Fakta-Fakta Hujan Meteor Draconid yang Salah Satunya Jatuh di Cirebon

Farah Nabilla | Suara.com

Senin, 06 Oktober 2025 | 15:18 WIB
Fakta-Fakta Hujan Meteor Draconid yang Salah Satunya Jatuh di Cirebon
Ilustrasi meteor draconid [Freepik]

Suara.com - Fenomena meteor Draconid yang jatuh di area Cirebon memang langsung menjadi perbincangan hangat. Menurut laporan warga, pada Minggu malam, 5 Oktober 2025, terlihat cahaya terang melintas dan terdengar dentuman keras di sejumlah titik di Jawa Barat.

Kegaduhan ini memicu bertubi-tubi spekulasi di media sosial, apa benar meteor jatuh, dari mana asalnya, dan apakah ada dampak yang harus diwaspadai? Yuk, kita telusuri fakta-faktanya agar Anda tak tersesat dalam gosip langit.

Jatuhnya Meteor di Cirebon Munculkan Dentuman

Warga Cirebon menyaksikan fenomena aneh sekitar pukul 18.30–18.39 WIB pada malam itu. Beberapa laporan menyebutkan bahwa sebuah bola api terang cepat melintas dari timur ke barat daya sebelum akhirnya hilang dari pandangan.

Viral tangkapan layar Cahaya Melintas dari Losari Hingga Ciperna Cirebon, Jawa Barat [Instagram]
Viral tangkapan layar Cahaya Melintas dari Losari Hingga Ciperna Cirebon, Jawa Barat [Instagram]

Tidak hanya itu, tak lama setelah kilatan cahaya, terdengar dentuman keras yang mengguncang rumah penduduk di beberapa kecamatan. Beberapa bahkan merasakan getaran halus, seakan ada ledakan jauh di atas langit.

Beberapa video amatir yang tersebar di media sosial menampilkan kilatan cahaya putih yang memotong langit senja. Di beberapa lokasi, warga sebelumnya sempat menyepelekan suara sebagai letusan ban truk atau aktivitas di tol, namun kemudian menyadari bahwa fenomena ini berskala lebih besar.

Analisis BRIN dan Penjelasan Resmi

Untuk menjawab kegelisahan publik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turun tangan. Menurut Profesor Thomas Djamaluddin, ahli riset astronomi BRIN, fenomena cahaya dan dentuman yang dilaporkan itu memang berkaitan dengan meteor dan ia menduga benda langit tersebut tidak jatuh di permukaan daratan, melainkan ke Laut Jawa.

Dalam analisisnya, Thomas menggunakan data kesaksian warga, rekaman CCTV sekitar pukul 18.35 WIB, dan pencatatan getaran oleh BMKG wilayah Cirebon pada pukul 18.39:12 WIB pada azimut 221°.

Suara dentuman, menurutnya, timbul akibat gelombang kejut ketika meteor memasuki atmosfer yang lebih rendah.

BRIN dan BMKG juga menegaskan bahwa kondisi cuaca malam itu diketahui cerah berawan, tanpa awan konvektif atau aktivitas petir besar yang bisa menjelaskan dentuman.

BMKG juga mencatat bahwa meski ada getaran kecil yang terekam, tidak ada indikasi gempa bumi atau aktivitas seismik signifikan.

Dengan demikian, simpulan BRIN adalah peristiwa itu memang meteor—meteor yang melintas, kemudian pecah di atmosfer, dan akhirnya sisanya jatuh di laut, bukan darat. Dengan kata lain, tidak ada ancaman langsung terhadap manusia atau infrastruktur di darat.

Ilustrasi Meteor (freepik)
Ilustrasi Meteor (freepik)

Fenomena Astronomi Lain di Bulan Oktober

Menariknya, peristiwa di Cirebon ini terjadi menjelang puncak aktivitas hujan meteor Draconid yang dijadwalkan berlangsung antara 6–10 Oktober 2025. Hujan meteor ini berasal dari debu sisa komet 21P/Giacobini-Zinner dan biasanya puncaknya pada 8 Oktober.

Hujan meteor Draconid memang unik, sebab intensitasnya sangat bergantung pada apakah Bumi melewati bagian lintasan debu yang padat. Jika berada di jalur yang lebih pekat, bisa muncul lonjakan meteor yang jauh di atas biasa.

Selain Draconid, bulan Oktober juga dikenal sebagai waktu lewatnya hujan meteor Orionid, yang puncaknya biasanya terjadi sekitar tanggal 21 Oktober. Karena bulan dalam fase baru di waktu itu, langit relatif gelap dan pengamatan meteor lebih optimal.

Penyebab Meteor Draconid Jatuh

Agar Anda lebih paham, berikut mekanisme umum kenapa meteor Draconid atau meteor apa pun bisa jatuh ke bumi.

