Tidak Sadar, NASA Ternyata Temukan Fosfin di Venus 42 Tahun Lalu

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 07 Oktober 2020 | 09:00 WIB
Tidak Sadar, NASA Ternyata Temukan Fosfin di Venus 42 Tahun Lalu
Planet Venus. [Shutterstock]

Suara.com - Pada pertengahan September lalu, NASA mendeteksi adanya gas fosfin di dalam awan asam Venus, yang kemungkinan bisa menjadi tanda adanya kehidupan di planet itu.

Ternyata, NASA pernah mendeteksi gas itu pertama kali pada 1978, tetapi penemuan itu tidak disadari selama 42 tahun.

Gas molekul beracun dan mudah meledak itu menarik perhatian astronom mengingat bagaimana fosfin dibuat di Bumi. Fosfin dapat diproduksi secara artifisial oleh manusia, menjadi produk fumigan atau senjata biologis ataupun dibuat secara alami dari kehidupan.

Pada intinya, itu adalah gas yang dikaitkan dengan kehidupan di Bumi, meningkatkan kemungkinan bahwa itu bisa menjadi tanda mikroba yang mengambang di awan Venus atau kemungkinan lain itu bisa jadi berasal dari sesuatu yang belum dipahami.

Logo NASA. [Shutterstock]
Logo NASA. [Shutterstock]

Deteksi itu menjadi penanda dalam perburuan panjang kehidupan di tempat lain di tata surya, yang sebagian besar memusatkan perhatian pada Mars dan beberapa bulan yang mengorbit Jupiter dan Saturnus.

Sementara itu, Venus yang memiliki permukaan panas dan beracun dianggap tidak terlalu ramah untuk bertahan hidup. Tapi sekarang, setelah menggali melalui arsip data NASA, ahli biokimia Rakesh Mogul dari Cal Poly Pomona di California dan rekannya telah menemukan petunjuk fosfin yang diambil oleh Pioneer 13, sebuah penyelidikan yang mencapai Venus pada Desember 1978.

Mogul dan rekannya secara luas mengetahui data dari misi tersebut. Penemuan tersebut, yang diunggah ke database arXiv pada 22 September dan belum ditinjau oleh rekan sejawat, tidak memberi tahu para ilmuwan lebih dari apa yang dilaporkan dalam Nature Astronomy, meskipun itu membuat keberadaan fosfin bahkan lebih pasti.

Data 1978 berasal dari Large Probe Neutral Mass Spectrometer (LNMS), salah satu dari beberapa instrumen yang turun ke atmosfer Venus sebagai bagian dari misi Pioneer 13.

Pioneer 13 menjatuhkan probe besar (LNMS) ke awan Venus, probe mengumpulkan data, dan mengirimkannya kembali ke Bumi.

baca juga

LNMS mengambil sampel atmosfer dan menganalisis sampel tersebut melalui spektrometri massa, teknik laboratorium standar untuk mengidentifikasi bahan kimia yang tidak diketahui.

Ketika para ilmuwan pertama kali menggambarkan hasil LNMS pada tahun 1970-an, para ahli tidak membahas senyawa berbasis fosfor seperti fosfin, melainkan berfokus pada bahan kimia lain.

Ketika tim Mogul memeriksa kembali data LNMS dari awan tengah dan bawah Venus, para ahli menemukan tanda yang sangat mirip dengan fosfin. Para ilmuwan juga menemukan bukti pasti untuk atom fosfor di atmosfer yang kemungkinan besar berasal dari gas yang lebih berat seperti fosfin.

LNMS tidak dibuat untuk berburu senyawa mirip fosfin dan akan kesulitan membedakan gas dari molekul lain yang memiliki massa serupa.

Tapi sampel Pioneer 13 memang memiliki bukti adanya beberapa molekul di dalam gas yang memiliki massa, sama dengan fosfin dalam jumlah yang sesuai dengan level, dijelaskan dalam makalah Nature Astronomy.

Ilustrasi planet Venus (Shutterstock/NASA).
Ilustrasi planet Venus (Shutterstock/NASA).

"Saya yakin bahwa bukti jejak bahan kimia yang bisa menjadi tanda kehidupan dalam data warisan agak diabaikan karena dianggap tidak mungkin ada di atmosfer," kata Mogul, seperti dikutip Science Alert, Rabu (7/10/2020).

Mogul dan koleganya juga menemukan petunjuk bahan kimia lain yang seharusnya tidak muncul secara alami di awan Venus, seperti klorin, oksigen, dan hidrogen peroksida.

