Masyarakat Harus Berkontribusi Atasi Krisis Iklim Agar Tak Ikut Punah

Liberty Jemadu

Selasa, 17 Agustus 2021 | 23:26 WIB
Masyarakat Harus Berkontribusi Atasi Krisis Iklim Agar Tak Ikut Punah
Ilustrasi pemanasan global. [Shutterstock]

Suara.com - Masyarakat wajib berkontribusi mengatasi krisis iklim untuk dapat bertahan dari kepunahan, kata Direktur Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia Tiza Mafira.

"Masyarakat wajib kontribusi atasi krisis iklim. Kalau kita enggak berkontribusi, kita enggak akan survive. Kita akan punah. Bagi ku ini bukan soal peduli atau enggak penduli lingkungan, ini soal 'survival'," kata Tiza dalam Diskusi Panel: Mulai Aksi untuk Bumi dari Gaya Hidup Sehari-hari secara virtual diikuti di Jakarta, Selasa (17/8/2021).

Menurut inisiator Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik itu, logis jika menganggap melakukan upaya mengatasi krisis iklim sebagai bentuk bertahan hidup mengingat krisis iklim tidak dapat dibantah keberadaannya. Ia menilai krisis iklim semakin parah dan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Kalau masih ada yang tanya, 'krisis iklim itu ada ya?'. Ya sama saja kayak tanya, 'gravitasi itu ada ya?'. Sekonyol itu menurut aku," ujar Tiza.

Menurut dia, setiap individu dalam masyarakat dapat melakukan kegiatan yang disukai sambil menyuarakan masalah krisis iklim.

"Kalau aku sendiri background-nya hukum, suka ngulik peraturan. Ok, kalau gitu coba bantu rumuskan kebijakan kantong plastik," imbuh dia.

Selanjutnya, menurut dia, apa yang tidak dapat dilakukan sendiri maka harus dilakukan bersama-sama untuk bisa mengubah sistem. Contoh, jika susah berjalan kaki karena tidak tersedia trotoar maka sistem yang harus berubah sehingga orang semakin banyak yang bisa berjalan kaki.

"Atau mau pasang panel surya tapi mahal baterainya, padahal inginnya listrik di rumah enggak mati meski PLN mati, tapi kenapa baterai mahal banget. Itu berarti sistem perlu diubah," ujar Tiza.

Dengan semua kondisi di atas maka hal yang, menurut dia, dapat dilakukan membantu mendorong keluarnya kebijakan yang mengubah sistem tersebut.

baca juga

"Misal buat petisi meminta trotoar, atau bikin koalisi pejalan kaki supaya individu yang 'awareness' bagus banyak yang ikut," ujar dia.

Senior Manager for Sustainable Landscape and Cities WRI Indonesia Adi Pradana mengatakan 97 persen ilmuwan terkemuda di dunia setuju bahwa emisi gas rumah kaca (GRK) hasil aktivitas manusia penyebab pemanasan global.

Konsentrasi karbon dioksida (CO2) global dan anomali suhu terjadi dari pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan kegiatan masyarakat yang meski tidak secara langsung membakar hutan tetapi tidak sengaja membiayai perusahaan yang membakar hutan.

Selanjutnya, penambahan populasi yang akan menambah kebutuhan pangan, air dan sebagainya, ia mengatakan mengakibatkan lebih banyak lagi emisi yang dihasilkan manusia. Setiap ada kenaikan suhu 1,5 derajat Celsius hingga dua derajat Celsius maka akan terjadi panas berlebih, hujan ekstrem, kekeringan parah dan waktu datangnya lebih cepat.

Menurut dia, gaya hidup dan konsumsi sehari-hari manusia menjadi penyebab semua itu terjadi. Konsumsi listrik dan produk pemanas ada di urutan tertinggi penyumbang emisi yakni 25 persen, lalu penggunaan hutan dan lahan menyumbang 20,4 persen, industri menyumbang 17,9 persen, transportasi menyumbang 14 persen, energi lain menyumbang 9,6 persen, sampah makanan (metana) menyumbang 6,7 persen, serta bangunan tidak ramah lingkungan menyumbang 6,4 persen.

