4 Wabah yang Mengubah Dunia Sebelum COVID-19

Liberty Jemadu | Suara.com

Minggu, 17 Mei 2020 | 03:20 WIB
4 Wabah yang Mengubah Dunia Sebelum COVID-19
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Suara.com - Sepanjang sejarah, kehidupan manusia telah dipengaruhi oleh adanya berbagai macam penyakit menular. Dan tentu, krisis COVID-19 saat ini tidak akan menjadi yang terakhir.

Namun, kita dapat memanfaatkan berbagai ilmu dan pengetahuan yang telah kita dapatkan dari pengalaman manusia dalam bertahan hidup dari berbagai pandemi yang telah tercatat dalam sejarah.

Maka dari itu, saat ini kita dapat mengatasi pandemi global ini dengan lebih baik.

1. Wabah Pes atau Black Death (abad ke-14)

Meski wabah penyakit pes (disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis) masih terdapat di beberapa belahan dunia lainnya, berikut adalah 2 pandemi pes yang paling terkenal.

Wabah Yustianius yang terjadi pada 541 Masehi, dan berlangsung selama 200 tahun, telah memusnahkan jutaan jiwa. Wabah ini terjadi dalam beberapa gelombang di Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Wabah ini telah mengganggu ambisi Kekaisaran Romawi untuk berekspansi (namun, beberapa peneliti mengatakan bahwa dampak dari wabah ini telah dilebih-lebihkan).

Setelah itu, muncul juga pandemi pada Abad ke-14, yang lebih terkenal. Pandemi ini kemungkinan muncul pertama kali di Cina, dan telah membinasakan populasi manusia di Asia, Eropa, dan Afrika bagian utara.

Salah satu ‘warisan’ penting dalam bidang kesehatan masyarakat, yaitu konsep dari “karantina”, muncul dari wabah pes Abad ke-14. Kata “karantina” itu sendiri berasal dari istilah dari Venesia, yaitu “quarantena”, yang artinya 40 hari.

Pandemi Black Death pada abad ke-14 diperkirakan telah memicu munculnya berbagai reformasi dalam bidang sosial, ekonomi, kesenian, dan budaya pada era abad pertengahan di Eropa. Hal ini menggambarkan bagaimana pandemi penyakit menular dapat menjadi titik balik utama dalam sejarah, akibat dampaknya yang sangat berpengaruh dan bertahan lama.

Sebagai contoh, angka kematian yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya krisis kekurangan tenaga kerja, yang akhirnya akan memicu terjadinya kenaikan upah dan penurunan harga tanah, yang pada akhirnya akan menciptakan kondisi kehidupan yang lebih baik, dan meningkatkan kebebasan bagi rakyat kelas bawah.

Pada saat itu, berbagai otoritas berwenang kehilangan kredibilitasnya, karena dianggap telah gagal dalam melindungi rakyatnya dari berbagai dampak yang luar biasa akibat dari wabah ini. Maka dari itu, sejak era ini, orang-orang mulai mempertanyakan pemahaman-pemahaman kaku mengenai struktur sosial, tradisi, dan kepercayaan/keagamaan.

Hal ini memicu terjadinya berbagai perubahan mendasar dalam interaksi dan pengalaman masyarakat dalam bidang keagamaan, filsafat, dan politik, lalu diikuti oleh periode Renaisans, yang mendorong munculnya paham humanisme dan transformasi intelektual.

Wabah ini juga membawa pengaruh yang besar dalam bidang kesenian dan literatur. Pada saat wabah ini merebak, seni dan sastra banyak menggunakan tema yang pesimistik dan mengerikan.

Hingga saat ini, masih terdapat berbagai ilustrasi kekerasan dan kematian dalam bentuk narasi Alkitab di berbagai tempat ibadah Kristiani di Eropa.

Dampak dari COVID-19 dalam mempengaruhi kebudayaan pada masa kini masih belum diketahui. Namun saat ini, sebagai akibat dari COVID-19, kita telah melihat terjadinya perubahan-perubahan di bidang ekonomi. Beberapa sektor di bidang industri bangkit, namun beberapa beberapa lainnya juga mengalami penurunan. Beberapa bisnis juga tampaknya akan hilang selamanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat

Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat

News | Senin, 06 April 2026 | 15:53 WIB

Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu

Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 16:10 WIB

Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian

Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 18:40 WIB

Banjir Sumatra Picu Risiko Penyakit Menular, Kemenkes Dorong Imunisasi Darurat

Banjir Sumatra Picu Risiko Penyakit Menular, Kemenkes Dorong Imunisasi Darurat

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 15:06 WIB

4 Film Tentang Wabah Penyakit yang Wajib Kamu Tonton, Ngeri Banget!

4 Film Tentang Wabah Penyakit yang Wajib Kamu Tonton, Ngeri Banget!

Your Say | Senin, 21 April 2025 | 18:07 WIB

Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Bakteri di Mumi Kuno Sebabkan Wabah Penyakit

Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Bakteri di Mumi Kuno Sebabkan Wabah Penyakit

Tekno | Minggu, 26 Januari 2025 | 18:06 WIB

Wabah Baru Ancam India, Virus HMPV Serang Bayi

Wabah Baru Ancam India, Virus HMPV Serang Bayi

News | Selasa, 07 Januari 2025 | 01:15 WIB

Apa Itu Influenza A dan HMPV? Bikin Geger usai Isu Wabah Virus Mirip Covid di Tiongkok

Apa Itu Influenza A dan HMPV? Bikin Geger usai Isu Wabah Virus Mirip Covid di Tiongkok

Lifestyle | Senin, 30 Desember 2024 | 17:06 WIB

Wabah Misterius Serang Sebuah Desa di India, Hingga Kini 8 Orang Dilaporkan Meninggal

Wabah Misterius Serang Sebuah Desa di India, Hingga Kini 8 Orang Dilaporkan Meninggal

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 13:47 WIB

Gejala Mirip Flu, Penyakit Misterius Tewaskan Puluhan Anak di Kongo

Gejala Mirip Flu, Penyakit Misterius Tewaskan Puluhan Anak di Kongo

News | Rabu, 11 Desember 2024 | 11:09 WIB

Terkini

HP Infinix Apa yang Kameranya Bagus? Ini 5 Rekomendasi dengan Harga Termurah

HP Infinix Apa yang Kameranya Bagus? Ini 5 Rekomendasi dengan Harga Termurah

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 07:58 WIB

Berapa Harga HP Nokia Jadul Sekarang? Simak Daftar Harganya di Sini

Berapa Harga HP Nokia Jadul Sekarang? Simak Daftar Harganya di Sini

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 07:36 WIB

Harga RAM Naik, Intel Pastikan Inovasi Tak Terhambat

Harga RAM Naik, Intel Pastikan Inovasi Tak Terhambat

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 07:35 WIB

Game Star Trek Resurgence Dihapus dari Toko Digital, Lisensi Berakhir

Game Star Trek Resurgence Dihapus dari Toko Digital, Lisensi Berakhir

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 07:35 WIB

75 Kode Redeem FF Max Terbaru 16 April 2026: Raih M1014 Laut Ganas, AK47, dan VSK94

75 Kode Redeem FF Max Terbaru 16 April 2026: Raih M1014 Laut Ganas, AK47, dan VSK94

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 06:54 WIB

Terpopuler: 7 HP Realme dengan NFC Termurah 2026, Tecno Siap Rilis HP Murah Mirip iPhone

Terpopuler: 7 HP Realme dengan NFC Termurah 2026, Tecno Siap Rilis HP Murah Mirip iPhone

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 06:50 WIB

7 HP Gaming Murah Dibawah Rp1 Jutaan, Kuat Main Gim Berat Tanpa Lag

7 HP Gaming Murah Dibawah Rp1 Jutaan, Kuat Main Gim Berat Tanpa Lag

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 21:16 WIB

Daftar Harga HP Vivo Terbaru 2026 Lengkap, Mana Paling Worth It Sesuai Budget Kamu?

Daftar Harga HP Vivo Terbaru 2026 Lengkap, Mana Paling Worth It Sesuai Budget Kamu?

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 21:12 WIB

Daftar 6 iPhone Paling Worth It Dibeli di Tahun 2026 dan Harganya

Daftar 6 iPhone Paling Worth It Dibeli di Tahun 2026 dan Harganya

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 19:22 WIB

Komdigi Akan Blokir Wikipedia Sepekan Lagi Jika Ultimatum Tidak Diacuhkan

Komdigi Akan Blokir Wikipedia Sepekan Lagi Jika Ultimatum Tidak Diacuhkan

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 18:55 WIB