Agar Bansos Tepat Sasaran, BRIN Kembangkan Riset Identifikasi Pemukiman Kumuh

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 08 Oktober 2021 | 02:03 WIB
Agar Bansos Tepat Sasaran, BRIN Kembangkan Riset Identifikasi Pemukiman Kumuh
Petugas mengingatkan warga agar menjaga jarak saat mengantre penyaluran bansos tunai Kemensos, di Kantor Pos Khatib Sulaiman, Padang, Sumatera Barat, Jumat (15/5). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra]

Suara.com - Pelaksana tugas Kepala Pusat Riset Aplikasi Penginderaan Jauh Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) M Rokhis Khomarudin sedang melakukan kajian riset untuk bisa mengidentifikasi permukiman kumuh.

"Ini salah satu kerja sama kami dengan Kementerian Sosial yang bisa mendeteksi apakah penerima bantuan sosial (bansos) ini berada di permukiman kumuh atau tidak. Ini sedang kami kaji bagaimana melihat permukiman-permukiman kumuh kemudian nanti bisa dihubungkan dengan data koordinat dari penerima bansos," kata Rokhis dalam Webinar Talk to Scientists: Riset dan Inovasi untuk Indonesia Tangguh Bencana di Jakarta, Kamis.

Dengan menghubungkan teknologi penginderaan jauh dan data koordinat tempat tinggal para penerima bansos, maka dapat diketahui kondisi permukiman sesungguhnya yang ditempati para penerima bansos, apakah memang di permukiman kumuh.

"Tetapi ini masih di dalam proyek percontohan belum bisa operasional karena kita masih menunggu data-data dari Kementerian Sosial untuk lokasi penerima bansos tersebut. Kita masih uji coba di kota Bandung," ujarnya.

BRIN juga sedang melakukan kajian riset untuk dapat mendeteksi atau memperkirakan letusan gunung api sehingga dapat memberikan peringatan dini prekursor letusan gunung api.

Rokhis mengatakan peringatan dini prekursor letusan gunung api tersebut dilakukan dengan menganalisa data satelit penginderaan jauh untuk mendeteksi suhu permukaan daratan. Jika hasil analisa menunjukkan perubahan suhu yang sangat signifikan, maka itu bisa berpotensi letusan gunung api.

"Suhu permukaan daratannya kita deteksi, kemudian kita analisis, kalau ada perubahan yang sangat signifikan, itu bisa kita berikan peringatan bahwa potensi letusan gunung api bisa terjadi di daerah tersebut," ujarnya.

Rokhis menuturkan pihaknya juga melakukan analisis deformasi atau perubahan bentuk pada permukaan tubuh gunung api sebelum letusan terjadi.

Menurut Rokhis, jika sudah terjadi letusan, maka sangat mudah menganalisa deformasi gunung api. Namun, menjadi suatu tantangan untuk dapat menganalisa deformasi sebelum letusan terjadi.

Baca Juga: BRIN Telusuri Sejarah Gempa dan Tsunami untuk Antisipasi Bencana

Karena salah satu prekursor letusan gunung api adalah adanya perubahan bentuk lahan atau deformasi, sehingga penting untuk menganalisa dan memahami deformasi gunung api.

"Ini sedang dalam kajian kami. Jadi kalau nanti ini bisa selesai dan berhasil risetnya, mungkin ini menjadi lompatan yang sangat besar untuk pemantauan gunung api," ujarnya.*

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI