Usai CEO Ditangkap, Telegram Hapus Jaminan Privasi, Obrolan Pribadi Tak Lagi Aman?

Budi Arista Romadhoni | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Sabtu, 07 September 2024 | 15:39 WIB
Usai CEO Ditangkap, Telegram Hapus Jaminan Privasi, Obrolan Pribadi Tak Lagi Aman?
Ilustrasi Telegram. [Unsplash/Christian Wiediger]

Suara.com - Telegram diam-diam menghapus bahasa dari halaman Tanya Jawab yang mengatakan bahwa obrolan pribadi dilindungi dan terkait cara Telegram memproses permintaan apa pun yang terkait dengannya. Perubahan tersebut terjadi hampir dua minggu setelah CEO Telegram, Pavel Durov, ditangkap di Perancis karena diduga membiarkan aktivitas kriminal berlangsung tanpa hambatan di aplikasi perpesanan tersebut.

Menanggapi perubahan itu, juru bicara Telegram Remi Vaughn mengatakan bahwa kode sumber aplikasi tersebut tidak berubah.

"Obrolan pribadi juga masih bersifat pribadi, meskipun Anda selalu dapat melaporkan obrolan masuk baru kepada moderator dengan menggunakan Blokir > Laporkan. Siapa pun dapat memeriksa kode sumber terbuka Telegram dan melihat tidak ada perubahan," tulis Vaughn dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari The Verge pada Sabtu (7/9/2024).

Sebelumnya, Durov mengeluarkan pernyataan publik pertamanya sejak penangkapannya pada Jumat (6/9/2024) dan berjanji untuk lebih memoderasi konten di platform tersebut.

"Peningkatan jumlah pengguna Telegram yang tiba-tiba menjadi 950 juta menyebabkan kesulitan yang membuat para penjahat lebih mudah menyalahgunakan platform kami. Itulah sebabnya saya menjadikannya tujuan pribadi saya untuk memastikan kami meningkatkan berbagai hal secara signifikan dalam hal ini. Kami telah memulai proses itu secara internal, dan saya akan segera membagikan detail lebih lanjut tentang kemajuan kami kepada Anda," tulis Durov dalam pernyataan yang dibagikan salurannya.

Terpantau, beberapa perubahan tersebut tampaknya sudah berlaku. Halaman Tanya Jawab perusahaan telah berubah dalam 24 jam terakhir. Salah satunya memiliki judul "Ada konten ilegal di Telegram. Bagaimana cara menghapusnya?"

Sebelumnya, tanggapan Telegram atas pertanyaan tersebut berbunyi, "Semua obrolan Telegram dan obrolan grup bersifat pribadi di antara para pesertanya. Kami tidak memproses permintaan apa pun yang terkait dengannya."

Namun setelah diubah, tanggapan perusahaan diganti dengan, "Semua aplikasi Telegram memiliki tombol 'Laporkan' yang memungkinkan Anda menandai konten ilegal untuk moderator kami," diikuti dengan petunjuk tentang cara melaporkan pesan.

Perubahan halaman Tanya Jawab Telegram hanya memperjelas cara melaporkan konten di platform tersebut, termasuk melalui DSA. Namun, saluran pers Telegram tidak segera menanggapi pertanyaan tentang bahasa yang dihapus terkait dengan apa atau bagaimana cara menangani permintaan tersebut.

Penangkapan CEO Telegram sendiri terjadi setelah otoritas Perancis mengeluarkan dakwaan awal yang mengatakan bahwa platform pengiriman pesan tersebut digunakan untuk mendistribusikan konten elecehan seksual anak dan perdagangan narkoba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas CEO Ditangkap, Telegram Kena Banned?

Imbas CEO Ditangkap, Telegram Kena Banned?

Tekno | Minggu, 01 September 2024 | 14:11 WIB

Wow! Pendiri Telegram Akui Punya Lebih dari 100 Anak di Seluruh Dunia

Wow! Pendiri Telegram Akui Punya Lebih dari 100 Anak di Seluruh Dunia

Tekno | Rabu, 28 Agustus 2024 | 15:41 WIB

Kenapa Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov Ditahan di Paris?

Kenapa Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov Ditahan di Paris?

Tekno | Selasa, 27 Agustus 2024 | 13:17 WIB

Terkini

31 Kode Redeem FF Terbaru 19 Mei 2026: Ada Trik Dapat 100 Diamond Gratis dan Undersea Bundle

31 Kode Redeem FF Terbaru 19 Mei 2026: Ada Trik Dapat 100 Diamond Gratis dan Undersea Bundle

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:03 WIB

Terpopuler: 5 HP 5G Memori 512 GB Paling Murah, Pemilk The Economist yang Kritik Prabowo

Terpopuler: 5 HP 5G Memori 512 GB Paling Murah, Pemilk The Economist yang Kritik Prabowo

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:30 WIB

Oppo Reno 16 Series Debut di China 26 Mei 2026, Lanjut Masuk ke Pasar Global

Oppo Reno 16 Series Debut di China 26 Mei 2026, Lanjut Masuk ke Pasar Global

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 20:00 WIB

Pakai Chip Snapdragon X2, Laptop Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 Terbaru Tahan 33 Jam

Pakai Chip Snapdragon X2, Laptop Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 Terbaru Tahan 33 Jam

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 18:30 WIB

iQOO Z11 dan Z11 Lite Bersiap ke Indonesia: Kombinasikan Chip Snapdragon serta Dimensity

iQOO Z11 dan Z11 Lite Bersiap ke Indonesia: Kombinasikan Chip Snapdragon serta Dimensity

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 18:14 WIB

Tak Hanya Xiaomi 17 Max, Mobil Listrik Gahar Xiaomi YU7 GT Siap Debut Pekan Ini

Tak Hanya Xiaomi 17 Max, Mobil Listrik Gahar Xiaomi YU7 GT Siap Debut Pekan Ini

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 17:02 WIB

Moto Buds 2 Bersiap ke Pasar Asia, Bawa Baterai Tahan Lama dan Fitur ANC

Moto Buds 2 Bersiap ke Pasar Asia, Bawa Baterai Tahan Lama dan Fitur ANC

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 15:41 WIB

The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli

The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 15:17 WIB

Tebus Kesalahan, Devil May Cry Season 2 Dapat Sambutan Positif di Netflix

Tebus Kesalahan, Devil May Cry Season 2 Dapat Sambutan Positif di Netflix

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 14:26 WIB

Sony Siapkan Headphone Premium: Pesaing AirPods Max, Harga Diprediksi Tembus Rp11 juta

Sony Siapkan Headphone Premium: Pesaing AirPods Max, Harga Diprediksi Tembus Rp11 juta

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 13:30 WIB