  • Meteor Draconid adalah fragmen debu dan partikel kecil dari komet 21P/Giacobini-Zinner. Ketika Bumi melewati jalur orbit komet, partikel ini masuk ke atmosfer Bumi dengan kecepatan tertentu.
  • Sebagian besar meteor akan terbakar habis di lapisan atmosfer (ablation) dan tidak sampai menyentuh permukaan bumi. Yang menyebabkan suara keras adalah gelombang kejut ketika meteor memasuki lapisan atmosfer yang lebih padat.
  • Jika meteor berukuran cukup besar dan sebagian fragmennya masih tersisa setelah terbakar, bisa saja pecahan tersebut sampai jatuh ke laut atau darat dalam bentuk kecil, tetapi sangat jarang sampai menjadi batu besar yang merusak.
  • Intensitas dan lokasi jatuh bergantung pada sudut masuk, ukuran, massa, dan kecepatan meteor juga kondisi atmosfer lokal. Di kasus Cirebon, analisis menunjukkan bahwa sisanya jatuh di Laut Jawa, sehingga tidak menimbulkan kerusakan di darat.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Dentuman Keras dan Bola Api di Langit Cirebon Terpecahkan, Ini Penjelasan Ahli dan BMKG

Misteri Dentuman Keras dan Bola Api di Langit Cirebon Terpecahkan, Ini Penjelasan Ahli dan BMKG

News | Senin, 06 Oktober 2025 | 13:44 WIB

Benda Langit Misterius Meledak di Langit Cirebon, Benarkah Meteor Raksasa Jatuh di Laut Jawa?

Benda Langit Misterius Meledak di Langit Cirebon, Benarkah Meteor Raksasa Jatuh di Laut Jawa?

News | Senin, 06 Oktober 2025 | 13:37 WIB

Cirebon Gempar! Dentuman Keras Terdengar di Seluruh Wilayah, Ini Dugaan Penyebabnya

Cirebon Gempar! Dentuman Keras Terdengar di Seluruh Wilayah, Ini Dugaan Penyebabnya

Video | Senin, 06 Oktober 2025 | 12:30 WIB

BRIN Jelaskan Penyebab Dentuman dan Kilatan Cahaya Langit Cirebon: Benar Meteor?

BRIN Jelaskan Penyebab Dentuman dan Kilatan Cahaya Langit Cirebon: Benar Meteor?

News | Senin, 06 Oktober 2025 | 09:28 WIB

Kabar Meteor Jatuh di Cirebon Bikin Geger, Polisi Langsung Cek ke Lokasi

Kabar Meteor Jatuh di Cirebon Bikin Geger, Polisi Langsung Cek ke Lokasi

News | Senin, 06 Oktober 2025 | 09:08 WIB

Terkini

Daftar Harga HP vivo dan iQOO April 2026 dari Seri Termurah hingga Flagship

Daftar Harga HP vivo dan iQOO April 2026 dari Seri Termurah hingga Flagship

Tekno | Senin, 06 April 2026 | 20:10 WIB

51 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 April: Klaim Pemain Champions 115-117 dan Telur Biru

51 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 April: Klaim Pemain Champions 115-117 dan Telur Biru

Tekno | Senin, 06 April 2026 | 19:42 WIB

Daftar Harga HP Xiaomi dan POCO April 2026 untuk Berbagai Segmen Pengguna

Daftar Harga HP Xiaomi dan POCO April 2026 untuk Berbagai Segmen Pengguna

Tekno | Senin, 06 April 2026 | 19:15 WIB

Realme Siapkan HP Murah 5G Baru, Segera Debut Sebentar Lagi

Realme Siapkan HP Murah 5G Baru, Segera Debut Sebentar Lagi

Tekno | Senin, 06 April 2026 | 18:20 WIB

3 HP Murah Rp1 Jutaan Memori 256 GB untuk Multitasking Lancar Tanpa Lemot

3 HP Murah Rp1 Jutaan Memori 256 GB untuk Multitasking Lancar Tanpa Lemot

Tekno | Senin, 06 April 2026 | 18:15 WIB

4 HP Infinix Murah Terbaik Rekomendasi David GadgetIn 2026: Spek Apik, Gaming Oke

4 HP Infinix Murah Terbaik Rekomendasi David GadgetIn 2026: Spek Apik, Gaming Oke

Tekno | Senin, 06 April 2026 | 18:15 WIB

Konami Rilis Game Baru Pekan Ini, Langsung Dapat Ulasan Positif

Konami Rilis Game Baru Pekan Ini, Langsung Dapat Ulasan Positif

Tekno | Senin, 06 April 2026 | 17:45 WIB

65 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 April 2026: Klaim Mythos Fist, Skin Bebek, dan Tiket

65 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 April 2026: Klaim Mythos Fist, Skin Bebek, dan Tiket

Tekno | Senin, 06 April 2026 | 17:16 WIB

4 HP Redmi Note Termurah 2026: Spek Gahar Mulai Rp2 Jutaan

4 HP Redmi Note Termurah 2026: Spek Gahar Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Senin, 06 April 2026 | 17:10 WIB

5 Rekomendasi HP Tahan Banting Material Tangguh, Cocok untuk Orang Ceroboh

5 Rekomendasi HP Tahan Banting Material Tangguh, Cocok untuk Orang Ceroboh

Tekno | Senin, 06 April 2026 | 15:21 WIB