Ngeri! 10 Alat Medis Jadul Ini Bikin Kita Bersyukur Hidup di Zaman Sekarang

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Senin, 29 September 2025 | 17:26 WIB
Ngeri! 10 Alat Medis Jadul Ini Bikin Kita Bersyukur Hidup di Zaman Sekarang
Pada tahun 1950-an, anak-anak yang terkena polio harus berdiam diri dalam "Iron Lung" (Rare Historical Photo)

Suara.com - Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan terus berkembang dan teknologi medis makin maju. Hal itu tentu bukan hal yang mengejutkan. Namun, rasa syukur terhadap kemajuan modern baru benar-benar terasa ketika kita melihat langsung alat kesehatan kuno yang pernah digunakan di masa lalu.

Di zaman sekarang, rumah sakit dan klinik dilengkapi alat-diagnosis dan alat terapi yang canggih dan relatif aman. Tapi dulu? Beberapa alat medis yang dipakai masa lalu jauh dari kata nyaman, bahkan menyeramkan.

Berikut 10 alat medis jadul yang membuat kita makin bersyukur atas kemajuan teknologi kesehatan sekarang.

1. Iron Lung

“Iron lung” atau paru-paru besi adalah mesin respirator raksasa yang digunakan sejak 1920-an hingga 1950-an, terutama untuk pasien polio yang mengalami kelumpuhan otot pernapasan (Rare Historical Photo)
“Iron lung” atau paru-paru besi adalah mesin respirator raksasa yang digunakan sejak 1920-an hingga 1950-an, terutama untuk pasien polio yang mengalami kelumpuhan otot pernapasan (Rare Historical Photo)

“Iron lung” atau paru-paru besi adalah mesin respirator raksasa yang digunakan sejak 1920-an hingga 1950-an, terutama untuk pasien polio yang mengalami kelumpuhan otot pernapasan.

Mesin ini sebenarnya menyelamatkan nyawa ribuan orang, tapi kalau dilihat dari sisi lain, memang menyeramkan karena beberapa alasan, terutama karena bentuk dan ukurannya.

Pasien dimasukkan ke dalam tabung logam raksasa, hanya kepala yang terlihat di luar. Tubuh mereka terkunci di dalam mesin, yang membuatnya terasa menakutkan seperti “peti besi hidup.”

Pasien polio parah bisa bergantung pada iron lung selama berminggu-minggu, bahkan bertahun-tahun. Bayangkan tidak bisa bernafas tanpa mesin itu, tidur dan bangun dengan posisi sama, hampir tanpa gerak.

Karena seluruh tubuh (kecuali kepala) terkurung, pasien sulit berinteraksi bebas dengan orang lain. Rasa terjebak di dalam mesin logam bisa sangat menekan mental.

2. Pakaian Aneh Plague Doctor

Kostum plague doctor dari abad pertengahan sampai awal modern sering dianggap menyeramkan, bahkan jadi ikon horor (Plague Doctor Masks)
Kostum plague doctor dari abad pertengahan sampai awal modern sering dianggap menyeramkan, bahkan jadi ikon horor (Plague Doctor Masks)

Kostum plague doctor dari abad pertengahan sampai awal modern sering dianggap menyeramkan, bahkan jadi ikon horor. Meskipun awal tujuan kostum ini dibuat adalah untuk melindungi dokter dari wabah pes.

Dokter wabah memakai topeng dengan paruh panjang, yang diisi ramuan herbal, bunga, atau cuka. Mereka percaya bau busuk (miasma) adalah penyebab penyakit, jadi paruh itu berfungsi sebagai “filter.” Tapi dari luar, bentuknya justru terlihat seperti burung gagak raksasa atau makhluk menyeramkan.

Kehadiran plague doctor identik dengan wabah pes yang mematikan. Saat orang melihat mereka datang, biasanya berarti banyak orang di sekitar sudah jatuh sakit atau akan segera meninggal. Itu membuat sosok mereka bukan lambang harapan, melainkan tanda malapetaka.

3. Pil Cacing Pita

Sanitized tapeworms, cara diet aneh dengan menggunakan cacing pita (Flickr)
Sanitized tapeworms, cara diet aneh dengan menggunakan cacing pita (Flickr)

Pada awal abad ke-20, ada tren penurunan berat badan yang aneh dan berbahaya: sengaja menelan cacing pita. Orang-orang saat itu menelan pil yang “disanitasi” berisi telur cacing pita, dengan harapan parasit tersebut menetas dan memakan makanan di usus mereka, sehingga berat badan turun tanpa harus diet.

