Makam Kuno Hewan Berusia 9 Juta Tahun Ditemukan, Terungkap Kisah Miris

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:53 WIB
Makam Kuno Hewan Berusia 9 Juta Tahun Ditemukan, Terungkap Kisah Miris
Ilustrasi paleontologi. [Shuutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan menemukan tulang kelompok kuda nil, badak, kuda, dan kucing gigi pedang berusia sembilan juta tahun lalu, di lubang berair yang sekarang telah mengering di Spanyol.

Sembilan juta tahun lalu, lusinan hewan mati karena kelaparan dan dehidrasi akibat kekeringan tiga periode di akhir Miosen.

"Meskipun berusia lebih dari 9 juta tahun, tulang ini sangat terpelihara karena dengan cepat terkubur dalam sedimen ketika hujan," kata David Martin-Perea, ahli paleontologi di National Natural Sciences Museum.

Tim ahli juga menemukan tulang rapuh dari katak, tikus, burung, dan bahkan dua janin kuda.

Selama Miosen akhir, wilayah selatan yang sekarang disebut Madrid adalah hamparan padang rumput dan hutan yang memiliki lubang berair di bawah batu kapur dan batu lumpur.

Pada 2007, para penambang menemukan lubang tulang tersebut. Sejak saat itu, para ahli paleontologi telah menemukan ribuan tulang yang terkubur di sembilan situs.

Makam tulang hewan berusia 9 juta tahun. [Livescience]
Makam tulang hewan berusia 9 juta tahun. [Livescience]

Penelitian terbaru ini difokuskan pada salah satu situs tersebut, yang disebut Batallones-10.

Situs itu adalah lubang berair dan menampung tiga lapisan tulang fosil yang berbeda.

Hampir 9.000 fosil dari puluhan spesies telah ditemukan.

baca juga

Di antaranya terdapat sisa-sisa 15 mamalia besar, seperti jenis kuda yang sudah punah, mastodon, badak, rusa, dan sapi.

Dilansir dari Live Science, Rabu (4/8/2021), situs ini juga menampung spesies yang belum pernah dilihat sebelumnya, yaitu Decennatherium rex, jerapah mirip okapi.

Keberadaan tulang amfibi di lokasi menunjukkan bahwa daerah itu adalah oasis basah dengan padang rumput di sekitarnya.

Dengan menyatukan informasi yang ada, Martin-Perea menyimpulkan bahwa penyebab kematian hewan-hewan itu adalah kekeringan.

Berdasarkan analisis gigi hewan yang mengungkapkan apa yang dimakan dan minum, para ahli mengungkapkan bahwa situs tersebut berada di daerah yang akan mengalami kekeringan musiman.

Selain kekeringan, hewan-hewan ini juga mati akibat kelaparan.

Ketika sumber air lainnya mengering, semakin banyak hewan yang berkumpul di oasis Batallones.

Ilustrasi arkeolog. [Hulki Okan Tabak/Unsplash]
Ilustrasi arkeolog. [Hulki Okan Tabak/Unsplash]

Namun, karena tidak mau melakukan perjalanan jauh dari sumber air ini, hewan-hewan itu bertahan hidup dengan memakan tumbuhan di sekitar sampai hanya ada sedikit makanan yang tersisa.

Tim ahli selanjutnya akan menggali lebih dalam lubang tersebut.

Di situs lainnya, para ilmuwan menemukan tulang yang didominasi oleh predator.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama Kali, Ilmuwan Jepang Ciptakan Marsupial Hasil Rekayasa Genetika

Pertama Kali, Ilmuwan Jepang Ciptakan Marsupial Hasil Rekayasa Genetika

Tekno | Senin, 02 Agustus 2021 | 15:05 WIB

Disebut Asal Virus Corona dari Laboratorium China, Ilmuwan Swiss Punya Jawabannya

Disebut Asal Virus Corona dari Laboratorium China, Ilmuwan Swiss Punya Jawabannya

Tekno | Senin, 02 Agustus 2021 | 05:36 WIB

Berusia 310 Juta Tahun, Ilmuwan Temukan Fosil Otak Terawetkan Sempurna

Berusia 310 Juta Tahun, Ilmuwan Temukan Fosil Otak Terawetkan Sempurna

Tekno | Jum'at, 30 Juli 2021 | 15:30 WIB

Kuburan Makhluk Laut Mirip Alien dari Zaman Dinosaurus Ditemukan

Kuburan Makhluk Laut Mirip Alien dari Zaman Dinosaurus Ditemukan

Tekno | Jum'at, 30 Juli 2021 | 13:00 WIB

Gemas! Ilmuwan Temukan SpongeBob dan Patrick Star Hidup di Dunia Nyata

Gemas! Ilmuwan Temukan SpongeBob dan Patrick Star Hidup di Dunia Nyata

Tekno | Jum'at, 30 Juli 2021 | 07:30 WIB

Pertama Kalinya, Ilmuwan Deteksi Cahaya dari Sisi Lain Lubang Hitam

Pertama Kalinya, Ilmuwan Deteksi Cahaya dari Sisi Lain Lubang Hitam

Tekno | Kamis, 29 Juli 2021 | 17:00 WIB

Terkini

Seram! Bayar Uang atau Keluarga Dibunuh, Kiper Ini Terpaksa Buat Timnya Kalah 0-6

Seram! Bayar Uang atau Keluarga Dibunuh, Kiper Ini Terpaksa Buat Timnya Kalah 0-6

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 15:27 WIB

Amanda Rigby Blasteran Mana? Ternyata Statusnya WNA

Amanda Rigby Blasteran Mana? Ternyata Statusnya WNA

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 15:22 WIB

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:20 WIB

Manfaatkan Potongan Harga Belanja Harian dari BRI JCB Platinum

Manfaatkan Potongan Harga Belanja Harian dari BRI JCB Platinum

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 15:19 WIB

Amerika Serikat Tunda Aturan Baru Pembatasan Visa Pelajar dan Jurnalis Asing

Amerika Serikat Tunda Aturan Baru Pembatasan Visa Pelajar dan Jurnalis Asing

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:17 WIB

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:16 WIB

9 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Inverter Terbaik dan Murah

9 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Inverter Terbaik dan Murah

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 15:15 WIB

Respons Aduan Kekeringan, Pemprov DKI Kirim 5.000 Liter Air ke Pondok Labu

Respons Aduan Kekeringan, Pemprov DKI Kirim 5.000 Liter Air ke Pondok Labu

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:14 WIB

'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur

'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur

Kaltim | Selasa, 15 September 2026 | 15:13 WIB

Manfaat Campuran Air Mawar dan Aloe Vera Gel Wardah untuk Sleeping Mask, Kulit Auto Lembap

Manfaat Campuran Air Mawar dan Aloe Vera Gel Wardah untuk Sleeping Mask, Kulit Auto Lembap

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 15:09 WIB

×