

Hal ini ditafsir Pyongyang sebagai sebuah deklarasi perang yang jelas.

Tweet Trump juga mengandung ketidakakuratan faktual dan serangan pribadi.

Pada bulan Maret, dia mengklaim bahwa Barack Obama telah memerintahkan Trump Tower di New York untuk disadap. Kemudian disanggah oleh mantan presiden dan oleh Departemen Kehakiman serta FBI mengatakan bahwa tidak ada bukti.

Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly, mengatakan pekan lalu bahwa dia telah dikritik karena gagal mengendalikan tweeting Trump.

"Saya tidak dibawa ke pekerjaan ini untuk mengendalikan apapun kecuali arus informasi kepada presiden kita," tambah Kelly. [Independent]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI