Sementara pada 2017, saat tentara pemerintah Suriah menyerbu Aleppo, ISIS dilaporkan telah membobol sistem pengairan dan menyebabkan banjir di kota tersebut untuk memperlambat gerak laju musuh.
"(Menyerang sistem/sumber air sipil) adalah pelanggaran atas hukum internasional. Infrastruktur air sipil sengaja disasar, berulang-ulang kali," ujar Gleick.
Sementara di India, sejak 2010 tercatat ada 31 konflik terkait air. Jumlah itu naik dari hanya 11 insiden di 10 tahun sebelumnya.
Pada Agustus lalu World Recources Institute, organisasi nirlaba yang khusus meneliti dan mengawasi sumber daya alam, termasuk air, mengatakan bahwa ada 17 negara - tempat 25 persen manusia hidup - berstatus sangat rentang mengalami krisis air. Dari jumlah itu, 12 di antaranya terletak di Timur Tengah.
Qatar termasuk dalam kategori yang paling streesed soal air - negara itu menggunakan 80 persen persediaan air minum setiap tahun untuk industri, pertanian, dan layanan publik. Ini mengakibatkan Qatar sangan rentan mengalami krisis air bersih. Di bawah Qatar ada Israel, Libanon, Iran, dan Yordania.