"Kami percaya ini menjadi indikasi bahan kimia yang belum ditemukan dan/atau bahan kimia yang berpotensi menguntungkan bagi kehidupan. Kami membutuhkan pendekatan yang lebih berkelanjutan untuk eksplorasi seperti Mars," tambah Mogul.

NASA dan badan antariksa lainnya dari Eropa, India, dan Rusia memiliki rencana untuk mengirim misi ke Venus yang mungkin bisa membantu penelitian lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misi ke Bulan, NASA Uji Coba Baju Antariksa di Bawah Air

Misi ke Bulan, NASA Uji Coba Baju Antariksa di Bawah Air

Tekno | Senin, 28 September 2020 | 22:00 WIB

NASA Luncurkan Toilet dan Serum Wajah ke Luar Angkasa, Bisa Ditonton Live

NASA Luncurkan Toilet dan Serum Wajah ke Luar Angkasa, Bisa Ditonton Live

Tekno | Senin, 28 September 2020 | 15:20 WIB

Seorang Astronot NASA Berencana Berikan Suara saat Pemilu dari Luar Angkasa

Seorang Astronot NASA Berencana Berikan Suara saat Pemilu dari Luar Angkasa

News | Senin, 28 September 2020 | 09:52 WIB

NASA Bagikan Detail Rencana Pendaratan Manusia di Bulan pada 2024

NASA Bagikan Detail Rencana Pendaratan Manusia di Bulan pada 2024

Tekno | Jum'at, 25 September 2020 | 14:00 WIB

NASA Temukan Bongkahan Asteroid Lain di Bennu

NASA Temukan Bongkahan Asteroid Lain di Bennu

Tekno | Jum'at, 25 September 2020 | 10:00 WIB

Minggu Depan, NASA Menguji Desain Toilet Baru di Luar Angkasa

Minggu Depan, NASA Menguji Desain Toilet Baru di Luar Angkasa

Tekno | Kamis, 24 September 2020 | 17:20 WIB

Terkini

Bagaimana Malaysia Bisa Tambah Kuota BBM Subsidi Demi Ringankan Beban Hidup Rakyat?

Bagaimana Malaysia Bisa Tambah Kuota BBM Subsidi Demi Ringankan Beban Hidup Rakyat?

News | Senin, 14 September 2026 | 15:00 WIB

14 Tahun Mengabdi sebagai Mantri BRI, Dewi Bebaskan Warga Desa dari Jerat Rentenir

14 Tahun Mengabdi sebagai Mantri BRI, Dewi Bebaskan Warga Desa dari Jerat Rentenir

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:59 WIB

Pertalite di SPBU Modular Makassar Kini Pakai Sistem Ganjil-Genap

Pertalite di SPBU Modular Makassar Kini Pakai Sistem Ganjil-Genap

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:57 WIB

10,8 Juta Keluarga Minta Bansos Baru, 4 Juta Warga yang Sempat Luput Kini Dapat Bantuan

10,8 Juta Keluarga Minta Bansos Baru, 4 Juta Warga yang Sempat Luput Kini Dapat Bantuan

News | Senin, 14 September 2026 | 14:54 WIB

Sempat Nyaris Rp17.400, Rupiah Kini Tertekan Gegara Perang AS-Iran

Sempat Nyaris Rp17.400, Rupiah Kini Tertekan Gegara Perang AS-Iran

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:52 WIB

DPR: Aset Sekolah hingga Pesantren Hasil Korupsi Tetap Dirampas Negara!

DPR: Aset Sekolah hingga Pesantren Hasil Korupsi Tetap Dirampas Negara!

News | Senin, 14 September 2026 | 14:50 WIB

5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!

5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 14:50 WIB

KPK Periksa Kepala BPK Riau Terkait Kasus Suap Pengondisian Hasil Audit

KPK Periksa Kepala BPK Riau Terkait Kasus Suap Pengondisian Hasil Audit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 14:49 WIB

Tipe Sunscreen yang Cocok untuk Cuaca Panas Indonesia, Lengkap dengan 4 Rekomendasi Produknya!

Tipe Sunscreen yang Cocok untuk Cuaca Panas Indonesia, Lengkap dengan 4 Rekomendasi Produknya!

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:47 WIB

Mulai 2027, Gaji PPPK Daerah Bakal Diambil Alih Pemerintah Pusat

Mulai 2027, Gaji PPPK Daerah Bakal Diambil Alih Pemerintah Pusat

News | Senin, 14 September 2026 | 14:46 WIB

×