-
The Economist disorot netizen Indonesia usai melontarkan kritik keras terhadap Presiden Prabowo.
-
Media asal London ini menyoroti risiko politik dan potensi pembengkakan defisit anggaran.
-
Saham The Economist dimiliki investor global seperti keluarga Agnelli, Cadbury, hingga Rothschild.
Seiring waktu, The Economist mulai membahas ekonomi, bisnis, politik, kritik seni, dan perdagangan di Inggris.
Sikap editorial The Economist lebih ke arah liberalisme klasik, sosial, ekonomi, serta sentrisme radikal. Mereka mempunyai kantor besar di distrik The Adelphi, London, Inggris.
Mengutip Economist.com, The Economist tak dimiliki oleh satu pemegang saham tunggal, melainkan beberapa investor serta keluarga ternama. Pendanaan melibatkan keluarga Agnelli dan Rothschild.
"The Economist adalah bagian dari The Economist Group, sebuah perusahaan swasta dengan struktur kepemilikan khusus yang dirancang untuk menjaga independensi editorial. Pemegang sahamnya telah ada sejak lebih dari seabad yang lalu, dan termasuk nama-nama besar dalam bisnis Inggris, seperti Sainsburys, Cadburys, dan Schroders. Pemegang saham lainnya saat ini termasuk dana yang dimiliki oleh keluarga Agnelli dan Rothschild. Banyak staf The Economist Group juga memiliki saham, yang diperdagangkan secara pribadi dua kali setahun," bunyi keterangan pada laman resmi The Economist dikutip Senin (18/5/2026).
Pearson plc awalnya memegang 50 saham di melalui The Financial Times Limited pada 2015. Mereka saat itu menjual saham Economist sehingga jatuh ke keluarga Agnelli.
Meski hanya memiliki 4,7 persen saham, pembelian lebih lanjut membuat Agnelli mempunyai porsi 43,4 persen.
Selain Agnelli, pemegang saham juga melibatkan Cadbury, Rothschild (lebih dari 20 persen), Schroder, Layton, dan beberapa investor lain.
Menurut laporan Axios, Exor (bagian holding Agnelli) memegang sekitar 43,4 persen saham Economist. Pemegang saham lainnya, termasuk The Economist Group sendiri, memiliki 29,9 persen.
Berdasarkan berita terbaru, Lynn Forester de Rothschild, telah menjual seluruh saham keluarganya sebesar 26,9 persen di The Economist kepada miliarder Kanada Stephen Smith.
Meski dalam proses penjualan, keluarga Rothschild masih terdaftar di laman resmi pemegang saham The Economist hingga Mei 2026.