Karya Seni Purba di Sulawesi dan Seniman Paling Awal di Dunia

Liberty Jemadu

Jum'at, 29 Desember 2017 | 19:34 WIB
Karya Seni Purba di Sulawesi dan Seniman Paling Awal di Dunia
Ilustrasi lukisan purba (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah penggalian di sebuah gua di Sulawesi mengungkap koleksi unik ornamen dan karya seni prasejarah yang berasal dari, dalam beberapa kasus, setidak-tidaknya 30.000 tahun lampau. Situs itu diperkirakan pernah dipakai beberapa seniman gua paling awal di dunia.

Temuan-temuan baru kami, menggugat pandangan yang lama dianut bahwa masyarakat pemburu-peramu era Pleistosen (“Zaman Es”) di Asia Tenggara miskin budaya.

Temuan-temuan itu juga menyiratkan bahwa kehidupan spiritual manusia berubah ketika mereka menjumpai spesies-spesies yang tadinya tidak mereka ketahui dalam perjalanan mereka dari Asia ke Australia.

Perjalanan manusia keluar Asia

Manusia modern mendiami Australia 50.000 tahun silam. Untuk sampai ke Australia mereka harus menyeberang dengan perahu dari Eurasia kontinental ke Wallacea, sebuah sebaran rangkaian pulau dan atol yang membentang menjembatani lautan antara Asia daratan dan Australia.

Para arkeolog sudah lama berspekulasi tentang kehidupan kutural Homo sapiens pertama yang memasuki Wallacea, sebagai bagian dari migrasi besar spesies kita keluar dari Afrika.

Beberapa pihak berpendapat bahwa kebudayaan manusia pada masa Pleistosen Akhir mencapai tingkat kompleksitas yang tinggi ketika Homo sapiens menyebar ke Eropa, bahkan jauh ke timur sampai India. Sesudah itu, kebudayaan dianggap merosot dari segi kecanggihan ketika manusia menempuh perjalanan penuh bahaya ke kawasan tropis Asia Tenggara dan Wallacea.

Tetapi penelitian baru di Wallacea terus-menerus membongkar pandangan ini.

Temuan-temuan baru dari Sulawesi "Zaman Es"

Dalam tambahan terakhir dari rentetan penemuan ini, kami memaparkan sekelompok artefak simbolik yang belum terdokumentasikan sebelumnya yang digali dari sebuah gua batu kapur di Sulawesi, pulau terbesar di Wallacea.

Menggunakan serangkaian metode, artefak-artefak tersebut ditetapkan berasal dari masa antara 30.000 dan 22.000 tahun lampau. Artefak-artefak itu meliputi manik-manik berbentuk cakram yang dibuat dari gigi babirusa, babi primitif yang hanya ada di Sulawesi, dan “bandul” dari tulang jari kuskus beruang, makhluk mirip posum besar yang juga khas Sulawesi.

Ditemukan pula peralatan batu dengan tanda silang, bermotif seperti daun dan pola-pola geometris lainnya, yang maknanya tidak jelas.

Bukti lebih jauh bagi kebudayaan simbolis ditunjukkan oleh melimpahnya jejak produksi seni batu yang dikumpulkan dari penggalian gua. Jejak-jejak itu meliputi sisa-sisa oker bekas, bercak oker pada alat dan sebuah pipa tulang yang mungkin adalah “airbrush” untuk menciptakan seni stensil.

Semua itu berasal dari deposit yang sama umurnya dengan lukisan gua yang sudah ditetapkan masanya di perbukitan batu kapur sekitarnya.

Sungguh sangat tidak lazim mengungkap bukti terkubur bagi aktivitas simbolis di tempat-tempat yang sama di mana seni batu Zaman Es ditemukan. Sebelum penelitian ini, kita tidak tahu apakah para seniman gua Sulawesi menghias diri mereka dengan ornamen atau tidak, atau apakah seni mereka melampaui lukisan batu.

Seni dan ornamen mula-mula dari Wallacea

Penggalian-penggalian gua sebelumnya di Timor-Leste (Timor Timur) menemukan kulit kerang berumur 42.000 tahun yang dipakai sebagai “perhiasan”, sebagaimana dilaporkan pada 2016. Pada tahun 2014 para arkeolog mengumumkan bahwa sebuah gua seni dari Sulawesi termasuk di antara yang paling lama bertahan di planet ini.

Di satu gua, sebuah gambar tangan manusia berumur setidak-tidaknya 40.000 tahun. Gambar itu dibuat oleh seseorang yang menempelkan kuat-kuat telapak dan jari-jari tangannya ke langit-angit dan menyemprotkan cat merah di sekelilingnya.

Di sebelah stensil tangan terdapat lukisan seekor babirusa yang diciptakan setidak-tidaknya 35.400 tahun lampau.

Karya-karya seni ini seumuran dengan dengan lukisan-lukisan gua spektakuler yang menggambarkan badak, mammoth, dan hewan-hewan lain dari Prancis dan Spanyol, sebuah wilayah yang lama dianggap sebagai tempat kelahiran kebudayaan artistik modern.

Beberapa ahli prasejarah bahkan menyatakan bahwa keberadaan seni berumur 40.000 tahun di Indonesia itu menunjukkan bahwa seni batu mungkin muncul di Afrika jauh sebelum spesies kita menginjakkan kaki di Eropa, meski mungkin juga ini berawal di Asia.

Berdasarkan bukti baru yang muncul dari Timor dan Sulawesi, sekarang tampak bahwa kisah manusia purba di Wallacea kurang maju secara kultural daripada manusia-manusia lain, terutama manusia Eropa Palaeolitikum, adalah salah.

Dunia aneh Wallacea

Berkat keunikan biogeografi Wallacea, manusia modern pertama yang memasuki kepulauan ini pasti menjumpai sebuah dunia yang eksotis penuh dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan yang tidak pernah mereka bayangkan adanya.

Dikelilingi palung-palung laut dalam, sekitar 2.000 pulau Wallacea sangat sulit dijangkau organisme yang tidak bisa terbang. Karena ketertutupan akses, pulau-pulau ini cenderung dihuni relatif sedikit mamalia darat. Garis keturunan endemik pasti muncul di banyak pulau karena dari isolasi evolusioner ini.

Sulawesi adalah pulau yang paling aneh dari semua pulau itu. Pada dasarnya semua mamalia darat pulau itu, kecuali kelelawar, tidak ada di tempat lain di bumi ini. Sulawesi boleh jadi adalah tempat di mana manusia pertama kali melihat marsupial (kuskus).

Penemuan ornamen-ornamen yang dibuat dari tulang dan gigi babirusa dan kuskus beruang—dua spesies endemik paling khas di Sulawesi—menyiratkan bahwa dunia simbolis para pendatang baru tersebut berubah untuk menyertakan makhluk-makhluk yang belum pernah dilihat sebelumnya itu.

Penggalian kami telah menemukan ribuan tulang dan gigi hewan, tetapi hanya sebagian kecil yang berasal dari babirusa. Hampir tidak ditemukannya babirusa dalam makanan penghuni gua, ditambah dengan penggambaran hewan-hewan tersebut dalam seni mereka, dan penggunaan bagian-bagian tubuh babirusa sebagai “perhiasan”, menunjukkan bahwa makhluk langka dan sukar diidentifikasi ini mendapatkan nilai simbolis tertentu dalam kebudayaan manusia Zaman Es.

Barangkali orang-orang Sulawesi pertama merasakan hubungan spiritual yang kuat dengan mamalia bertampang aneh ini.

“Interaksi sosial” dengan spesies baru Wallacea ini kemungkinan besar sangat mendasar sifatnya bagi kolonisasi manusia mula-mula di Australia dengan komunitas kaya flora dan fauna endemik megafauna yang tak pernah mereka jumpai sebelumnya, dan sekarang sudah punah.

