Stephen Hawking, Matinya Si 'Pembunuh Tuhan'

Reza Gunadha

Rabu, 14 Maret 2018 | 13:15 WIB
Stephen Hawking, Matinya Si 'Pembunuh Tuhan'
Stephen Hawking. [Shutterstock]

Suara.com - Bak selebriti, fisikawan berpengaruh pada abad ke-21, Stephen Hawking, selalu muncul dengan pemikiran brilian tapi sekaligus menjadi kontroversi, sehingga membuat kegaduhan sejagat. Tapi kali ini, kegaduhan itu muncul karena satu berita: Si 'Pembunuh Tuhan' itu mati.

Lelaki bertubuh ringkih tapi memunyai pemikiran paling terang pada cakralawa sains kontemprer karena wawasannya membentuk kosmologi modern dan mengilhami khalayak global, telah meninggal pada usia 76 tahun.

Keluarganya menyatakan, Hawking meninggal pada Rabu (14/3/2018) dini hari di rumahnya, Cambridge, Inggris.

"Kami berduka sangat mendalam. Ayah yang kami cintai meninggal dunia hari ini," demikian pernyataan bersama tiga anak Hawking, yakni Lucy, Robert, dan Tim, seperti dilansir The Guardian.

"Dia adalah saintis hebat dan orang yang luar biasa. Ia membuat karya dan warisan bagi jutaan manusia untuk bertahun-tahun yang akan datang. Semoga, pemikirannya yang brilian dan humornya terus menginspirasi manusia, demi kemajuan dan perdamaian."

Kontroversi Hawking

Hawking, bagi orang awam, dikenal sebagai  sosok yang menjelaskan secara populer apa itu "lubang hitam" dan radiasi yang terpancar dari medium tersebut—dikenal sebagai "Hawking Radiation".

Seluruh argumentasinya mengenai kosmologi dan fisika, bermuara pada tesisnya yang terkenal mengenai tidak ada tempat bagi Tuhan di alam semesta.

Kesimpulan tersebut, membuat Hawking masuk dalam deretan pemikir besar dunia yang dianggap mempromosikan ateisme. Sebelum Hawking, predikat yang  sama lebih dulu dilekatkan pada filsuf sekaligus filolog Jerman, Friedrich Nietzsche. 

baca juga

"Tuhan tidak ada. Karenanya, tak ada Tuhan dalam pembentukan alam semesta. Tuhan, tidak menciptakan alam ini," demikian tulis Hawking dalam pembukaan buku yang ditulisnya bersama Leonard Mlodinow, "The Grand Design" (2010).

Buku tersebut segera menjadi perbincangan hangat di kalangan saintis. Tak hanya itu, juga menjadi target kecaman orang-orang yang menganggap Hawking melakukan penistaan terhadap keyakinan orang beragama.

Namun, Hawking dalam sejarahnya tak langsung memunyai kesimpulan bahwa Tuhan tidak ada.

Pada buku yang mengorbitkan namanya di kalangan orang awam, "A Brief History of Time" (1988), Hawking tampak masih menyisakan tempat bagi Tuhan dalam pemikirannya tentang pembentukan ruang serta waktu semesta.

"Jika kita menemukan sebuah teori yang lengkap, seharusnya, pada waktunya, bisa dimengerti secara luas oleh semua orang, tidak hanya beberapa ilmuwan. Maka kita semua, filsuf, ilmuwan, dan orang biasa, dapat ikut serta dalam diskusi tentang pertanyaan mengapa kita dan alam semesta ada. Jika kita menemukan jawabannya, itu akan menjadi kemenangan tertinggi akal manusia—karena kemudian kita akan mengetahui pikiran Tuhan," tulisnya sebagai pembuka buku tersebut.

Lantas, apa yang membuat Hawking akhirnya menegasikan peran Tuhan dalam alam semesta?

"Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta bisa dan akan menciptakan dirinya sendiri dari nol," tulisnya dalam "The Grand Design".

Spontanitas, begitulah Hawking berspekulasi mengenai alasan kenapa "ada sesuatu" dari yang tadinya "tidak ada apa-apa" alias terjadinya alam semesta.

"Penciptaan yang bersifat spontan adalah alasan mengapa ada sesuatu dan bukan apa-apa, mengapa alam semesta ada, mengapa kita ada? Tidak perlu meminta Tuhan untuk membuat cetak biru dan mengatur alam semesta ini," tulisnya.

Namun, segala kontroversi Hawking mengenai Tuhan dan ihwal alam semesta sebenarnya ditujukannya untuk cinta tanpa batas bagi umat manusia.

"Suatu waktu ayah pernah mengatakan: percuma alam semesta terbentang luas, kalau tidak ada tempat bagi orang-orang yang Anda cintai," tutur putrinya, Lucy.

Mengatasi Keterbatasan

Bagi sesama ilmuwan dan orang-orang terkasih, Hawking dikenal sebagai persona yang memunyai intuisi dan selera humor sarkastik.

Melalui humor, Hawking pernah mengakui ingin menunjukkan pikiran manusia adalah tak terbatas. Tak juga bisa dibatasi oleh kecacatan fisik seperti yang dialaminya.

Hawking, ketika masih berstatus mahasiswa pada tahun 1963—waktu itu berusia 21 tahun—sudah didiagnosis mengidap gejala sklerosis lateral amiotrofik (ALS), yang akan membuatnya kehilangan hampir seluruh kendali neuromuskularnya.

Pada tahun 1974, ia tidak mampu makan atau bangun tidur sendiri. Suaranya menjadi tidak jelas, sehingga hanya dapat dimengerti oleh orang yang mengenalnya dengan baik.

Pada tahun 1985, ia terkena penyakit pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi, sehingga ia sama sekali tidak dapat berbicara.

Seorang ilmuwan Cambridge membuat alat yang mampu membantu Hawking menulis apa yang ingin ia katakan pada sebuah komputer, lalu akan dilafalkan melalui sebuah "voice synthesizer".

Dokter memprediksi Hawking tak bakal lama hidup. Tapi, ia mampu membantah penilaian dokter dan hidup sampai sebelum Rabu, tanggal 14 Maret 2018 ini.

"Mereka yang hidup dalam bayang-bayang kematian, seringkali adalah mereka yang hidup paling banyak," tutur Hawking dalam biografinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Stephen Hawking Tutup Usia di 76 Tahun

Stephen Hawking Tutup Usia di 76 Tahun

Tekno | Rabu, 14 Maret 2018 | 11:20 WIB

Lima Hal Ini Diprediksi Stephen Hawking Bakal Jadi Akhir Dunia

Lima Hal Ini Diprediksi Stephen Hawking Bakal Jadi Akhir Dunia

Tekno | Selasa, 06 Februari 2018 | 17:30 WIB

Kegetiran yang Manis, Ode untuk Dolores O'Riordan

Kegetiran yang Manis, Ode untuk Dolores O'Riordan

Entertainment | Selasa, 16 Januari 2018 | 14:34 WIB

Hawking Ramalkan Dunia Akan Berubah Jadi Bola Api pada 2600

Hawking Ramalkan Dunia Akan Berubah Jadi Bola Api pada 2600

Tekno | Jum'at, 10 November 2017 | 08:38 WIB

Awas, Stephen Hawking Juga 'Takut' pada kecerdasan Buatan

Awas, Stephen Hawking Juga 'Takut' pada kecerdasan Buatan

Tekno | Jum'at, 03 November 2017 | 07:37 WIB

Terkini

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:41 WIB

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:39 WIB

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:18 WIB

×