Pemanasan Global Pengaruhi Suhu Malam Hari Secara Berbeda

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Senin, 05 Oktober 2020 | 20:40 WIB
Pemanasan Global Pengaruhi Suhu Malam Hari Secara Berbeda
Ilustrasi Matahari. [Shutterstock]

Suara.com - Penelitian yang dilakukan baru-baru ini mengungkapkan bahwa lingkungan di malam hari telah memanas pada tingkat yang lebih cepat daripada lingkungan di siang hari sebagai dampak dari pemanasan global.

Setelah menganalisis lebih dari tiga dekade data suhu harian dari seluruh dunia, para ilmuwan dari University of Exeter, Inggris, menyimpulkan adanya asimetri dalam pemanasan Bumi saat berputar pada porosnya.

Catatan iklim dari 1983 hingga 2018 memberikan tim basis data yang kuat dari pembacaan suhu permukaan selama enam jam, mencakup hampir seluruh Bumi selama beberapa tahun terhangat yang tercatat dalam sejarah.

Di beberapa wilayah, siang hari sangat hangat sementara suhu malam hari hampir tidak bergerak. Bahkan ada waktu pendinginan yang cukup untuk beberapa lingkungan.

Ilustrasi rotasi Bumi [Shutterstock].
Ilustrasi rotasi Bumi serta equinox [Shutterstock].

Meski begitu, para ahli menemukan bahwa lebih dari separuh permukaan daratan Bumi, kenaikan suhu tahunan rata-rata pada malam hari adalah seperempat derajat Celsius lebih tnggi dari pada siang hari itu.

Sepersekian derajat setiap tahun mungkin terdengar angka yang kecil, tetapi seiring berjalannya waktu, peningkatan panas ini dapat berdampak signifikan pada ekologi.

"Spesies yang hanya aktif pada malam hari atau siang hari akan sangat terpengaruh," kata Daniel Cox, ahli ekologi dan penulis utama penelitian dari University of Exeter, seperti dikutip Science Alert pada Senin (5/10/2020).

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, tim juga mengumpulkan banyak data tentang faktor iklim terkait lainnya seperti kelembapan dan curah hujan. Para ilmuwan juga membandingkan perbedaan regional dalam petumbuhan vegetasi.

Dengan menyatukan data, tim berpendapat lebih banyak tutupan awan dapat menjadi alasan atas ketidakseimbangan dalam pemanasan ini.

baca juga

Pemanasan global memerangkap sejumlah besar energi di dekat permukaan Bumi, mendorong atmosfer menahan kelembapan yang kemudian mengembun menjadi awan.

Para ahli tahu bahwa awan melakukan tugas yang sangat baik dalam memantulkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu, entah ke angkasa atau kembali ke permukaan.

Pada siang hari, ini dapat membantu melindungi permukaan dari pancaran sinar Matahari penuh dan menjaga suhu. Tanpa efek bayangan dari awan, permukaan Bumi bisa terpanggang.

Sementara di malam hari, prosesnya terbalik. Panas yang memancar dari tanah akan sulit mencapai luar angkasa dan membuat permukaannya tetap menghangat.

Berkat data yang dimiliki, para ilmuwan dapat membuat model yang lebih baik tentang apa yang bisa diharapkan di tahun-tahun mendatang.

Dengan mengesampingkan variasi perubahan suhu di berbagai lokasi sepanjang waktu, perubahan variasi suhu antara siang dan malam dapat berdampak besar pada curah hujan yang akhirnya akan menentukan seberapa baik tanaman bisa tumbuh.

Bahkan dengan peningkatan curah hujan secara umum, tutupan awan ekstra pada siang hari berisiko mengurangi jumlah tanaman yang dibutuhkan untuk berfotosintesis.