Bahkan, unsur-unsur hubungan spiritual kompleks manusia-hewan yang menjadi ciri kebudayaan Aborigin di Australia bisa jadi berakar pada perjalanan mula-mula manusia melalui Wallacea dan pengalaman manusia pertama dengan kehidupan hewan aneh wilayah tersebut.

Seni dan ornamen mula-mula dari Wallacea

Penggalian-penggalian gua sebelumnya di Timor-Leste (Timor Timur) menemukan kulit kerang berumur 42.000 tahun yang dipakai sebagai “perhiasan”, sebagaimana dilaporkan pada 2016. Pada tahun 2014 para arkeolog mengumumkan bahwa sebuah gua seni dari Sulawesi termasuk di antara yang paling lama bertahan di planet ini.

Di satu gua, sebuah gambar tangan manusia berumur setidak-tidaknya 40.000 tahun. Gambar itu dibuat oleh seseorang yang menempelkan kuat-kuat telapak dan jari-jari tangannya ke langit-angit dan menyemprotkan cat merah di sekelilingnya.

Di sebelah stensil tangan terdapat lukisan seekor babirusa yang diciptakan setidak-tidaknya 35.400 tahun lampau.

Karya-karya seni ini seumuran dengan dengan lukisan-lukisan gua spektakuler yang menggambarkan badak, mammoth, dan hewan-hewan lain dari Prancis dan Spanyol, sebuah wilayah yang lama dianggap sebagai tempat kelahiran kebudayaan artistik modern. Beberapa ahli prasejarah bahkan menyatakan bahwa keberadaan seni berumur 40.000 tahun di Indonesia itu menunjukkan bahwa seni batu mungkin muncul di Afrika jauh sebelum spesies kita menginjakkan kaki di Eropa, meski mungkin juga ini berawal di Asia.

Berdasarkan bukti baru yang muncul dari Timor dan Sulawesi, sekarang tampak bahwa kisah manusia purba di Wallacea kurang maju secara kultural daripada manusia-manusia lain, terutama manusia Eropa Palaeolitikum, adalah salah.
Dunia aneh Wallacea

Berkat keunikan biogeografi Wallacea, manusia modern pertama yang memasuki kepulauan ini pasti menjumpai sebuah dunia yang eksotis penuh dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan yang tidak pernah mereka bayangkan adanya.

Dikelilingi palung-palung laut dalam, sekitar 2.000 pulau Wallacea sangat sulit dijangkau organisme yang tidak bisa terbang. Karena ketertutupan akses, pulau-pulau ini cenderung dihuni relatif sedikit mamalia darat. Garis keturunan endemik pasti muncul di banyak pulau karena dari isolasi evolusioner ini.

Sulawesi adalah pulau yang paling aneh dari semua pulau itu. Pada dasarnya semua mamalia darat pulau itu, kecuali kelelawar, tidak ada di tempat lain di bumi ini. Sulawesi boleh jadi adalah tempat di mana manusia pertama kali melihat marsupial (kuskus).

Penemuan ornamen-ornamen yang dibuat dari tulang dan gigi babirusa dan kuskus beruang—dua spesies endemik paling khas di Sulawesi—menyiratkan bahwa dunia simbolis para pendatang baru tersebut berubah untuk menyertakan makhluk-makhluk yang belum pernah dilihat sebelumnya itu.

Penggalian kami telah menemukan ribuan tulang dan gigi hewan, tetapi hanya sebagian kecil yang berasal dari babirusa. Hampir tidak ditemukannya babirusa dalam makanan penghuni gua, ditambah dengan penggambaran hewan-hewan tersebut dalam seni mereka, dan penggunaan bagian-bagian tubuh babirusa sebagai “perhiasan”, menunjukkan bahwa makhluk langka dan sukar diidentifikasi ini mendapatkan nilai simbolis tertentu dalam kebudayaan manusia Zaman Es.

