Air Minum di Bumi Kian Langka, Picu Konflik Sengit di 10 Tahun Terakhir

Liberty Jemadu

Rabu, 01 Januari 2020 | 03:15 WIB
Air Minum di Bumi Kian Langka, Picu Konflik Sengit di 10 Tahun Terakhir
Warga mengambil air dari sumur buatan yang digali di dasar sungai di Desa Ketro, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (25/9). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho]

Suara.com - Konflik dan kekerasan karena perebutan sumber daya air di dunia terus meningkat dalam satu dekade terakhir, demikian dicatat oleh Pacific Institute, sebuah lembaga thinktank yang berbasis di California, Amerika Serikat.

Secara umum konflik akibat air di seluruh dunia dipicu oleh semakin menipisnya suplai air minum di sebagian besar wilayah Bumi, akibat semakin padatnya jumlah manusia, buruknya manajemen air minum, dan perubahan iklim.

Air semakin langka

Tetapi secara khusus konflik akibat perebutan air pada 10 tahun terakhir dipantik terutama oleh serangan terhadap sistem pengairan sipil dalam perang saudara di Suriah dan akibat krisis air di India.

"Ketika air semakin langka, karena air adalah sumber daya yang sangat penting, orang akan melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka," kata Peter Gleick, pemimpin Pacific Institute seperti dilansir The Guardian.

Data yang dimiliki Pacific Institute menunjukkan bahwa konflik yang dipicu air meningkat dua kali lipat selama 10 tahun terakhir dibandingkan dengan beberapa dekade sebelumnya.

Pacific Institute menyusun data tersebut sejak 1980an dan isinya antara lain merekam konflik-konflik yang dipicu oleh perebutan air; penggunaan air sebagai senjata dalam konflik; dan bagaimana konflik mengganggu suplai air bagi masyarakat.

Di antara konflik-konflik tersebut beberapa yang paling berpengaruh adalah rusaknya pipa air di Horlivka, Ukraina akibat pengeboman pada Juni 2019 yang menyebabkan 3 juta orang mengalami krisis air minum.

Pada 2017, sebagai contoh lain, lima orang petani di India ditembak karena memprotes soal ketersediaan air. Sementara pada 2012, lembaga itu menyebut contoh di Indonesia, yakni penemakan konvoi mobil tangki di Papua.

baca juga

Selain langkanya air minum, belakangan ada tren pemanfaatan air sebagai senjata dalam konflik atau perang. Ini terjadi secara khusus di Timur Tengah, khususnya Yaman, Suriah dan Irak.

Aleppo dan senjata air

Aleppo di Suriah adalah salah satu kota tempat terjadinya berkali-kali konflik yang memanfaatkan air sebagai senjata. Perang saudara di Suriah sendiri sudah pecah sejak 2011.

Di Aleppo, Suriah pada 2012 misalnya, serangan terhadap sebuah pipa air menyebabkan 3 juta penduduk mengalami krisis air parah. Dua tahun kemudian pemerintah Suriah dituding telah mengebom jaringan pipa air di beberapa area yang dikuasai pemberontak.

Sementara pada 2014, ISIS diyakini telah meracuni sumber air minum di Aleppo. Lalu pada 2015, kelompok militan Jabhat al-Nusra, yang diduga terkait dengan kelompok teror Al Qaida, dituduh mengebom jaringan pipa air dan menyebabkan lebih dari 100 warga Aleppo keracunan.

Pada tahun yang sama pesawat-pesawat tempur Rusia mengebom sebuah pusat pengelolaan air di Aleppo dan menyebabkan lebih dari 3 juta orang, demikian keterangan UNICEF, kehilangan akses atas air minum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia

Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Memprihatinkan! Hampir Semua Pesantren di Indonesia Belum Penuhi Standar Air Minum dan Sanitasi

Memprihatinkan! Hampir Semua Pesantren di Indonesia Belum Penuhi Standar Air Minum dan Sanitasi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:46 WIB

Krisis Air 2026: Jangan Cuma Menyalahkan Kemarau saat Keran Mati Total!

Krisis Air 2026: Jangan Cuma Menyalahkan Kemarau saat Keran Mati Total!

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Kemarau Menggigit, Warga Bantul Sedot Selang demi Dapat Air

Kemarau Menggigit, Warga Bantul Sedot Selang demi Dapat Air

Foto | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Tren Belanja Berubah, Konsumen Lebih Pilih Produk Bernilai dan Ramah Lingkungan

Tren Belanja Berubah, Konsumen Lebih Pilih Produk Bernilai dan Ramah Lingkungan

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:50 WIB

Kekeringan Meluas, 12 Ribu Warga Karawang Hadapi Krisis Air Bersih

Kekeringan Meluas, 12 Ribu Warga Karawang Hadapi Krisis Air Bersih

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:12 WIB

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli

Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:16 WIB

Kemarau Lumpuhkan 329 Telaga Air di Gunungkidul

Kemarau Lumpuhkan 329 Telaga Air di Gunungkidul

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:00 WIB

Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih

Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:25 WIB

Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda

Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda

Entertainment | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:25 WIB

Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi

Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:23 WIB

×