"Pemanasan asimetri memiliki implikasi yang berpotensi signifikan bagi dunia alam. Kami menunjukkan bahwa pemanasan malam hari yang lebih besar dikaitkan dengan iklim yang menjadi lebih basah dan ini telah terbukti memiliki konsekuensi penting bagi pertumbuhan tanaman dan bagaimana spesies seperti serangga dan mamalia berinteraksi," tambah Daniel Cox.

Memahami implikasi penuh dari fluktuasi suhu harian dan pembentukan awan akan membutuhkan lebih banyak penelitian.

Dalam penelitian yang telah dipublikasikan di Global Change Biology, awan bisa menjadi fenomena yang sangat kompleks, terutama jika memperhitungkan gas rumah kaca dan pengaruh tingkat debu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Orang Tewas, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Sound Horeg

Tiga Orang Tewas, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Sound Horeg

News | Kamis, 17 September 2026 | 20:41 WIB

Waspada! Ini Dampak Serius Menghirup Abu Vulkanik Bagi Pernapasan

Waspada! Ini Dampak Serius Menghirup Abu Vulkanik Bagi Pernapasan

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 11:26 WIB

Buntut 3 Warga Jatim Tewas, DPR Desak Kemendagri Larang Total Sound Horeg Secara Nasional

Buntut 3 Warga Jatim Tewas, DPR Desak Kemendagri Larang Total Sound Horeg Secara Nasional

News | Jum'at, 04 September 2026 | 11:08 WIB

Mengenal Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global

Mengenal Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 15:10 WIB

Peringatkan! Suhu Bumi Lampaui Batas Ambang Kritis, Sangat Rawan Bencana

Peringatkan! Suhu Bumi Lampaui Batas Ambang Kritis, Sangat Rawan Bencana

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:44 WIB

Terdampak El Nino, Dua Kelurahan di Jakarta Mulai Kekeringan

Terdampak El Nino, Dua Kelurahan di Jakarta Mulai Kekeringan

News | Rabu, 02 September 2026 | 10:33 WIB

Karhutla Mulai Mengusik Hak Anak: Kesehatan, Pendidikan hingga Lingkungan Terdampak

Karhutla Mulai Mengusik Hak Anak: Kesehatan, Pendidikan hingga Lingkungan Terdampak

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:24 WIB

4 Dampak Buruk Menggunakan Sunscreen Kedaluwarsa, Cek Sebelum Dipakai

4 Dampak Buruk Menggunakan Sunscreen Kedaluwarsa, Cek Sebelum Dipakai

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:18 WIB

El Nino Tekan Cadangan Air Waduk Sepaku, 13.273 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim

El Nino Tekan Cadangan Air Waduk Sepaku, 13.273 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Dampak Karhutla Meluas, Masyarakat Jadi Korban hingga Ganggu Hubungan dengan Negara Tetangga

Dampak Karhutla Meluas, Masyarakat Jadi Korban hingga Ganggu Hubungan dengan Negara Tetangga

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

Geger Penemuan Mayat Pria Terbungkus Karung Ditemukan di Bawah Tol Bocimi

Geger Penemuan Mayat Pria Terbungkus Karung Ditemukan di Bawah Tol Bocimi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 21:52 WIB

Bukan Cuma Mobil Mewah, Apartemen Vinna Ledy Anggraeni Ikut Disita KPK Terkait Kasus Suap!

Bukan Cuma Mobil Mewah, Apartemen Vinna Ledy Anggraeni Ikut Disita KPK Terkait Kasus Suap!

News | Selasa, 29 September 2026 | 21:48 WIB

Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Siapkan Strategi Khusus untuk Dongkrak UMKM Lokal

Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Siapkan Strategi Khusus untuk Dongkrak UMKM Lokal

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 21:46 WIB

Modus 'Pemilik Tanah Palsu' Terbongkar, Kades di Bogor Jadi Tersangka

Modus 'Pemilik Tanah Palsu' Terbongkar, Kades di Bogor Jadi Tersangka

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 21:42 WIB

×