Waduh! 500 Juta Data Pengguna LinkedIn Bocor dan Dilelang di Internet

Kamis, 08 April 2021 | 10:55 WIB
Waduh! 500 Juta Data Pengguna LinkedIn Bocor dan Dilelang di Internet
Situs LinkedIn pada iPhone. [Shutterstock]

Suara.com - Sebanyak 500 juta data pengguna LinkedIn dilaporkan bocor di internet. Dari total 500 juta, sebagian 2 juta data pribadi ini juga telah diunggah sebagai bukti bahwa data memang diretas di internet.

Diduga data pribadi pengguna LinkedIn yang dibocorkan adalah ID LinkedIn, nama lengkap, alamat email, nomor telepon, jenis kelamin, informasi tempat kerja, link ke profil LinkedIn, link ke media sosial, hingga gelar profesional atau data pekerjaan pengguna.

Bagi pengguna yang mau mengintip data tersebut, hacker telah menetapkan harga sekitar 2 dolar AS atau sekitar Rp 29.000.

Peretas ini juga tampaknya telah melelang basis data 500 juta pengguna dalam jumlah empat digit yang diyakini dalam bentuk mata uang bitcoin.

Dikutip dari Cybernews, Kamis (8/4/2021), hacker tersebut mengklaim bahwa 500 juta data pengguna ini diambil langsung dari LinkedIn.

Namun masih belum jelas apakah pelaku mengumpulkan data berdasarkan dari kasus kebocoran data yang sebelumnya dialami LinkedIn atau dari perusahaan lain.

Ilustrasi perlindungan data pribadi. [Shutterstock]
Ilustrasi perlindungan data pribadi. [Shutterstock]

Data pribadi yang bocor ini diyakini hanya berisi informasi profil yang tercantum di LinkedIn.

Tim Cybernews masih belum menemukan informasi yang sangat sensitif seperti detail kartu kredit ataupun dokumen yang berkaitan dengan hukum.

Akan tetapi, jika hacker sudah berani mengunggah informasi tersebut, bisa dikatakan bahwa alamat email sudah cukup menjadi bekal untuk hacker dalam melakukan kejahatan siber.

Baca Juga: Mark Zuckerberg Ketahuan Pakai Signal, WhatsApp Kembali Diejek

Kebocoran data pribadi 500 juta pengguna LinkedIn ini berpotensi menjadi ancaman untuk tindakan kejahatan.

Mulai dari serangan phising, mengirim spam ke 500 juta email atau nomor telepon, hingga pemaksaaan kata sandi profil LinkedIn atau alamat email dengan cara kasar.

Untuk mengatasinya, pengguna disarankan berhati-hati dengan gelagat mencurigakan seperti permintaan koneksi dari orang asing.

Ilustrasi phising. [Shutterstock]
Ilustrasi phising. [Shutterstock]

Selain itu, sebaiknya pengguna juga mengganti kata sandi akun LinkedIn, email, atau mengaktifkan two-factor authentication di semua akun sosial media mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI