Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta Diubah Jadi Institut Digital Nasional University

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 23 Juli 2021 | 16:27 WIB
Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta Diubah Jadi Institut Digital Nasional University
Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan bahwa Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta akan diubah menjadi Institut Digital Nasional University. [Antara]

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah merancang Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta untuk dikembangkan sebagai Institut Digital Nasional University (IDN-U) guna mencetak talenta digital.

"Berita baik untuk Indonesia adalah kita akan segera menyambut Institut Digital Nasional University, universitas ini akan segera diluncurkan pada Tahun 2022 kuartal pertama nanti akan mulai dibuka programnya," kata juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, dalam siaran langsung virtual, Kamis (22/7/2021).

IDN-U adalah program pemerintah untuk mendidik talenta digital pada jenjang yang lebih tinggi. Institut ini tidak hanya dibuka di Yogyakarta, namun di sejumlah kota besar lainnya antara lain Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, dan Manado.

"Ini tentu sebuah angin segar di mana kita memiliki optimisme yang luar biasa, karena tidak hanya pelatihan yang sifatnya non formal, tetapi kita juga mendorong pendidikan formal untuk mempersiapkan talenta atau kecakapan digital," kata Dedy.

Kampus ini akan memiliki empat sekolah yang dipimpin empat dekan, yaitu Sekolah Komunikasi Digital, Sekolah Bisnis dan Platform Digital, Sekolah Pasca Sarjana Kominfo, dan Sekolah Kebijakan dan Regulasi Digital.

IDN-U akan menjadi perguruan tinggi yang fokus pada kecakapan digital, sekolah ini akan diisi tenaga pendidik 70 persen dari kalangan praktisi atau ahli dan 30 persen akademisi.

Format pendidikan akan memiliki jenjang kurikulum dari tingkat dasar, menengah dan lanjutan. DN-U memiliki tiga program yakni reguler, non-reguler dan riset dan PPM. Untuk reguler meliputi program sarjana dan/atau sarjana terapan dan program pascasarjana terapan.

Pada program non-reguler, terdapat program sarjana terapan, pascasarjana terapan dan program sertifikat. Sementara untuk program riset dan PPM akan meliputi riset terapan di bidang transformasi digital dan pengabdian kepada masyarakat.

Kominfo tidak memberlakukan pembatasan usia pada peserta didik, namun, mereka harus mengikuti tes standardisasi untuk seleksi penerimaan peserta baru. [Antara]

Baca Juga: Kominfo Gelar Pelatihan Agar UMKM Bisa Jualan Online

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI