Rawan Monopoli dan Penyelewengan: Uni Eropa Selidiki Samsung dan Google Terkait AI

Jum'at, 19 Juli 2024 | 14:00 WIB
Rawan Monopoli dan Penyelewengan: Uni Eropa Selidiki Samsung dan Google Terkait AI
Ilustrasi kecerdasan buatan (Shutterstock).

Suara.com - Berbagai perusahaan teknologi sekarang sedang mengembangkan fitur Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan secara masif. European Union atau Uni Eropa baru-baru ini mengonfirmasi bahwa mereka menyelidiki Samsung dan Google terkait fitur AI.

Kedua raksasa teknologi tersebut diselidiki oleh regulator antimonopoli UE atas praktik anti-persaingan melalui kesepakatan Gemini Nano ke dalam HP Samsung Galaxy.

Mereka turut menyelidiki apakah kesepakatan tersebut akan menekan chatbot saingannya di ponsel Galaxy atau tidak. Uni Eropa akan membuka kasus terhadap Samsung dan Google jika mereka menilai kesepakatan tersebut anti-persaingan.

Dikutip dari Notebookcheck, kesepakatan antara kedua perusahaan adalah tentang memberi Samsung akses ke teknologi text-to-image Gemini Pro dan Imagen 2. Bagian terpenting dari kesepakatan ini adalah Samsung kini memiliki akses ke model Gemini Nano.

Perlu diketahui, Gemini Nano adalah model Gemini pada perangkat dan yang terkecil dari semua model Gemini. Model ini dapat berjalan di perangkat yang memungkinkan akses ke fitur AI tanpa koneksi internet.

Ilustrasi AI (Pexels/Tara Winstead)
Ilustrasi AI. (Pexels/Tara Winstead)

Google DeepMind mengatakan ini adalah model paling efisien untuk tugas di perangkat. Gemini Nano didukung oleh kemampuan tingkat sistem baru bernama Android AICore. Sistem AICore sendiri diperkenalkan di Android 14 dan menyediakan akses ke model dasar untuk eksekusi di perangkat.

Android AICore saat ini tersedia dalam produksi di Google Pixel 8 Pro dan dimulai dari Samsung Galaxy S24 series. Regulator mengirimkan kuesioner setebal 8 halaman kepada pesaing untuk menanyakan apakah mereka pernah mencoba mencapai kesepakatan serupa dengan Samsung di masa lalu dan ditolak.

Ini bukan pertama kalinya Uni Eropa menyelidiki beberapa pengaduan antimonopoli terhadap Google. Beberapa pengaduan telah menghasilkan tuntutan formal terhadap Google sebelumnya.

Deretan pengaduan yang diselidiki mencakup Google Shopping, sistem operasi Android, dan Google AdSense. Uni Eropa pernah menjatuhkan denda lebih dari 8 miliar euro atau Rp 141 triliun usai Google dinyatakan bersalah atas pelanggaran antimonopoli beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Perbandingan Spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold6 vs Samsung Galaxy Z Fold5

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI