Studi Google dan Temasek: UKM Bertahan di Tengah Pandemi Berkat Teknologi Digital

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 17 November 2021 | 21:07 WIB
Studi Google dan Temasek: UKM Bertahan di Tengah Pandemi Berkat Teknologi Digital
Ilustrasi pelaku UMKM. (Dok : BRI)

Suara.com - Untuk pertama kalinya, laporan SEA e-Conomy oleh Google, Temsek, dan Bain & Company membahas sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) dan menemukan 1 dari 3 pedagang percaya mereka dapat bertahan di tengah pandemi COVID-19 berkat platform digital.

Survei tersebut dilakukan terhadap 3.000 pedang digital atau digital merchant di enam negara di Asia Tenggara untuk mengetahui cara mereka menggunakan platform digital dan layanan keuangan guna melewati pandemi.

"Di Indonesia, sebanyak 28 persen pedagang mengatakan mereka tidak akan bisa bertahan jika tidak berjualan di platform digital," kata Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf saat virtual media briefing, Rabu (17/11/2021).

Para pedagang digital rata-rata menggunakan dua platform digital untuk memenuhi permintaan konsumen secara online.

Adapun layanan digital yang paling banyak digunakan adalah pembayaran digital sebesar 95 persen, transfer dana digital sebesar 91 persen, asuransi digital 68 persen, dan pinjaman digital 51 persen.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar mengungkapkan adanya kemungkinan peningkatan penggunaan layanan dalam satu hingga dua tahun ke depan, yaitu pembayaran digital 77 persen, transfer dana digital 71 persen, asuransi digital 47 persen, dan pinjaman digital 37 persen.

Sementara itu, sisanya menyebutkan bahwa penggunaan layanan digital kemungkinan akan tetap sama dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Associate Partner Bain & Company Willy Chang mengatakan, saat ini Indonesia terus menarik perhatian sebagai rumah bagi salah satu ekosistem digital paling dinamis di Asia Tenggara.

"Penerapan berkelanjutan dan investasi pada faktor-faktor pendukung utama seperti pembayaran digital, kredit konsumen, termasuk produk buy now pay later dan last mile logistic akan membantu meningkatkan penetrasi digital secara keseluruhan di kalangan konsumen dan UKM," ujarnya.

Baca Juga: Nilai Ekonomi Internet Indonesia Capai Rp 997 Triliun di 2021

Laporan yang berjudul Roaring 20s: The SEA Digital Decade itu juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat di semua sektor ekonomi digital Indonesia, dipimpin oleh sektor e-commerce yang pertumbuhannya mencapai 52 persen dari tahun ke tahun.

Bahkan, ekonomi internet Indonesia secara keseluruhan memiliki Gross Merchandise Value (GMV) senilai 70 miliar dolar AS atau Rp 997,6 triliun pada tahun 2021 dan diperkirakan naik dua kali lipat menjadi 146 miliar dolar atau lebih dari Rp 2.000 triliun di 2025. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI