Tegang! Aktris Cantik Prilly Latuconsina Pasang Alat Pelacak di Tubuh Hiu Paus Raksasa

Muhammad Yunus

Minggu, 06 Oktober 2024 | 16:30 WIB
Tegang! Aktris Cantik Prilly Latuconsina Pasang Alat Pelacak di Tubuh Hiu Paus Raksasa
Prilly Latuconsina pasangnkan penanda satelit (satellite tag) pada seekor hiu paus di Teluk Saleh, Nusa Tenggara Barat (NTB) [Suara.com/ANTARA/Ho-KI]

Suara.com - Organisasi lingkungan berbasis sains, Konservasi Indonesia (KI), memberikan pengalaman spesial kepada aktris Prilly Latuconsina untuk memasangkan penanda satelit (satellite tag) pada seekor hiu paus yang dilabeli dengan namanya di Wilayah Teluk Saleh, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Senior Vice President & Executive Chair Konservasi Indonesia Meizani Irmadhiany menjelaskan bahwa pemasangan penanda satelit pada satwa laut dilindungi berstatus terancam punah ini guna mendukung program pemerintah dalam menangani satwa langka.

“Pemasangan penanda satelit pada satwa laut dilindungi berstatus terancam punah (endangered) ini, merupakan bagian besar dari kerja KI untuk mendukung program pemerintah dalam target pembentukan kawasan konservasi,” kata Meizani Irmadhiany melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2024.

Menggandeng Prilly yang didapuk sebagai Kawan Hiu Paus pada akhir Agustus lalu dalam penanaman satelit ini agar Prilly dapat membagi ilmu yang didapat kepada publik maupun sesama penyelam yang ingin tahu lebih banyak tentang hiu paus.

“Tentunya kami sangat senang ketika Prilly mau terjun langsung dalam pemasangan salah satu alat penelitian kami ke badan hiu paus yang kami namai dengan namanya,” sebut Meizani.

Sementara itu, Prilly mengaku bangga bisa ikut terlibat dalam kegiatan ini. Dia mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama yang sangat berharga dan sulit untuk dilupakan.

“Pemasangan penanda satelit langsung dengan peneliti dari KI ini menjadi pengalaman pertama yang menegangkan dan mengharukan bagi saya. Tegang, karena biasanya ketika diving saya harus berjarak beberapa meter dari hiu paus, dan kali ini saya menyentuh dan memasangkan alat langsung di sirip ikan raksasa itu,” kata Prilly.

Tidak langsung dilepas begitu saja, Prilly sebelumnya sudah mendapatkan pengarahan dari para peneliti Konservasi Indonesia. Prilly menyebut pengalaman kali ini membuat dia bisa lebih memahami lagi pentingnya penelitian untuk satwa karismatik ini.

“Menjadi Kawan Hiu Paus membuat saya belajar lebih banyak lagi tentang ikan menakjubkan ini. Para peneliti dari Konservasi Indonesia mengajarkan saya tentang tujuan penting dari penanda satelit, sampai pentingnya berwisata hiu paus yang ramah lingkungan,” ucap Prilly.

baca juga

Sementara itu, Focal Species Conservation Senior Manajer Konservasi Indonesia Iqbal Herwata, yang mendampingi Prilly saat pemasangan penanda satelit menuturkan bahwa penanda satelit hiu paus ini menjadi sangat penting, karena spesies ini memiliki kebiasaan migrasi dan mobilitas yang tinggi.

Dengan alat ini, para peneliti dapat mengetahui kemana hiu paus bergerak, dimana habitat pentingnya hingga berapa lama mereka menetap di satu wilayah.

“Dalam pengelolaan kawasan konservasi, pergerakan hiu paus dari penanda satelit ini dapat menjadi data untuk kami membuat strategi dalam melindungi habitat kritis mereka secara efektif. Selain memiliki GPS, penanda satelit ini juga dilengkapi dengan sensor suhu dan kedalaman, artinya kami dapat mengetahui seberapa dalam mereka menyelam dan seberapa lama mereka di kedalaman tertentu,” ungkap Iqbal.

Ekspedisi Teluk Saleh

Dalam kesempatan yang sama, beberapa peneliti konservasi Indonesia dari Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, BPSPL Denpasar, IPB University, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Pusat Riset Oseanografi BRIN, Balai Riset Perikanan Laut, dan Elasmobranch Indonesia Institute juga melanjutkan kegiatan ekspedisi Teluk Saleh.

Ekspedisi ini bertujuan untuk menetapkan data dasar keanekaragaman hayati, ekosistem, habitat penting dan konektivitas hiu paus dalam pengembangan kawasan konservasi hiu paus di Teluk Saleh.

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengungkap tingginya keanekaragaman ikan karang di Teluk Saleh, dengan 560 spesies yang teramati, beberapa diantaranya berpotensi sebagai spesies baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis, Kisah Haru Terinspirasi dari Lagu

Sinopsis Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis, Kisah Haru Terinspirasi dari Lagu

Your Say | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 13:17 WIB

Arti Brevet Kehormatan Hiu Kencana yang Diberikan kepada Presiden Jokowi

Arti Brevet Kehormatan Hiu Kencana yang Diberikan kepada Presiden Jokowi

News | Selasa, 01 Oktober 2024 | 15:11 WIB

Bikin Iri, Prilly Latuconsina Bagikan Momen Dipeluk Lee Min Ho

Bikin Iri, Prilly Latuconsina Bagikan Momen Dipeluk Lee Min Ho

Entertainment | Selasa, 01 Oktober 2024 | 13:50 WIB

Terkini

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:00 WIB

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:53 WIB

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

×