Upaya Menutup Lubang Ozon, Justru Timbulkan Masalah Lingkungan Lainnya

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 19 Mei 2020 | 11:01 WIB
Upaya Menutup Lubang Ozon, Justru Timbulkan Masalah Lingkungan Lainnya
Ilustrasi lapisan ozon. [Shutterstock]

Suara.com - Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa senyawa yang diperkenalkan pada awal 1990-an, untuk menggantikan bahan kimia yang menipiskan lapisan ozon dapat menyebabkan akumulasi bahan kimia jahat lainnya, yang bertahan di lingkungan tanpa batas.

Di masa lalu, penggunaan bahan kimia yang menyebabkan penipisan lapisan ozon, yang dikenal sebagai chlorofluorocarbon (CFC) dapat memicu perubahan sirkulasi atmosfer.

Sejak 2000, para ahli menemukan bahwa perubahan itu mulai berhenti dan bahkan mungkin berbalik karena Protokol Montreal, yang bertujuan melarang manusia menggunakan zat CFC yang dinilai bisa merusak lapisan ozon. Meski begitu, penelitian baru ini menunjukkan peraturan itu memiliki beberapa konsekuensi.

Bahan kimia yang dimaksud adalah asam rantai pendek perfluoroalkyl carboxylic acids (scPFCAs), yang merupakan kelas bahan kimia buatan manusia yang digunakan dalam aplikasi elektronik, pemrosesan industri, konstruksi, dan pendingin udara.

Itu termasuk dalam kelompok zat polyfluoroalkyl yang lebih luas, yang dikenal sebagai PFAS atau "bahan kimia selamanya" karena kegigihannya yang telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk kanker.

Dilaporkan dalam jurnal Geophysical Research Letters, para ilmuwan dari York University dan Environment and Climate Change Canada baru-baru ini menemukan keberadaan scPFCA yang tumbuh dalam ekosistem saat ini dengan melihat sampel inti es yang diambil dari Kutub Utara.

Kutub Utara. [Shutterstock]
Kutub Utara. [Shutterstock]

"Inti-inti es dapat berguna karena itu berfungsi sebagai kapsul waktu dan memberikan catatan kontaminasi. Dengan demikian, itu adalah satu-satunya cara kita dapat memahami tren ini," ucap Cora Young, asisten profesor dan ahli kimia lingkungan di York University, seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (19/5/2020).

Bahan kimia yang ditemukan itu tidak rusak di lingkungan dan pasti berakhir di jaringan manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa bahan kimia ditandai oleh resistensi terhadap degradasi lingkungan dan berpotensi dampak buruk pada kesehatan manusia dan lingkungan.

Young menjelaskan bahwa bahan kimia itu menumpuk di tanaman, termasuk yang dikonsumsi manusia. Sayangnya, masih sangat sedikit yang diketahui tentang potensi bahaya manusia dan ekologis senyawa ini sehingga penelitian lebih lanjut harus dilakukan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid-19 Membunuh 20 Kali Lebih Banyak Pasien per Minggu daripada Flu?

Covid-19 Membunuh 20 Kali Lebih Banyak Pasien per Minggu daripada Flu?

Tekno | Selasa, 19 Mei 2020 | 06:35 WIB

Pasien Sembuh Covid-19 Dilarang Berhubungan Seks 30 Hari

Pasien Sembuh Covid-19 Dilarang Berhubungan Seks 30 Hari

Tekno | Minggu, 17 Mei 2020 | 14:18 WIB

Penelitian Terbaru: Pasien Sembuh Covid-19 Terancam Cacat Permanen?

Penelitian Terbaru: Pasien Sembuh Covid-19 Terancam Cacat Permanen?

Tekno | Senin, 11 Mei 2020 | 11:00 WIB

Kabar Baik, Lubang Ozon Baru di Kutub Utara Telah Menutup

Kabar Baik, Lubang Ozon Baru di Kutub Utara Telah Menutup

Tekno | Rabu, 29 April 2020 | 14:30 WIB

Lubang Ozon Baru nan Langka Menganga di atas Kutub Utara

Lubang Ozon Baru nan Langka Menganga di atas Kutub Utara

Tekno | Rabu, 08 April 2020 | 17:08 WIB

Waduh! NASA Laporkan Ada Lubang Ozon Baru di Kutub Utara

Waduh! NASA Laporkan Ada Lubang Ozon Baru di Kutub Utara

Tekno | Rabu, 01 April 2020 | 13:30 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×