Praktik ini ternyata sangat berisiko, sering menyebabkan malnutrisi parah, sakit perut, dan berbagai komplikasi kesehatan serius lainnya alih-alih hasil yang diinginkan.

4. Brainware Recorder

Alat perekam gelombang otak atau brainwave recorder di tahun 1940-an yang saat itu dikenal sebagai electroencephalograph (EEG), sering terlihat menyeramkan kalau dibandingkan dengan versi modern (Fox Photo)
Alat perekam gelombang otak atau brainwave recorder di tahun 1940-an yang saat itu dikenal sebagai electroencephalograph (EEG), sering terlihat menyeramkan kalau dibandingkan dengan versi modern (Fox Photo)

Alat perekam gelombang otak atau brainwave recorder di tahun 1940-an yang saat itu dikenal sebagai electroencephalograph (EEG), sering terlihat menyeramkan kalau dibandingkan dengan versi modern.

Alat ini berukuran besar, penuh kabel, jarum, dan gulungan kertas untuk mencatat sinyal. Pasien biasanya harus duduk atau berbaring dengan kepala penuh elektroda logam yang terhubung ke mesin. Dari luar, tampilannya seperti eksperimen ilmuwan gila.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pintu Elektrik Bawa Petaka: Tragedi Anak Kecil Meregang Nyawa Saat Mobil Listrik Kebakaran

Pintu Elektrik Bawa Petaka: Tragedi Anak Kecil Meregang Nyawa Saat Mobil Listrik Kebakaran

Otomotif | Senin, 29 September 2025 | 14:01 WIB

Komdigi Sebut Indonesia Harus Mandiri Kembangkan AI biar Tak Bergantung Teknologi Asing

Komdigi Sebut Indonesia Harus Mandiri Kembangkan AI biar Tak Bergantung Teknologi Asing

Tekno | Minggu, 28 September 2025 | 19:21 WIB

Mending Beli iPhone 16e atau iPhone 15? Ini Penjelasan Lengkapnya

Mending Beli iPhone 16e atau iPhone 15? Ini Penjelasan Lengkapnya

Tekno | Minggu, 28 September 2025 | 10:14 WIB

Terkini

5 Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark dengan Mudah, Kualitas Tetap Bagus

5 Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark dengan Mudah, Kualitas Tetap Bagus

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:12 WIB

Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data

Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:05 WIB

37 Kode Redeem FF Terbaru 24 Mei 2026: Sikat Sekarang, Skin SG2 Super Langka Menanti

37 Kode Redeem FF Terbaru 24 Mei 2026: Sikat Sekarang, Skin SG2 Super Langka Menanti

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:55 WIB

4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh

4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:43 WIB

22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Mei 2026: Login Sekarang, Rebut 5000 Gems Gratis

22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Mei 2026: Login Sekarang, Rebut 5000 Gems Gratis

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:30 WIB

Daftar Harga HP Flagship Xiaomi Terbaru 2026, Mana yang Paling Layak Dibeli?

Daftar Harga HP Flagship Xiaomi Terbaru 2026, Mana yang Paling Layak Dibeli?

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:20 WIB

Terpopuler: Rekomendasi HP Vivo Seri Terbaik, 7 Laptop Pesaing MacBook Neo

Terpopuler: Rekomendasi HP Vivo Seri Terbaik, 7 Laptop Pesaing MacBook Neo

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:55 WIB

Anker Kenalkan Soundcore Liberty 5 Pro Series, TWS Premium dengan Casing AMOLED

Anker Kenalkan Soundcore Liberty 5 Pro Series, TWS Premium dengan Casing AMOLED

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:42 WIB

Xiaomi REDMI Watch 6 Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch AMOLED 2.07 Inci dengan Baterai 24 Hari

Xiaomi REDMI Watch 6 Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch AMOLED 2.07 Inci dengan Baterai 24 Hari

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:41 WIB

Palo Alto Networks Luncurkan Idira, Platform Keamanan Identitas AI untuk Lawan Ancaman Siber Modern

Palo Alto Networks Luncurkan Idira, Platform Keamanan Identitas AI untuk Lawan Ancaman Siber Modern

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:25 WIB