Tanpa Google, CEO Huawei Optimistis Mate 30 Laku Keras

Selasa, 24 September 2019 | 09:35 WIB
Tanpa Google, CEO Huawei Optimistis Mate 30 Laku Keras
Huawei Mate 30 Pro. [AFP/Christof Stache]

Suara.com - Huawei Mate 30 dan 30 Pro yang baru saja meluncur, dipastikan tidak mendapat dukungan dari Google. Meski begitu, CEO Huawei Richard Yu optimistis ponsel flagship besutannya itu bakal laris manis di pasaran.

Seperti yang sudah diketahui, Huawei masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat sehingga sangat dipersulit menggunakan teknologi dan komponen dari negara Adikuasa itu.

Secara teknis, Huawei Mate 30 sebenarnya masih menggunakan OS Android, tapi tidak menyediakan toko aplikasi. Namun, Yu mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan banyak berpengaruh pada penjualan ponsel.

Pasalnya, Huawei akan mengutamakan pemasaran di wilayah domestik. Populasi China yang cukup besar masih dianggap mampu untuk memberikan keuntungan bagi perusahaan.

"Saya pikir, larangan ini akan mempengaruhi penjualan di luar China. Tapi penjualan di China akan banyak meningkat karena ini adalah ponsel flagship 5G paling kompetitif di dunia," terang Yu seperti dikutip dari Android Authority, Senin (23/9/2019).

Seandainya terdampak sekalipun, Yu masih optomis bahwa penjualan Huawei Mate akan tetap meroket.

"Sejak larangan pada bulan Mei penjualan turun, tapi sekarang pulih sangat cepat, konsumen cinta produk kami. Saya yakin kami bisa jual 20 juta seri Mate 30," ujarnya sesumbar.

Sedangkan untuk menyiasati ketiadaan toko aplikasi Google Playstore di Huawei Mate 30, perusahaan berlogo kipas merah ini menyediakan toko aplikasi mereka sendiri yang diberi nama Huawei App Gallery. Saat ini, toko aplikasi tersebut menyediakan sekitar 45 ribu aplikasi.

CEO Huawei, Richard Yu saat memperkenalkan Huawei Mate X di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 bertempat di Barcelona, Spanyol. [AFP/Josep Lago]
CEO Huawei, Richard Yu saat memperkenalkan Huawei Mate X di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 bertempat di Barcelona, Spanyol. [AFP/Josep Lago]

"Pengguna bisa menginstal Google Mobile Service (GMS) ke ponsel lewat website atau aplikasi pihak ketiga," lanjut Yu.

Baca Juga: Yahoo Luncurkan Aplikasi Email Baru buat Android dan iOS

Namun seandainya pemerintah AS sudah mencabut embargo bisnis untuk Huawei, pihak perusahaan akan langsung mengintegrasikannya lagi dengan Google.

"Segera ketika sanksi AS telah dicabut, Huawei siap untuk langsung mengintegrasikan ulang layanan Google dan aplikasinya lewat firmware yang akan di-update ke perangkat," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI