Kronologi Situs Megalit 1.000 Tahun di Poso Rusak Parah Akibat Aktivitas Tambang

M Nurhadi

Minggu, 08 Maret 2026 | 10:54 WIB
Kronologi Situs Megalit 1.000 Tahun di Poso Rusak Parah Akibat Aktivitas Tambang
Megalit diduga berusia 1.000 tahun yang dirusak di Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (5/3/2026), (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
baca 10 detik
  • Situs megalitikum berusia satu milenium di Dongi-Dongi, Poso, Sulawesi Tengah, rusak parah akibat penambangan emas ilegal.
  • Kerusakan terjadi antara 4 Maret 2026 dan 5 Maret 2026 di kawasan Taman Nasional Lore Lindu.
  • Megalit tersebut unik karena memiliki pahatan wajah detail dan penting bagi studi migrasi budaya prasejarah Sulawesi.

Suara.com - Warisan prasejarah Indonesia kembali terancam oleh aktivitas eksploitasi alam yang tak terkendali. Sebuah situs megalitikum yang diperkirakan berusia satu milenium di Desa Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, ditemukan dalam kondisi rusak parah.

Ironisnya, kerusakan ini diduga kuat dilakukan oleh para penambang emas ilegal yang beroperasi di kawasan tersebut.

Berikut adalah rangkuman mendalam mengenai peristiwa memilukan yang mencederai jati diri sejarah bangsa tersebut.

Kronologi Perusakan: Dari Utuh Menjadi Puing

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses perusakan terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Tim pemantau sempat melakukan peninjauan ke lokasi pada Rabu (4/3/2026) dan memastikan batu purbakala tersebut masih dalam keadaan baik.

Namun, hanya berselang satu hari, tepatnya pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 10.00 WITA, kondisi situs sudah luluh lantak.

Di sekitar area situs, ditemukan aktivitas pertambangan emas yang menggunakan alat berat (ekskavator), yang diduga menjadi penyebab utama hancurnya artefak berharga tersebut.

Situs megalitikum di Dongi-Dongi bukan sekadar tumpukan batu biasa. Lokasinya berada di dalam Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), sebuah kawasan yang telah masuk dalam daftar tentatif Warisan Dunia UNESCO.

Secara fisik, megalit ini memiliki karakteristik unik:

baca juga
  • Ukuran: Merupakan batu monolit berukuran besar.
  • Pahatan: Memiliki ukiran wajah manusia yang sangat detail, serupa dengan Batu Kalamba yang ikonik di Lembah Napu.
  • Fungsi Prasejarah: Struktur ini merupakan peninggalan zaman Neolitikum hingga Zaman Perunggu yang dulunya berfungsi sebagai media pemujaan leluhur, ritual keagamaan, atau penanda makam kuno.

Analisis Arkeologis: Jejak Peradaban yang Memuda ke Utara

Ahli Arkeologi Sulawesi Tengah, Iksam Djorimi, menjelaskan bahwa megalit di Dongi-Dongi ini memiliki nilai kronologis yang penting bagi sejarah migrasi budaya di Sulawesi.

Usia Situs: Diperkirakan mencapai 1.000 tahun.

Pola Penyebaran: Iksam mencatat adanya pola unik di mana usia megalit di Sulawesi Tengah semakin muda seiring pergerakannya ke arah utara. Sebagai perbandingan, situs di Lembah Behoa dan Bada di bagian selatan berusia sekitar 2.000 tahun.

Evolusi Bentuk: Jika di wilayah selatan (Behoa/Bada) banyak ditemukan patung manusia dan Kalamba, di wilayah utara seperti Lembah Palu, peninggalan megalit lebih banyak berbentuk lesung batu (seperti di Watunonju).

"Semakin ke arah utara dari Lembah Behoa, usia megalit memang cenderung semakin muda. Kerusakan di Dongi-Dongi berarti kita kehilangan satu kepingan penting dari puzzle sejarah peradaban ini," ungkap Iksam, dikutip dari Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Bisnis, Hilirisasi Tambang Itu Amanah dan Bentuk Syukur

Bukan Sekadar Bisnis, Hilirisasi Tambang Itu Amanah dan Bentuk Syukur

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:02 WIB

Penampakan Lukisan 44.000 Tahun di Lahan Tambang Milik BUMN

Penampakan Lukisan 44.000 Tahun di Lahan Tambang Milik BUMN

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 07:57 WIB

Polda Sumut Sita 2 Ekskavator di Mandailing Natal, Upaya Angkut Alat Bukti Sempat Dihalangi Oknum

Polda Sumut Sita 2 Ekskavator di Mandailing Natal, Upaya Angkut Alat Bukti Sempat Dihalangi Oknum

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 19:54 WIB

Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif

Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 12:37 WIB

Diduga Ilegal, Satgas PKH Segel Tambang Nikel Milik Bos Malut United

Diduga Ilegal, Satgas PKH Segel Tambang Nikel Milik Bos Malut United

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:49 WIB

Mau Jual Mobil Bekas di Mana? 5 Rekomendasi Situs untuk Jual Mobil

Mau Jual Mobil Bekas di Mana? 5 Rekomendasi Situs untuk Jual Mobil

Otomotif | Rabu, 25 Februari 2026 | 15:56 WIB

Terkini

Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih

Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:00 WIB

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran

Sulsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 05:37 WIB

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

×