Stephen Hawking, Matinya Si 'Pembunuh Tuhan'

Reza Gunadha

Rabu, 14 Maret 2018 | 13:15 WIB
Stephen Hawking, Matinya Si 'Pembunuh Tuhan'
Stephen Hawking. [Shutterstock]

"Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta bisa dan akan menciptakan dirinya sendiri dari nol," tulisnya dalam "The Grand Design".

Spontanitas, begitulah Hawking berspekulasi mengenai alasan kenapa "ada sesuatu" dari yang tadinya "tidak ada apa-apa" alias terjadinya alam semesta.

"Penciptaan yang bersifat spontan adalah alasan mengapa ada sesuatu dan bukan apa-apa, mengapa alam semesta ada, mengapa kita ada? Tidak perlu meminta Tuhan untuk membuat cetak biru dan mengatur alam semesta ini," tulisnya.

Namun, segala kontroversi Hawking mengenai Tuhan dan ihwal alam semesta sebenarnya ditujukannya untuk cinta tanpa batas bagi umat manusia.

"Suatu waktu ayah pernah mengatakan: percuma alam semesta terbentang luas, kalau tidak ada tempat bagi orang-orang yang Anda cintai," tutur putrinya, Lucy.

Mengatasi Keterbatasan

Bagi sesama ilmuwan dan orang-orang terkasih, Hawking dikenal sebagai persona yang memunyai intuisi dan selera humor sarkastik.

Melalui humor, Hawking pernah mengakui ingin menunjukkan pikiran manusia adalah tak terbatas. Tak juga bisa dibatasi oleh kecacatan fisik seperti yang dialaminya.

Hawking, ketika masih berstatus mahasiswa pada tahun 1963—waktu itu berusia 21 tahun—sudah didiagnosis mengidap gejala sklerosis lateral amiotrofik (ALS), yang akan membuatnya kehilangan hampir seluruh kendali neuromuskularnya.

baca juga

Pada tahun 1974, ia tidak mampu makan atau bangun tidur sendiri. Suaranya menjadi tidak jelas, sehingga hanya dapat dimengerti oleh orang yang mengenalnya dengan baik.

Pada tahun 1985, ia terkena penyakit pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi, sehingga ia sama sekali tidak dapat berbicara.

Seorang ilmuwan Cambridge membuat alat yang mampu membantu Hawking menulis apa yang ingin ia katakan pada sebuah komputer, lalu akan dilafalkan melalui sebuah "voice synthesizer".

Dokter memprediksi Hawking tak bakal lama hidup. Tapi, ia mampu membantah penilaian dokter dan hidup sampai sebelum Rabu, tanggal 14 Maret 2018 ini.

"Mereka yang hidup dalam bayang-bayang kematian, seringkali adalah mereka yang hidup paling banyak," tutur Hawking dalam biografinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Stephen Hawking Tutup Usia di 76 Tahun

Stephen Hawking Tutup Usia di 76 Tahun

Tekno | Rabu, 14 Maret 2018 | 11:20 WIB

Lima Hal Ini Diprediksi Stephen Hawking Bakal Jadi Akhir Dunia

Lima Hal Ini Diprediksi Stephen Hawking Bakal Jadi Akhir Dunia

Tekno | Selasa, 06 Februari 2018 | 17:30 WIB

Kegetiran yang Manis, Ode untuk Dolores O'Riordan

Kegetiran yang Manis, Ode untuk Dolores O'Riordan

Entertainment | Selasa, 16 Januari 2018 | 14:34 WIB

Hawking Ramalkan Dunia Akan Berubah Jadi Bola Api pada 2600

Hawking Ramalkan Dunia Akan Berubah Jadi Bola Api pada 2600

Tekno | Jum'at, 10 November 2017 | 08:38 WIB

Awas, Stephen Hawking Juga 'Takut' pada kecerdasan Buatan

Awas, Stephen Hawking Juga 'Takut' pada kecerdasan Buatan

Tekno | Jum'at, 03 November 2017 | 07:37 WIB

Terkini

BRI Jadi Penggerak KUR Perumahan, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Program 3 Juta Rumah

BRI Jadi Penggerak KUR Perumahan, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Program 3 Juta Rumah

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:19 WIB

Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli

Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:16 WIB

Synology DP5200 Hadirkan AI dan Skalabilitas Tinggi untuk Tantang Dominasi Sistem Tape Tradisional

Synology DP5200 Hadirkan AI dan Skalabilitas Tinggi untuk Tantang Dominasi Sistem Tape Tradisional

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:16 WIB

Modifikasi Yamaha XSR 155 Bergaya Jubei Yagyu Milik Ladies Biker yang Curi Perhatian

Modifikasi Yamaha XSR 155 Bergaya Jubei Yagyu Milik Ladies Biker yang Curi Perhatian

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:15 WIB

IHSG Mulai Terbang Pada Rabu Pagi, Masih Bergerak ke Level 6.100

IHSG Mulai Terbang Pada Rabu Pagi, Masih Bergerak ke Level 6.100

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:13 WIB

BPR BKK Jateng Buka Akses Kredit bagi Calon PMI ke Korea Selatan, Peluang Kerja Tak Lagi Terhambat

BPR BKK Jateng Buka Akses Kredit bagi Calon PMI ke Korea Selatan, Peluang Kerja Tak Lagi Terhambat

Jawa Tengah | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:12 WIB

Resmi Latih Italia, Roberto Mancini Dibuat Frustasi oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia

Resmi Latih Italia, Roberto Mancini Dibuat Frustasi oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:09 WIB

Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret

Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:59 WIB

Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun

Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:58 WIB

BUKA Kantongi Pendapatan Rp 4 T di Semester I 2026, Ditopang Segmen Gaming

BUKA Kantongi Pendapatan Rp 4 T di Semester I 2026, Ditopang Segmen Gaming

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:58 WIB

×