Barangkali orang-orang Sulawesi pertama merasakan hubungan spiritual yang kuat dengan mamalia bertampang aneh ini.

“Interaksi sosial” dengan spesies baru Wallacea ini kemungkinan besar sangat mendasar sifatnya bagi kolonisasi manusia mula-mula di Australia dengan komunitas kaya flora dan fauna endemik megafauna yang tak pernah mereka jumpai sebelumnya, dan sekarang sudah punah.

Bahkan, unsur-unsur hubungan spiritual kompleks manusia-hewan yang menjadi ciri kebudayaan Aborigin di Australia bisa jadi berakar pada perjalanan mula-mula manusia melalui Wallacea dan pengalaman manusia pertama dengan kehidupan hewan aneh wilayah tersebut.

Artikel ini sudah ditayangkan di The Conversation.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perubahan Iklim dan Letusan Gunung Jadi Penyebab Punahnya Hobbit Flores

Perubahan Iklim dan Letusan Gunung Jadi Penyebab Punahnya Hobbit Flores

Tekno | Rabu, 10 Desember 2025 | 13:47 WIB

Rahasia Perbedaan Wajah Neanderthal dan Manusia Modern Akhirnya Terungkap

Rahasia Perbedaan Wajah Neanderthal dan Manusia Modern Akhirnya Terungkap

Tekno | Minggu, 16 November 2025 | 11:36 WIB

Sulawesi Mengubah Sejarah Migrasi Manusia Purba

Sulawesi Mengubah Sejarah Migrasi Manusia Purba

Tekno | Rabu, 13 Agustus 2025 | 06:18 WIB

Museum Bukuran Jadi Pusat Konservasi Fosil dan Benda Purbakala

Museum Bukuran Jadi Pusat Konservasi Fosil dan Benda Purbakala

Foto | Kamis, 10 Juli 2025 | 19:57 WIB

DNA Manusia Purba dari Afrika Utara Ungkap Sejarah Tersembunyi Gurun Sahara, Apa Itu?

DNA Manusia Purba dari Afrika Utara Ungkap Sejarah Tersembunyi Gurun Sahara, Apa Itu?

News | Selasa, 08 April 2025 | 22:46 WIB

El Nino Ancam Lukisan Gua Berusia 50.000 Tahun: Studi Ungkap Dampak Mengerikan Perubahan Iklim pada Warisan Budaya

El Nino Ancam Lukisan Gua Berusia 50.000 Tahun: Studi Ungkap Dampak Mengerikan Perubahan Iklim pada Warisan Budaya

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 21:33 WIB

Apakah Manusia Prasejarah Benar-Benar Tinggal di Gua?

Apakah Manusia Prasejarah Benar-Benar Tinggal di Gua?

Tekno | Kamis, 23 Januari 2025 | 16:45 WIB

Museum Manusia Purba Sangiran, Destinasi Wisata Edukatif yang Diakui UNESCO

Museum Manusia Purba Sangiran, Destinasi Wisata Edukatif yang Diakui UNESCO

Your Say | Rabu, 18 Desember 2024 | 18:45 WIB

Apakah Neanderthal dan Homo Sapiens Spesies yang Sama?

Apakah Neanderthal dan Homo Sapiens Spesies yang Sama?

Tekno | Senin, 16 Desember 2024 | 15:53 WIB

Penemuan Homo Juluensis, Manusia Purba Berkepala Besar Terbaru

Penemuan Homo Juluensis, Manusia Purba Berkepala Besar Terbaru

Tekno | Selasa, 10 Desember 2024 | 13:30 WIB

Terkini

43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard

43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard

Tekno | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:04 WIB

47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2

47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2

Tekno | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:51 WIB

3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet

3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet

Tekno | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:35 WIB

Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global

Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:58 WIB

Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G

Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:24 WIB

Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global

Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:57 WIB

7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega

7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:16 WIB

4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026

4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:43 WIB

HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits

HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:59 WIB

Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN

Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:47 WIB