5 Cara Mudah Deteksi Situs Web Palsu, Nomor Dua Sering Terlewat

Selasa, 16 Juni 2020 | 09:35 WIB
5 Cara Mudah Deteksi Situs Web Palsu, Nomor Dua Sering Terlewat
Ilustrasi membuka website [Shutterstock].

Suara.com - Internet bisa memudahkan pengguna untuk melakukan berbagai hal. Namun, internet juga bisa menjadi tempat yang berbahaya jika pengguna tidak berhati-hati, terlebih saat mengakses situs web di browser karena pengguna bisa mengalami penipuan atau bahkan pencurian identitas.

Ilustrasi berselancar dan siap belanja online di internet [Shutterstock].
Ilustrasi berselancar dan siap belanja online di internet [Shutterstock].

Dilansir dari India Times, berikut lima (5) cara mudah untuk mendeteksi situs web palsu:

1. Periksa URL

  • Cara paling sederhana untuk mengetahui apakah situs web yang pengguna akses merupakan situs yang sah atau tidak, pengguna dapat memeriksa URL. Pelaku kejahatan di balik situs penipuan akan berusaha membuat web seperti terlihat asli, namun URL tidak bisa memiliki nama yang sama dengan aslinya.
  • Biasanya, pelaku akan menghilangkan satu huruf atau mengganti huruf yang lain agar pengguna terkecoh. Karenanya, jangan hanya melihat URL sekilas, tapi periksa dengan benar.

2. Lihat HTTPS

  • Situs yang sah harus memiliki protokol HTTPS dalam alamat web dan bukan hanya https:// melainkan harus ada huruf 's' di belakang yang merupakan singkatan dari secure. Bahkan situs web yang sah tanpa protokol ini bisa lebih mudah dibobol.

3. Percayakan pada perangkat lunak pilihan

  • Gunakan peramban terbaru yang tepercaya, seperti Chrome, Firefox, atau Safari. Peramban-peramban ini memiliki fitur bawaan yang memberi tahu pengguna saat akan mengunjungi situs web berperingkat pengguna buruk atau telah dilaporkan sebagai situs scam sebelumnya.
  • Selain itu, sebagian besar perangkat lunak antivirus utama juga memiliki ekstensi browser yang tersedia dan menampilkan skor kepercayaan di sebelah tautan web, untuk memberi tahu pengguna seberapa aman situs web itu.

4. Baca sebelum berinteraksi

  • Jika berencana untuk membeli sesuatu dari situs web, pastikan untuk membaca detailnya dengan benar sebelum melakukan pembelian. Penggunaan bahasa yang buruk dalam situs web adalah salah satu tanda penipuan, seperti halaman "Hubungi Kami" yang kosong.
  • Pengguna juga bisa mencari nama perusahaan terkait secara manual. Jika ada situs web otentik, situs web itu akan muncul di bagian atas pencarian dan biasanya situs atau perusahaan penipuan tidak akan memiliki banyak jejak digital.

5. Periksa iklan di situs

  • Jika situs web menampilkan terlalu banyak iklan dan bermunculan, kemungkinan besar itu adalah situs yang tidak sah. Kemungkinan besar tujuan utamanya adalah menjual iklan kepada pengguna, dengan tujuan sekunder menipu seseorang yang mudah tertipu untuk tetap mengklik iklan.

Baca Juga: Cerita Sopir Ojol Belikan Es Krim Putrinya Meski Cuma Dapat Satu Orderan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI