Diam-diam Pasukan Robot Pembunuh Dibangun di Universitas Korsel

Dythia Novianty

Minggu, 08 April 2018 | 10:25 WIB
Diam-diam Pasukan Robot Pembunuh Dibangun di Universitas Korsel
Ilustrasi robot dengan sistem kecerdasan buatan. (Shutterstock)

Suara.com - Salah satu hal yang paling menakutkan manusia adalah kehadiran robot pembunuh yang dikhawatirkan dapat membinasakan kehidupan. Kabarnya, pasukan rahasia ini sedang di sebuah universitas Korea Selatan.

Lebih dari 50 peneliti Kecerdasan Buatan (AI) telah mengumumkan boikot KAIST, universitas terkemuka di negara itu, setelah terungkap jika adanya lab senjata AI dengan salah satu perusahaan terbesar Korea Selatan.

Para peneliti, yang berbasis di 30 negara, mengatakan mereka akan menahan diri dari mengunjungi KAIST, mengundang pengunjung dari universitas atau bekerja sama dengan program penelitiannya sampai berjanji untuk menahan diri dari mengembangkan senjata AI tanpa 'kontrol manusia'.

KAIST, membuka pusat itu pada bulan Februari lalu dengan Hanwha Systems, salah satu dari dua pembuat bom curah Korea Selatan, menjawab dalam beberapa jam. Mereka mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki niat untuk terlibat dalam pengembangan sistem senjata otonom mematikan dan robot pembunuh.

Rektor Universitas Sung-Chul Shin mengatakan universitas 'sangat sadar' tentang masalah etika mengenai Inteligensi Buatan.

"Saya menegaskan sekali lagi bahwa KAIST tidak akan melakukan kegiatan penelitian apa pun yang bertentangan dengan martabat manusia termasuk senjata otonom yang tidak memiliki kendali manusia," katanya.

Pihak Universitas mengatakan, Pusat Penelitian baru untuk Konvergensi Pertahanan Nasional dan Kecerdasan Buatan akan fokus pada penggunaan AI untuk sistem komando dan kontrol, navigasi untuk kendaraan bawah laut tak berawak besar, pelatihan pesawat cerdas dan pelacakan dan pengenalan objek.

Toby Walsh, profesor di Universitas New South Wales di Sydney yang mengorganisir boikot itu, mengatakan tanggapan cepat universitas itu sukses, tetapi dia perlu berbicara dengan semua orang yang menandatangani surat itu sebelum membatalkan boikot.

"KAIST telah membuat dua konsesi yang signifikan, yakni tidak mengembangkan senjata otonom dan memastikan adanya kontrol manusia," katanya.

baca juga

Walsh mengatakan, masih belum jelas bagaimana seseorang dapat membangun kontrol manusia yang berarti dari kapal selam tak berawak, salah satu proyek peluncuran, ketika berada di bawah laut dan tidak dapat berkomunikasi.

Dalam sebuah surat terbuka yang mengumumkan boikot itu, para peneliti telah memperingatkan, jika dikembangkan, senjata otonom akan memungkinkan adanya perang lebih cepat dan dalam skala yang lebih besar dari sebelumnya.

"Mereka akan berpotensi menjadi senjata teror," tulis penelliti di surat itu.

Mereka mengutip larangan efektif pada teknologi senjata sebelumnya dan mendesak KAIST melarang pekerjaan apa pun pada senjata otonom mematikan, dan menahan diri dari penggunaan AI yang akan membahayakan kehidupan manusia. AI adalah bidang dalam ilmu komputer yang bertujuan untuk menciptakan mesin yang mampu merasakan lingkungan dan membuat keputusan.

Surat itu, yang juga ditandatangani oleh para ahli top mengenai pembelajaran mendalam dan robotika, dirilis menjelang pertemuan di Jenewa oleh 123 negara anggota PBB Senin besok. Pertemuan itu akan membahas mengenai tantangan yang ditimbulkan oleh senjata otonom mematikan, yang oleh para kritikus digambarkan sebagai 'robot pembunuh'.

Walsh mengatakan kepada Reuters dikutip Metro, ada banyak potensi penggunaan robotik dan Inteligensi Buatan yang baik di militer, termasuk memindahkan manusia dari tugas berbahaya seperti membersihkan ladang ranjau.

"Tapi kita tidak boleh menyerahkan keputusan siapa yang hidup atau mati pada mesin. Ini melintasi garis moral yang jelas, Kami tidak boleh membiarkan robot memutuskan siapa yang tinggal dan siapa yang mati," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

OECD: Kecerdasan Buatan Lebih Banyak Manfaat dari Bahaya

OECD: Kecerdasan Buatan Lebih Banyak Manfaat dari Bahaya

Tekno | Selasa, 03 April 2018 | 08:18 WIB

Arab Saudi Bahas Kecerdasan Buatan dengan AS

Arab Saudi Bahas Kecerdasan Buatan dengan AS

Tekno | Sabtu, 31 Maret 2018 | 09:32 WIB

Diduga Terima Suap, Mantan Presiden Korsel Akan Diperiksa

Diduga Terima Suap, Mantan Presiden Korsel Akan Diperiksa

News | Selasa, 06 Maret 2018 | 21:39 WIB

Mantan Bos Google: Skenario Mematikan AI Bakal Terwujud di 2038

Mantan Bos Google: Skenario Mematikan AI Bakal Terwujud di 2038

Tekno | Sabtu, 03 Maret 2018 | 07:45 WIB

Siap-siap Robot Pembunuh Bakal Segera Hadir!

Siap-siap Robot Pembunuh Bakal Segera Hadir!

Tekno | Selasa, 30 Januari 2018 | 09:02 WIB

Diejek Trump, Korut Cuek Buka Kembali Saluran Telepon ke Korsel

Diejek Trump, Korut Cuek Buka Kembali Saluran Telepon ke Korsel

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 16:52 WIB

Terkini

Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online

Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:18 WIB

PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League

PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League

Jawa Tengah | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:03 WIB

Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:01 WIB

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Foto | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:00 WIB

Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku

Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku

Jawa Tengah | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:55 WIB

Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat

Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:52 WIB

Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?

Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:50 WIB

Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya

Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:39 WIB

IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara

IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:37 WIB

Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah

Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:35 WIB

×