Bukan Telegram, Masyarakat Turki Beralih dari WhatsApp ke Aplikasi Ini

Dythia Novianty

Rabu, 13 Januari 2021 | 11:30 WIB
Bukan Telegram, Masyarakat Turki Beralih dari WhatsApp ke Aplikasi Ini
Ilustrasi penggunaan WhatsApp. [Shutterstock]

Suara.com - Kebijakan privasi WhatsApp menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang kemudian memutuskan beralih.

Tidak hanya di Indonesia, masyarakat Turki pun beralih. Menariknya, bukan Telegram atau Signal seperti kebanyakan pengguna aplikasi pesan instan.

Mereka justru beralih ke aplikasi pesan instan lokal. BiP, sebuah aplikasi oleh raksasa jaringan seluler Turki Turkcell.

Sebagaimana melansir laman Anadolu, Rabu (13/1/2021), aplikasi ini memperoleh lebih dari 1,12 juta pengguna hanya dalam 24 jam, dengan lebih dari 53 juta pengguna di seluruh dunia, menurut data yang dibagikan oleh Turkcell.

Menawarkan olahpesan superior, panggilan suara dan video HD, BiP terus menjadi pilihan di 192 negara.

Ilustrasi pencarian WhatsApp. [Shutterstock]
Ilustrasi WhatsApp. [Shutterstock]

Di antara fitur-fiturnya yang khas adalah opsi pesan hilang, yang memungkinkan pengguna mengirim pesan dengan aman dan menghilangkannya di sisi penerima dalam waktu yang ditentukan oleh pengirim.

Dengan tombol daruratnya, BiP memungkinkan penggunab erbagi lokasi dan situasi mereka dengan 10 orang yang telah ditentukan sebelumnya, jika terjadi bencana alam baik melalui pesan BiP maupun SMS.

Fitur daruratnya memungkinkan akses ke telepon darurat - seperti ambulans, pemadam kebakaran, polisi.

Secara terpisah, fitur terjemahan memungkinkan pengguna mengobrol dalam 106 bahasa berbeda selama pengiriman pesan instan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penentang Evolusi Darwin, Harun Yahya Divonis 1.075 Tahun Penjara

Penentang Evolusi Darwin, Harun Yahya Divonis 1.075 Tahun Penjara

Jabar | Selasa, 12 Januari 2021 | 11:28 WIB

Harun Yahya Dihukum Penjara Lebih 1.000 Tahun, Ini Kejahatannya!

Harun Yahya Dihukum Penjara Lebih 1.000 Tahun, Ini Kejahatannya!

Sulsel | Selasa, 12 Januari 2021 | 11:05 WIB

WhatsApp Terapkan Kebijakan Privasi Baru, Kemenkominfo Angkat Bicara

WhatsApp Terapkan Kebijakan Privasi Baru, Kemenkominfo Angkat Bicara

Jabar | Selasa, 12 Januari 2021 | 10:42 WIB

WhatsApp Menghadap Kominfo, Diminta Jelaskan Sharing Data ke Facebook

WhatsApp Menghadap Kominfo, Diminta Jelaskan Sharing Data ke Facebook

Bogor | Senin, 11 Januari 2021 | 22:15 WIB

Data Grup WhatsApp Kembali Bisa Muncul di Google

Data Grup WhatsApp Kembali Bisa Muncul di Google

Tekno | Senin, 11 Januari 2021 | 20:41 WIB

Kominfo Panggil WhatsApp, Minta Transparan soal Sharing Data ke Facebook

Kominfo Panggil WhatsApp, Minta Transparan soal Sharing Data ke Facebook

Tekno | Senin, 11 Januari 2021 | 19:51 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×