Demi Ini, Afrika Selatan Akan Redupkan Matahari

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 30 November 2020 | 07:15 WIB
Demi Ini, Afrika Selatan Akan Redupkan Matahari
Ilustrasi Matahari. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan menyarankan "meredupkan Matahari" secara permanen, untuk menghindari kehabisan air di Afrika Selatan. Langkah tersebut sebagai upaya menyelamatkan warga dari musim kemarau yang mematikan.

Rencana ini akan melibatkan pemompaan sejumlah besar gas ke atmosfer di atas Cape Town, ibu kota Afrika Selatan, untuk menjaga persediaan air setempat.

Menurut para ahli dari Universitas Cape Town, rencana tersebut diharapkan akan secara signifikan mengurangi kemungkinan krisis air.

Kekhawatiran akan kekeringan "Hari Nol" yang melanda wilayah itu telah menghantui selama bertahun-tahun. Hari Nol sendiri merupakan titik di mana tidak ada cukup air untuk semua orang di Afrika Selatan.

Ilustrasi keberadaan emas di Afrika Selatan [Shutterstock].
Ilustrasi peta Afrika Selatan [Shutterstock].

Krisis iklim yang semakin meningkat, kemungkinan musim kering seperti itu melanda Cape Town akan tiga kali lipat pada 2100. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan minggu lalu di jurnal Environmental Research Letters, para ilmuwan menguraikan satu rencana gila untuk menghindari bencana semacam itu.

Dilaporkan oleh surat kabar Afrika Selatan The Mail, rencana tersebut kontroversial, baik karena dampak iklim dan implikasi geopolitiknya. Para ilmuwan menyarankan untuk memompa partikel gas sulfur dioksida ke atmosfer. Gas akan membentuk awan besar di atas Cape Town yang memantulkan sinar Matahari sehingga meredupkan lingkungan di bawahnya.

Menurut para ahli, taktik sci-fi ini dapat mengurangi kemungkinan kekeringan Hari Nol melanda Cape Town pada 2100 hingga 90 persen. Tujuannya adalah untuk menghentikan iklim Cape Town agar tidak semakin buruk, seiring berjalannya waktu dan menjaga kemungkinan terjadinya kekeringan besar saat ini.

Meski begitu, para ilmuwan menekankan bahwa temuan tersebut tidak boleh digunakan sebagai alternatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Dilansir New York Post, Senin (30/11/2020), mendapatkan persetujuan atas rencana gila ini akan menjadi tantangan bagi para ilmuwan.

Gagasan menyuntikkan gas ke atmosfer untuk mengekang efek pemanasan global, sebelumnya telah dikecam para ahli lainnya dan menyebutnya sebagai gangguan, yang berpotensi berbahaya pada sistem iklim.Bahkan dalam makalah Desember 2018, kelompok advokasi sains Climate Analytics mengatakan, penerapan sistem semacam itu kemungkinan besar akan menjadi sumber konflik besar antar negara.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Peringatkan Evolusi Virus Dapat Merusak Vaksin Covid-19

Ilmuwan Peringatkan Evolusi Virus Dapat Merusak Vaksin Covid-19

Tekno | Selasa, 24 November 2020 | 16:00 WIB

Mengintip Tim Ilmuwan di Balik Pengembangan Vaksin Covid-19 Oxford

Mengintip Tim Ilmuwan di Balik Pengembangan Vaksin Covid-19 Oxford

Tekno | Selasa, 24 November 2020 | 12:30 WIB

Kecelakaan Maut, Eks Timnas Afrika Selatan Meninggal Dunia

Kecelakaan Maut, Eks Timnas Afrika Selatan Meninggal Dunia

Bola | Selasa, 24 November 2020 | 11:00 WIB

Menggemaskan tapi Beracun, Ilmuwan Temukan Tikus Berukuran Kelinci

Menggemaskan tapi Beracun, Ilmuwan Temukan Tikus Berukuran Kelinci

Tekno | Senin, 23 November 2020 | 15:30 WIB

Satish Dhupelia, Cicit Mahatma Gandhi Meninggal Dunia Terjangkit Covid-19

Satish Dhupelia, Cicit Mahatma Gandhi Meninggal Dunia Terjangkit Covid-19

News | Senin, 23 November 2020 | 13:32 WIB

Kisah Achmad Mochtar, Ilmuwan Indonesia Dipancung Usai Disiksa 10 Bulan

Kisah Achmad Mochtar, Ilmuwan Indonesia Dipancung Usai Disiksa 10 Bulan

Riau | Minggu, 22 November 2020 | 07:48 WIB

Terkini

Prudential Syariah Kantongi Rp4,2 T, Bisnis Baru Melonjak 31%

Prudential Syariah Kantongi Rp4,2 T, Bisnis Baru Melonjak 31%

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 11:34 WIB

Shubh Diwali Selection: Menghadirkan Cita Rasa India untuk Momen Berbagi di Jakarta

Shubh Diwali Selection: Menghadirkan Cita Rasa India untuk Momen Berbagi di Jakarta

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 11:27 WIB

John Herdman Sebut Suporter Jadi Faktor Kunci Timnas Indonesia Kalahkan Bangladesh

John Herdman Sebut Suporter Jadi Faktor Kunci Timnas Indonesia Kalahkan Bangladesh

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 11:27 WIB

Winter aespa Absen Konser di Dallas karena Didiagnosis Shingles

Winter aespa Absen Konser di Dallas karena Didiagnosis Shingles

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 11:26 WIB

5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan

5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:24 WIB

'Pernah Nyantet Orang?', Kelakar Hakim MK yang Bikin Pemohon Pasal Santet Tarik Gugatan

'Pernah Nyantet Orang?', Kelakar Hakim MK yang Bikin Pemohon Pasal Santet Tarik Gugatan

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:24 WIB

1 Oktober Hari Apa? Makna, Sejarah, dan Peringatan Penting di Tanggal Ini

1 Oktober Hari Apa? Makna, Sejarah, dan Peringatan Penting di Tanggal Ini

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 11:20 WIB

'Tokoh' Pesantren di Way Kanan Diciduk di Kaltim Usai Bertahun-tahun Cabuli Santriwati

'Tokoh' Pesantren di Way Kanan Diciduk di Kaltim Usai Bertahun-tahun Cabuli Santriwati

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 11:18 WIB

Dua Kata Shin Tae-yong Usai Namanya Diteriakkan Suporter Timnas Indonesia

Dua Kata Shin Tae-yong Usai Namanya Diteriakkan Suporter Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 11:13 WIB

KPK Geledah Bela Parahyangan, Dalami Dugaan Pemberian Uang untuk Pengurusan HGB

KPK Geledah Bela Parahyangan, Dalami Dugaan Pemberian Uang untuk Pengurusan HGB

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:12 WIB

×