Akui Retas Server Microsoft, Peneliti Keamanan Ini Enggan Dipenjara

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 29 Maret 2019 | 14:20 WIB
Akui Retas Server Microsoft, Peneliti Keamanan Ini Enggan Dipenjara
Salah satu kantor Microsoft. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang peneliti keamanan berusia 24 tahun berusaha mengindari penahanan di penjara setelah mengaku telah melakukan peretasan ke server Microsoft dan Nintendo serta mencuri informasi rahasia. Zammis Clark atau yang dikenal dengan nama online Slipstream atau Raylee, didakwa atas berbagai tuduhan pelanggaran komputer di Pengadilan London dan dinyatakan bersalah karena meretas jaringan Microsoft dan Nintendo.

Jaksa mengungkapkan bahwa Clark telah memperoleh akses ke server Microsoft pada 24 Januari 2017 menggunakan nama pengguna dan kata sandi internal, kemudian mengunggah web shell untuk mengakses jaringan Microsoft dari jarak jauh secara bebas selama setidaknya tiga minggu. Clark kemudian mengunggah beberapa web shell yang memungkinkannya untuk mencari melalui jaringan Microsoft, mengunggah file, dan mengunduh data.

Secara total, sekitar 43.000 file dicuri setelah Clark menargetkan server Windows internal Microsoft. Server-server ini berisi salinan rahasia versi Windows pra-rilis, yang digunakan untuk mendistribusikan kode beta awal ke pengembang yang bekerja untuk Windows. Clark menargetkan nomor pembuatan unik untuk mendapatkan informasi tentang versi Windows pra-rilis di sekitar 7.000 pencarian.

Ilustrasi peretas (hacker). (Shutterstock/Benoit Daoust)
Ilustrasi peretas (hacker). (Shutterstock/Benoit Daoust)

Clark kemudian berbagi akses ke server Microsoft melalui chatroom server Internet Relay Chat (IRC), yang memungkinkan orang lain untuk mengakses dan mencuri informasi rahasia. Dilansir dari The Verge, jaksa mengatakan bahwa para peretas lain berasal dari Perancis, Jerman, dan Uni Emirat Arab. Polisi menemukan file yang dicuri di kediaman Clark setelah penyelidikan bersama yang turut melibatkan tim siber Microsoft, FBI, EUROPOL, dan National Crime Unit (NCCU) NCA.

Sayangnya, tidak ada komentar resmi dari Microsoft terkait dengan peretasan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Otodidak, Remaja SMP Ini Bisa Bobol Situs NASA

Otodidak, Remaja SMP Ini Bisa Bobol Situs NASA

Tekno | Jum'at, 29 Maret 2019 | 09:12 WIB

Microsoft Larang Pegawainya Ikutan Prank di April Mop

Microsoft Larang Pegawainya Ikutan Prank di April Mop

Tekno | Kamis, 28 Maret 2019 | 13:50 WIB

Microsoft Segera Ciptakan Pesaing Google Stadia

Microsoft Segera Ciptakan Pesaing Google Stadia

Tekno | Kamis, 21 Maret 2019 | 12:45 WIB

Microsoft: Windows 7 Sudah Selesai

Microsoft: Windows 7 Sudah Selesai

Tekno | Kamis, 21 Maret 2019 | 12:23 WIB

Hore! Pengguna Xbox Bisa Main Game PC

Hore! Pengguna Xbox Bisa Main Game PC

Tekno | Senin, 18 Maret 2019 | 15:10 WIB

Produksi dan Layanan Microsoft Band Dihentikan

Produksi dan Layanan Microsoft Band Dihentikan

Tekno | Minggu, 03 Maret 2019 | 09:55 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×