"Jadi perlu melakukan perubahan transformatif. Perlu semangati pemerintah untuk membuat kebijakan yang pro lingkungan dan pro iklim," ujar dia.

Ia mengatakan kepunahan bisa terjadi, karena sudah ada laporan terjadi pada spesies amfibi dan hewan melata. Dan kondisi itu bisa semakin meningkat karena krisis iklim, degradasi lingkungan, konversi hutan untuk kebutuhan perumahan dan sebagainya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:47 WIB

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:47 WIB

Benarkah Perubahan Iklim Picu Migrasi Besar-besaran? Riset Ungkap Jawabannya Kompleks

Benarkah Perubahan Iklim Picu Migrasi Besar-besaran? Riset Ungkap Jawabannya Kompleks

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:55 WIB

Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak

Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:21 WIB

Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?

Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:15 WIB

Studi: Pemanasan Global Berpotensi Memicu Pelepasan Metana Lebih Besar dari Ekosistem Alami

Studi: Pemanasan Global Berpotensi Memicu Pelepasan Metana Lebih Besar dari Ekosistem Alami

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:42 WIB

Beruang Kutub Dulu Putih Kini Kelabu: Tanda Alam yang Terabaikan dari Krisis Iklim Global

Beruang Kutub Dulu Putih Kini Kelabu: Tanda Alam yang Terabaikan dari Krisis Iklim Global

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:17 WIB

Mengapa Membuat Kerajinan dari Kain Bekas Bisa Membantu Memahami Krisis Lingkungan?

Mengapa Membuat Kerajinan dari Kain Bekas Bisa Membantu Memahami Krisis Lingkungan?

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:30 WIB

Mengapa Krisis Iklim Tak Selesai Saat Dunia Capai Net-Zero Emission? Studi Ungkap Penjelasannya

Mengapa Krisis Iklim Tak Selesai Saat Dunia Capai Net-Zero Emission? Studi Ungkap Penjelasannya

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:59 WIB

Lawan Krisis Iklim, Pemuda Lereng Merapi Boyolali Sulap Peternakan Domba Jadi Nol Limbah

Lawan Krisis Iklim, Pemuda Lereng Merapi Boyolali Sulap Peternakan Domba Jadi Nol Limbah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:50 WIB

Terkini

Pemanfaatan Platform AI untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara

Pemanfaatan Platform AI untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:12 WIB

5 Rekomendasi Wireless Charger untuk Semua HP, Awet dan Praktis Tanpa Kabel

5 Rekomendasi Wireless Charger untuk Semua HP, Awet dan Praktis Tanpa Kabel

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:21 WIB

5 Cara Menyambungkan HP ke TV Tanpa Kabel, Nonton Makin Seru

5 Cara Menyambungkan HP ke TV Tanpa Kabel, Nonton Makin Seru

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:10 WIB

Krisis Biokultural Mengancam Indonesia: Saat Bahasa dan Ritual Penjaga Alam Mulai Punah

Krisis Biokultural Mengancam Indonesia: Saat Bahasa dan Ritual Penjaga Alam Mulai Punah

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:08 WIB

Apple Siapkan iPhone Air 2, iPhone 18 dan iPhone Lipat Baru, Ini Bocoran Spesifikasinya

Apple Siapkan iPhone Air 2, iPhone 18 dan iPhone Lipat Baru, Ini Bocoran Spesifikasinya

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:01 WIB

Realme P4x Pecahkan Rekor MURI Main Game MOBA 10 Jam Nonstop

Realme P4x Pecahkan Rekor MURI Main Game MOBA 10 Jam Nonstop

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:38 WIB

WiFi Terbaik untuk Rumah, Kos, dan UMKM, Ini Tips Memilih Internet yang Stabil

WiFi Terbaik untuk Rumah, Kos, dan UMKM, Ini Tips Memilih Internet yang Stabil

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:54 WIB

Grab Genjot Kendaraan Listrik, Armada EV Ditargetkan Melampaui 3 Kali Lipat Tahun Ini

Grab Genjot Kendaraan Listrik, Armada EV Ditargetkan Melampaui 3 Kali Lipat Tahun Ini

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:55 WIB

Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen

Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 19:47 WIB

7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo

7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 17:25 WIB

×