DPR Pertanyakan Peran Yosi Project Pop di Kominfo

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 02 September 2020 | 21:56 WIB
DPR Pertanyakan Peran Yosi Project Pop di Kominfo
Yosi Project Pop saat pembuatan video klip mendukung pasangan Ahok-Djarot di Kali Jodo, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (5/1/2017). [suara.com/Ismail]

Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI Dede Indra Permana menanyakan dasar penempatan kantor Herman Josis Mokalu, yang akrab dikenal sebagai Yosi Project Pop, di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)

Dede menyinggung nama Yosi saat membahas kinerja keuangan Kominfo Tahun Anggaran 2019, khususnya terkait Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi.

"Sebenarnya saya ingin bertanya kepada Pak Menteri tapi, Pak Menteri berhalangan hadir. Khusus di dalam kinerja Kemkominfo TA 2019 tentang Gerakan Nasional Literasi Digital atau Siberkreasi," kata anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Pertanyaan itu dijelaskan Dede, bermula ketika Staf Ahli Kemenkominfo Henri Subiakto dalam sebuah program televisi menyebut nama Yosi Mokalu sebagai orang yang melatih influencer melalui program Siberkreasi.

"Mereka satu-satunya Komunitas Digital yang bahkan bisa berkantor Kemkominfo. Yang menjadi pertanyaan saya, apa dasar kebijakan nya? Berapa besar anggaran yang dialokasikan untuk Siberkreasi?" kata Dede.

Sekretaris Jenderal Kemkominfo Rosarita Niken Widiastuti membantah pernyataan bahwa Ketua Siberkreasi Yosi Mokalu berkantor di Kemkominfo.
Menurut Niken, tidak ada kantor Siberkreasi di Kemkominfo, namun yang ada hanya Sekretariat.

"Yang ada di Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) hanya sekretariat. Mengingat begitu banyaknya program, perlu ada sekretariat. Sehingga kalau tadi dibilang pak Yosi Mokalu, itu sama sekali tidak berkantor di Kemkominfo hanya sekretariat yang beroperasi secara administrasi," kata Niken.

Niken mengatakan bahwa anggaran yang digelontorkan untuk operasional Siberkreasi sebesar Rp 9,1 Miliar dalam satu tahun.

Niken menjelaskan bahwa Siberkreasi adalah salah satu program kerja Ditjen Aptika untuk mengajak masyarakat lebih melek digital dengan cara penggunaan media sosial (medsos) untuk hal-hal yang produktif.

"Misalnya untuk UMKM go online, untuk nelayan go online, petani go online, dan juga untuk digital parenting. Di mana kami juga menggerakkan lebih dari 100 komunitas di dalam Siberkreasi itu atau lebih dari 190.000 orang," beber Niken. [Antara]

Baca Juga: Sindiran Tengku Zul soal Buzzer Dibayar Rp 90 Miliar: Apa Gunanya Kominfo?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI