Ribuan Orang Mendaftar untuk Ditulari Virus Corona Penyebab Covid-19

Liberty Jemadu

Selasa, 28 April 2020 | 16:29 WIB
Ribuan Orang Mendaftar untuk Ditulari Virus Corona Penyebab Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Sudah lebih dari 4.600 orang di 52 negara mendaftar untuk secara sadar diinfeksi oleh virus corona baru Sars-Cov-2 pemicu wabah Covid-19, dengan tujuan mempercepat pengembangan vaksin virus mematikan tersebut.

Sebuah organisasi bernama 1 Day Sooner mendorong pendekatan kontroversial dalam pengembangan vaksin bernama human challenge trials (HCT). Pendekatan ini diyakini akan jauh mempercepat tersedianya vaksin Covid-19 yang manjur.

Sejauh ini ada lebih dari 70 calon vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan di dunia. Tapi vaksin-vaksin itu paling cepat baru tersedia tahun 2021 mendatang karena harus melalui berbagai pengujian yang memakan waktu berbulan-bulan.

Gerakan 1 Day Sooner ini - berpijak pada gagasan Nir Eyal dari Rutgers University dan Peter G. Smith dari School of Hygiene & Tropical Medicine di Inggris, serta Mark Lipsitch dari Harvard University di Amerika Serikat - ingin memangkas prosedur-prosedur tadi.

Sebagai catatan, nama yang disebut terakhir, Lipsitch, sempat ramai dibicarakan di Indonesia karena pada Februari lalu mengatakan bahwa virus corona baru sudah ada di Indonesia dan pemerintah gagal mendeteksinya.

"Vaksin adalah tiket kita untuk keluar dari krisis ini. Jika kita bisa memiliki vaksin lebih cepat, kita bisa menyelamatkan jutaan orang dari virus corona, penyakit lain, dan kelaparan berskala besar," kata Eyal seperti dilansir Haaretz.

Tiga ilmuwan ini merumuskan gagasan mereka soal HCT dalam The Journal of Infectious Diseases yang terbit pada akhir Maret kemarin.

Pengembangan vaksin yang lelet

Standar pengembangan vaksin di dunia memang sangat lama, khususnya ketika memasuki tahap terakhir yakni pengujian untuk mengecek kemanjuran sebuah vaksin atau pengujian fase III.

baca juga

Vaksin biasanya mulai dikembangkan di laboratorium. Setelah itu, para ilmuwan menguji kemanjurannya di tabung-tabung penelitian dan ke binatang. Binatang akan dipapari virus dan kemanjuran vaksin terlihat jika binatang eksperimen itu tidak terinfeksi.

Setelah itu calon vaksin kemudian memasuki fase uji klinis pertama: menguji vaksin ke manusia. Di fase ini, calon vaksin diberikan ke sejumlah kecil orang dan para ilmuwan akan memeriksa efek samping negatif dari vaksin tersebut.

Jika fase ini rampung dan peneliti melihat ada efek terhadap sistem kekebalan tubuh sukarelawan, maka pengujian kemanjuran akan dimulai. Di fase ini sukarelawan berjumlah lebih besar dan terbagi dalam dua kelompok.

Kelompok pertama akan diberikan calon vaksin yang sedang dikembangkan. Kelompok kedua akan diberikan vaksin plasebo - suntikan lain yang tidak mengandung vaksin. Tetapi setiap sukarelawan tidak akan tahu mereka menerima calon vaksin yang sebenarnya atau cuma disuntik dengan plasebo.

Dua kelompok ini kemudian dipersilahan kembali ke tempat mereka masing-masing sembari diamati para ilmuwan dalam jangka waktu tertentu untuk mengetahui perbedaan tingkat infeksi dan jumlah partikel virus dalam tubuh mereka.

Seluruh proses ini bisa berlangsung berbulan-bulan dan di sinilah keunggulan pendekatan HCT yang kontroversial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×