Label Buatan Cina Ungkap Rahasia Tenggelamnya Kapal Dagang

Dythia Novianty

Minggu, 20 Mei 2018 | 06:22 WIB
Label Buatan Cina Ungkap Rahasia Tenggelamnya Kapal Dagang
Ilustrasi bangkai kapal. [Foto file – Anadolu Agency]

Suara.com - Label "buatan Cina" berusia 800 tahun telah membantu para arkeolog menentukan kapan sebuah kapal dagang kuno tenggelam.

Setelah seorang nelayan menemukan harta karun hilang dari keramik kuno di lepas pantai Indonesia pada tahun 1980-an. Para arkeolog berjuang mengumpulkan bukti kapan dan dari mana kapal itu berasal dan ketika tenggelam, ketika kapal kayu itu hancur jauh sebelum isinya ditemukan.

Awalnya, diduga kapal itu berasal dari abad ke-13, namun bukti baru menunjukkan kemungkinan satu abad lebih tua dari itu. Hal ini diungkap Lisa Niziolek, seorang arkeolog di Field Museum di Chicago dan penulis utama studi di Journal of Archaeological Science.

Di antara ribuan keramik yang ditemukan di kapal yang telah karam, beberapa ditandai dengan prasasti yang menunjukkan bahwa itu dibuat di Jianning Fu, sebuah distrik pemerintah di Cina dekat Jian'ou modern.

Ini adalah temuan signifikan karena distrik tersebut direklasifikasi sebagai Jianning Lu setelah Mongol menginvasi sekitar tahun 1278.

Dari temuan ini, Niziolek dan rekan-rekannya dapat menyimpulkan bahwa kapal karam mungkin telah terjadi lebih awal dari tahun 1200, kemungkinan sekitar tahun 1162. Mungkin ada sekitar 100.000 keping keramik di atas kapal.

"Tampaknya, tidak mungkin pedagang akan membayar untuk menyimpan barang-barang itu jauh sebelum pengiriman, mereka mungkin dibuat tidak lama sebelum kapal tenggelam," kata Niziolek.

Gading gajah dan resin dupa yang ditemukan di kargo juga telah membantu menentukan tanggal kapal karam. Penanggalan karbon pada barang-barang yang dilakukan ketika mereka ditemukan pada tahun 1990-an, mengungkapkan mereka berusia sekitar tahun 700-750.

Namun, teknik ilmiah yang digunakan untuk menentukan atom karbon yang ditemukan pada spesimen sekali pakai telah meningkat, memungkinkan para ilmuwan untuk mengungkapkan bahwa taring dan resin lebih dekat ke tahun 800.

baca juga

"Ketika kami mendapatkan hasilnya kembali dan belajar bahwa sampel resin dan taring lebih tua dari perkiraan sebelumnya, kami sangat gembira.
Kami telah menduga bahwa berdasarkan prasasti pada keramik dan percakapan dengan rekan-rekan di Cina dan Jepang, dan sangat bagus memiliki semua jenis data yang berbeda ini datang bersama-sama untuk mendukungnya," kata Niziolek.

Fakta bahwa kapal karam itu berusia 800 tahun dan bukan 700 tahun adalah signifikan karena terjadi pada saat "transisi penting".

"Ini adalah saat ketika pedagang Cina menjadi lebih aktif dalam perdagangan maritim, lebih bergantung pada rute di atas laut daripada di Jalur Sutra darat," jelas Niziolek.

Ini juga memungkinkan para arkeolog untuk lebih akurat memahami teknik-teknik pembuatan keramik di daerah itu pada masa tersebut. [Independent]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cari Pesawat MH370 yang Hilang Justru Temukan Kapal Kuno

Cari Pesawat MH370 yang Hilang Justru Temukan Kapal Kuno

News | Minggu, 06 Mei 2018 | 07:15 WIB

FBI Berhasil Ungkap Misteri Mumi Berusia 4.000 Tahun

FBI Berhasil Ungkap Misteri Mumi Berusia 4.000 Tahun

Tekno | Senin, 09 April 2018 | 10:09 WIB

Bermodal Google Earth, Peneliti Temukan Struktur Batu Misterius

Bermodal Google Earth, Peneliti Temukan Struktur Batu Misterius

Tekno | Rabu, 25 Oktober 2017 | 15:48 WIB

Ilmuwan Temukan Tanda Ritual Kekerasan dari Peradaban Kuno

Ilmuwan Temukan Tanda Ritual Kekerasan dari Peradaban Kuno

Tekno | Senin, 23 Oktober 2017 | 08:34 WIB

Arkeolog Mengupas Kehidupan di UAE 5.000 Tahun Lalu

Arkeolog Mengupas Kehidupan di UAE 5.000 Tahun Lalu

Tekno | Senin, 04 September 2017 | 14:23 WIB

Arkeolog Indonesia Telusuri Jejak Migrasi Manusia Pra Sejarah

Arkeolog Indonesia Telusuri Jejak Migrasi Manusia Pra Sejarah

Tekno | Rabu, 30 Agustus 2017 | 07:02 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×