facebook

Studi Google dan Temasek: UKM Bertahan di Tengah Pandemi Berkat Teknologi Digital

Liberty Jemadu
Studi Google dan Temasek: UKM Bertahan di Tengah Pandemi Berkat Teknologi Digital
Ilustrasi pelaku UMKM. (Dok : BRI)

Di Indonesia, sebanyak 28 persen pedagang mengatakan mereka tidak akan bisa bertahan jika tidak berjualan di platform digital.

Suara.com - Untuk pertama kalinya, laporan SEA e-Conomy oleh Google, Temsek, dan Bain & Company membahas sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) dan menemukan 1 dari 3 pedagang percaya mereka dapat bertahan di tengah pandemi COVID-19 berkat platform digital.

Survei tersebut dilakukan terhadap 3.000 pedang digital atau digital merchant di enam negara di Asia Tenggara untuk mengetahui cara mereka menggunakan platform digital dan layanan keuangan guna melewati pandemi.

"Di Indonesia, sebanyak 28 persen pedagang mengatakan mereka tidak akan bisa bertahan jika tidak berjualan di platform digital," kata Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf saat virtual media briefing, Rabu (17/11/2021).

Para pedagang digital rata-rata menggunakan dua platform digital untuk memenuhi permintaan konsumen secara online.

Baca Juga: Nilai Ekonomi Internet Indonesia Capai Rp 997 Triliun di 2021

Adapun layanan digital yang paling banyak digunakan adalah pembayaran digital sebesar 95 persen, transfer dana digital sebesar 91 persen, asuransi digital 68 persen, dan pinjaman digital 51 persen.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar mengungkapkan adanya kemungkinan peningkatan penggunaan layanan dalam satu hingga dua tahun ke depan, yaitu pembayaran digital 77 persen, transfer dana digital 71 persen, asuransi digital 47 persen, dan pinjaman digital 37 persen.

Sementara itu, sisanya menyebutkan bahwa penggunaan layanan digital kemungkinan akan tetap sama dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Associate Partner Bain & Company Willy Chang mengatakan, saat ini Indonesia terus menarik perhatian sebagai rumah bagi salah satu ekosistem digital paling dinamis di Asia Tenggara.

"Penerapan berkelanjutan dan investasi pada faktor-faktor pendukung utama seperti pembayaran digital, kredit konsumen, termasuk produk buy now pay later dan last mile logistic akan membantu meningkatkan penetrasi digital secara keseluruhan di kalangan konsumen dan UKM," ujarnya.

Baca Juga: Google Sambut Penerapan Solusi Dua Pilar Pajak Digital di Indonesia

Laporan yang berjudul Roaring 20s: The SEA Digital Decade itu juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat di semua sektor ekonomi digital Indonesia, dipimpin oleh sektor e-commerce yang pertumbuhannya mencapai 52 persen dari tahun ke tahun.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar